One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 313



Mobil milik Zia terlihat memasuki gerbang kediaman ANTARA lalu berbelok menuju kearah garasi mobil dan berhenti.Pak Hen keluar lalu berjalan memutar untuk membukakan mobil kepada sang nona muda,Zia mengucapkan terima kasih lalu berlalu pergi memasuki kediaman keluarganya itu.


Melewati pintu kemudian memasuki area ruang tamu,langkah Zia terhenti saat dari jauh dirinya tengah melihat Raka dan Kak Jevan kekasih Gia kakaknya tengah asik bermain papan catur bertiga dengan papanya.


Disisi lain,nyonya Sela yang baru saja datang ke ruang tamu melihat putri bungsunya itu tengah menatap kegiatan tiga orang laki laki berbeda usia yang duduk disofa dari jauh langsung menghampiri Zia.


"Raka kesini ingin menemuimu,tapi karena Zia sedang tak ada jadi diajak ikutan main catur sama papa dan Jevan"


Zia menoleh sebentar kearah sang mami,kemudian kembali menatap kearah sofa.


"Raka tak menghubungi atau mengatakan ingin kesini"ujar Zia membalas perkataan maminya.


"Anaknya mami ada bawa hp tidak?"tanya nyonya Sela pada putrinya itu,dan Zia langsung menggeleng pelan mendapat pertanyaan itu.


"Tidak,tertinggal dikamar"ujar gadis itu,Zia kemudian melangkah mendekat kearah sofa diikuti oleh sang mami selangkah dibelakang.


Kak Jevan yang tak sengaja menoleh kearah kedatangan Zia langsung saja menyenggol pelan lengan Raka sambil berkata


"Lihat calon adik ipar ku sudah pulang"


perkataan kak Jevan itu membuat Raka dan tuan Renal menoleh kearah yang dilihat oleh kak Jevan.


"Kalau itu mah yang pulang putri bungsu saya"ujar tuan Renal.


"Putri bungsu om dan calon adik ipar bang Jevan itu pacar saya"Raka menimpali diakhir.


Kemudian ketiga laki laki itu terkekeh karena perkataan mereka itu.


"Putri papa udah pulang rupanya, lihat siapa yang berani nyamperin kamu sampai kerumah"ujar tuan Renal pada putri bungsunya.


Zia tersenyum tipis pada papanya


"Raka-nya boleh Zia pinjem bentar buat diajak ke taman belakang gak pa?"


tanya gadis itu.


"Boleh boleh,lama juga boleh.Asal kalian enggak nginep ditaman belakang aja,gih Raka ikutin putrinya om"ujar tuan Renal pada Zia dan Raka.


"Iya om"


"Makasih pa"


Ucap Raka dan Zia berbarengan


"Aduh kompaknya anak muda"ujar nyonya Sela.


Zia menarik lengan tangan Raka pelan supaya cowok itu mengikuti langkahnya menuju taman belakang kediaman itu.


"Aduh putri pertama om kapan pulang ya?mendadak kangen saya sehabis ngeliat pasangan anak remaja itu"ujat Jevan menatap punggung Raka dan Zia yang semakin menjauh dari pandangan mata.


"Ya nak Jevan berdoa saja,putri om yang satu itu punya inisiatif pulang cepat"saut tuan Renal mendengar perkataan calon mantunya itu.


"Kalau itu sih kejadian langka om, yang ada kekasih saya itu lebih suka lembur dari pada pulang cepat.Pulang on time aja sudah syukur"ujar Jevan pada papa dari sang kekasih.


Mendengar itu tuan Renal langsung menepuk pundak anak muda itu


"Makanya anak om cepet cepet diresmiin dong,sehabis itu bujuk deh anak itu supaya gak berlebihan jam kerjanya"ujar tuan Renal.


Taman belakang___


Zia beserta Raka duduk di gazebo yang posisinya menghadap langsung ke kolam ikan disana.


"Kamu kenapa kesini dan gak bilang bilang juga?"tanya Zia pada Raka setelah beberapa menit diam diam-an.


Btw Zia sengaja pakai aku-kamu karena mereka sedang berada dikawasan yang rawan kalau misalnya dia dan Raka ngobrol pakai Lo-gue,yg ada malah curiga orang lain yang denger.


"Aku tadi pas mau pulang dari sekolah enggak sengaja berpas-pasan dengan Rindi,dia nitip pesan supaya aku bilangin ke kamu kalau besok sore ada kumpul terakhir anggota eskul basket sekolah dari kelas tiga.Rindi harap kamu bisa dateng.


Aku mau ngasih tau lewat telepon atau chat aja awalnya tapi hp kamu malah gak aktif,makanya mampir kesini karena kebetulan tadi ada keperluan didaerah sekitar sini" jelas Raka panjang lebar pada Zia.


Zia mengangguk angguk pelan mendengar penjelasan Raka atas kehadiran cowok itu dirumah ini


"Eskul basket ya,aku hampir lupa kalau aku anggota eskul itu.Saking jarangnya absen setiap ada jadwal kegiatan sejak awal masuk,seneng rasanya masih dianggap padahal udah pernah ngundurin diri juga dulu"ujar Zia.


"Kamu absenkan karena emang kondisi gak memungkinkan,bukan karena sekedar males aja"ujar Raka pada Zia.


"Iya sih,kondisi yang gak memungkinkan.Lama lama miris aku pas denger kalimat pendek itu"ujar Zia sambil tertawa kosong.


Raka melihat bagaimana tawa gadis yang duduk disebelahnya itu,semakin hari tawa gadis itu terdengar semakin putus asa menurut Raka.


"Ngomong ngomong kamu habis dari mana,baru pulang sore sore gini?


Ngunjungin tempat itu ya?"tanya Raka,tempat yang dimaksud adalah pemakaman.


"Dari perusahaan buat ngerjain sedikit urusan,terus lanjut berkunjung ketempat itu.Tapi sebelumnya mampir dulu ke toko bunganya kak Anya"jawab Zia.


Selepas itu obrolan terhenti,tak ada satupun diantara dua insan anak manusia itu yang berniat untuk membuka topik pembicaraan baru. Keduanya menatap ikan ikan koi yang berenang didalam kolam dengan bebasnya,otak kedua remaja ini sama sama tengah memikirkan banyak hal.


Keduanya baru mulai bersuara lagi setelah langit mulai semakin menggelap dan saatnya Raka untuk pulang.


"Kamu mau pulang sekarang?"tanya Zia yang melihat Raka mulai beranjak berdiri.


"Hm ya,langit udah menggelap.Aku harus pulang,soalnya kakak perempuanku hari ini gak ada yang temenin dirumah"jawab Raka.


"Yaudah yuk aku antar kedepan"ujar Zia yang ikut beranjak dari tempatnya.


Keduanyapun berjalan meninggalkan taman belakang,Raka menemui kedua orang tua Zia untuk pamit pulang.


Mantan ketua OSIS SMA ANTARA itu juga harus menolak tawaran bergabung untuk makan malam bersama disana.


Setelah itu Zia mengantar Raka sampai ke teras depan.


"Aku pamit pulang dulu ya,maaf kalau datang bertamu gak bilang bilang dulu"ucap Raka pada Zia.


"Nggak masalah kok,ini juga gara gara hpku mati.Tanks karen udah mau repot repot nyampein pesannya Rindi"balas Zia.


Zia kira Raka akan langsung beranjak dari sana menuju mobil milik cowok itu yang terparkir tak jauh dari area teras depan,namun Raka malah menarik tubuh Zia pelan untu masuk kedalam pelukan cowok itu.Zia kaget dan bercampur bingung jadinya,ingin ia lepaskan pelukan itu namun bisikan Raka setelahnya membuatnya tak jadi melakukan hal itu.


"Ini pelukan antar teman.Entah kenapa gue rasa lo butuh banyak pelukan hangat"bisik Raka pelan sambil memeluk Zia,tangan kanannya digunakan untuk mengusap pelan pucuk kepala gadis itu.


"Tanks"hanya itu kata yang keluar dari mulut Zia,sebelum akhirnya ia membalas pelukan dari Raka itu.