One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 17



"Gue pindahan dari Amerika,alasan pindah cuman mau cari suasana baru aja,kalau mau jadi gebetan lo mah sorry gue gak minat tapi kalau lo yang mau jadi gebetan gue ya silahkan"ujar Zia menjawab semua pertanyaan yang diberikan.


"Apa bedanya?"tanya cowok yang mau Zia jadi gebetannya.


"Soalnya kalau gue yang jadi gebetan lo itu artinya gue yang ngarep,kalau lo yang jadi gebetan gue itu lo yang mau.Tapi asal jangan minta kepastian aja sama gue"ujar Zia.


"Yah itu mah 11 12 sama di phpin dong"


HA...HA...HA...Suara tawa terdengar mengisi ruangan kelas itu.


"Rasain lo makanya jangan modus mulu!"


"Sialan lo pada"


"Udah udah malah ribut lagi,Zia silahkan duduk di kursi kosong di samping Neta"ujar ibu guru menyuruh Zia duduk di kursinya.


"Mana yang namanya Neta buk?"tanya Zia.


"DISINI ZIA,GUE YANG NAMANYA NETA"teriak seorang siswi dari bangku paling belakang.


"Nata jangan teriak teriak ini bukan pasar"tegur ibu guru melihat kelakuan siswi itu.


"Sorry buk,saya kan cuma ngasih tau aja biar Zia tau"ujar siswi yang bernama Neta itu.


"Zia silahkan duduk ke sana"ucap guru tersebut lagi.


"Baik buk"jawab Zia pergi menuju tempat duduknya yang berada di barisan dekat dinding dekat alias paling pojok.


"Hai kenalin gue Neta"ucap murid yang duduk di samping Zia mengulurkan tangannya.


"Hai Zia,salam kenal juga"ujar Zia sambil membalas uluran tangan cewek bernama Neta itu.


"Lo mau jadi sahabat gue gak?"tanya Neta pada Zia.


"Mau"jawab Zia tersenyum.


"Oke deal,kalau gitu mulai hari ini kita sahabatan"ujar Neta semangat.


"Kayak mau jual beli pakek deal dealanĀ  segala lo"ucap Zia pada Neta.


"Ya kan biar keren aja gitu"ujar Neta.


"Itu yang dibelakang nanti aja dilanjut ngobrolnya,fokus dulu ke depan"ucap Ibu guru bermaksud menegur keduanya.


Akhirnya Zia dan Neta segera memfokuskan perhatian ke depan dimana guru sedang menerangkan pelajaran dipapan tulis.


Kring...kring...kring...suara bel berbunyi tanda waktunya jam istirahat.


Dikelas Liona sekarang gadis itu akan bersiap siap menuju kantin dengan sahabatnya Rena,keduanya merupakan murid dari kelas 12 IPA 2.


"Ren kantin yuk"ajak Liona


"Yuk,eh adik lo jadi satu sekolah sama lo?"tanya Rena.


"Jadi"jawab Liona


"Kapan masuknya"tanya Rena


"Hari ini,tadi pagi aja datangnya bareng sama gue"ujar Liona.


"Yah..,kok gue gak liat sih"ucap Liona sedikit kecewa tak bisa bertemu dengan saudari sahabatnya itu.


"Muka lo gak usah kayak gitu,nanti pas di kantin gue kenalin deh"ujar Liona melihat muka sahabatnya itu.


"Bener ya,kalau gitu kita berdua susul ke kelasnya aja gimana?"ucap Rena antusias.


"Gue gak tahu kelasnya dimana"jawab Liona pada Rena.


"Telpon aja coba,tanyain dia dimasukin kelas mana"ujar Rena.


"Gue belum punya no.hpnya"ucap Liona


"Belum sempat minta"ujar Liona


"Yau dah ayok ke kantin,pasti dia juga di sana"lanjut Liona langsung menarik tangan sahabatnya itu keluar kelas menuju kantin.


Kembali ke kelas 12 IPS 1 dimana Zia berada,gadis itu sedang menyimpan buku dan peralatan didalam tas.


"Zia mau ke kantin bareng gue gak?"tanya Neta yang sudah berdiri didepan Zia.


"Mau,soalnya gue juga gak tau kantin dimana"jawab Zia menyetujui ajakan sahabat barunya itu.


"Yau dah yuk!"ujar Neta


Keduanya pun pergi menuju kantin,disepanjang koridor banyak murid lain yang memperhatikan keduanya khususnya Zia karena wajahnya yang tampak tidak familiar disekolah ini.


"Kenapa orang orang pada liatin gue sih?"ujar Zia heran melihat murid murid yang mereka lewati.


"Mungkin karena lo cantik kali,lagian udah biasa murid murid sini kalo gak kepo ya julit"ujar Neta.


Akhirnya keduanya sampai di kantin


"Dek!"panggil seseorang dari belakang mereka dan ternyata itu Liona bersama sahabatnya Rena.


"Eh lo,hai kak"sapa Zia pada saudarinya.


"Syukur deh,kakak kira lo gak tau kantin dimana"ujar Liona


"Emang gak tau,tapi untung Neta ajak ke kantin bareng"ucap Zia.


"Neta?"tanya Liona,ia melihat di samping saudarinya itu ada seorang gadis sepertinya itu yang dimaksud Zia pikir Liona.


Neta yang sadar sedang diperhatikan oleh Liona merasa kikuk terutama dia sangat tau siapa sosok Liona,siapa yang akan biasa saja jika ditatap penuh selidik oleh ratu sekolah.


"Ha..Hai gue Neta teman sekelas sekaligus sahabat barunya Zia,salam kenal"ucap Neta memperkenalkan dirinya.


"Halo juga,gue Liona dan ini Rena sahabat gue"ujar Liona memperkenalkan diri dan sahabatnya juga.


"Hai"sapa Rena.


Setelah itu keempatnya memutuskan untuk duduk di satu meja yang sama.


"Zia gue denger lo pindahan dari amerika ya?"tanya Rena.


"Iya kak,eh gue panggil kakak gak papa kan"ujar Zia memastikan.


"Boleh dong,Lio gue dipanggil kakak sama Zia"ucap Rena sombong pada Liona.


"Dek gue juga mau dipanggil kakak,masa Rena lo panggil kakak padahal baru kenal giliran gue yang notabenya kakak sendiri dari tadi lo kayak ragu gitu panggil gue kakak"ucap Liona protes tak terima pada Zia.


"Iya iya sorry,mulai sekarang gue bakal panggil lo kakak"ujar Zia mendengar protesan kakak yang lebih tua 8 bulan darinya itu.


"Zia gue gak mau lo panggil kakak juga?"tanya Neta ikut ikutan.


"Lo jadi sahabat gue aja udah,gak usah ikut ikutan kayak mereka"ujar Zia pada Neta.


"Hehehe,gue becanda kok"ucap Neta.


"Zia,gimana rasanya lama tinggal di Amerika?"tanya Rena


"Biasa aja sih,gak ada spesial spesialnya"jawab Zia.


"Masa sih gak ada hal yang menarik,di AS loh gue aja pengen ke sana kalau ada temen?"


Ujar Neta ikut penasaran dengan kehidupan Zia selama di Amerika.


"Ada sih sebenarnya tapi mungkin bagi orang pendatang atau yang baru tinggal di sana,sedangkan gue kan udah dari kecil tinggal di sana jadi bagi gue biasa aja sama kayak kalian yang udah tinggal lama di kota ini"


~Halo guys!ketemu lagi sama Author,gimana ceritanya menurut kalian semua?terus dukung dan ikuti cerita author ini ya,Jangan lupa juga komen,vote,like cerita ini.


Cerita ini bakal author updet setiap dua hari sekali~