One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 315



Zia duduk diam menatap adik adik kelasnya yang kebanyakan baru bergabung kedalam eskul basket tengah melakukan pertandingan latihan dilapangan indor bersama beberapa senior di eskul.Ia dapat melihat bagaimana para gadis itu berlari dan melompat serta bergerak dengan bebas leluasa dilapangan,Zia merasa iri pada kebebasan itu.Dulu beberapa tahun yang lalu,dirinya juga seperti itu.Namun perlahan pergerakan bebas itu terenggut oleh penyakit yang mulai menggerogoti tubuhnya sejak pertengahan sekolah menengah pertama,Zia perlahan mulai mengurangi waktu beraksi dilapangan dengan bola basket dan lebih sering duduk dibangku cadangan.


"Bagaimana menurutmu Zia,permainan para junior kita?"tanya Rindi,mantan ketua eskul basket kepada Zia.


"Permainan mereka bagus dan berenergi.Jika mereka mempertahankan hal itu,para senior tak perlu khawatir dengan masa depan eskul ini"jawab Zia sambil pandangan terus memperhatikan permainan dilapangan dihadapannya.


"Ya begitulah yang ku pikirkan juga...,"Rindi menoleh menatap Zia


"Mereka sudah mau selesaj.Zia bagaimana dengan tantangan satu lawan satu dengaku?sudah lama aku tak melihatmu dilapangan,mau menerima tantanganku?"ujar Rindi pada Zia,siswi itu berdiri dan mengulurkan tangannya mengajak Zia bergabung kedalam lapangan.


Zia menatap tangan Rindi yang terulur padanya,setelah berfikir sejenak akhirnya Zia menerima uluran itu kemudian beranjak dari tempatnya


"Baiklah tapi kau masih ingat limite ku kan?"


"30 menitkan?"Rindi mengatakan itu dengan nada bercanda.


"15 menit"ujar Zia.


Rindi dan Zia berjalan menuju pinggir lapangan kemudian Rindi meniup peluit yang sejak tadi memang dia bawa,membuat semua yang berggerak dilapangan berhenti dan menoleh kearahnya.


"Kalian bisa istirahat dulu guys,


sekarang biarin gue dan Zia mengendaliin lapangan dulu"ujar Rindi.


"Baik kak!"saut para gadis itu.


Sembari Rindi tengah bicara kepada yang lain,Zia menunduk meraih salah satu bola basket yang tersimpan dipinggir lapangan.


Suara pantulan bola terdengar saat Zia menggiring bola ketengah lapangan,ia menunggu Rindi disana.


Semua anggota eskul basket baik yang baru maupun para anggota yang akan segera meninggalkan eskul itu karena faktor kelas tigapun berkumpul dipinggir lapangan,menyaksikan duel mantan kapten basket mereka dan salah satu anggota eskul yang cukup jarang terlihat terlibat diclub.


Ditempat lain___


Nona Gia terlihat sedang memiliki tamu diruang kerjanya,tamu itu adalah Tuan Robert.Kalian masih ingat sosok mantan kakak kelas Zia saat SMA di AS ini bukan?


Tuan Robert terlihat sedang membaca berkas laporan proyek yang sedang perusahaannya kerjakan dengan perusahaan ANTARA GROB yang dimana Gia saudari tertua sebagai ketua tim yang bertanggung jawab dalam proyek kerja sama itu.


"So far everything goes according to the plans of both parties,it looks like you and your team have worked well Miss Gia(Sejauh ini semuanya berjalan sesuai dengan rencana kedua belah pihak,sepertinya anda dan tim anda sudah bekerja dengan baik nona Gia)"ujar Rober meletakkan berkas itu keatas meja didepannya lalu menatap nona Gia.


"It's good if you think you are like Mr.Robert. I am and my team really tried my best for this project (Baguslah jika menurut anda begitu tuan Robert.Saya beserta tim saya memang sangat berusaha semaksimal mungkin untuk proyek ini)"ujar Nona Gia setelah mendengar pendapat tuan Robert.


Tuan Ribert tersenyum tipis kemudian melirik kearah ponselnya yang ditaruh diatas meja


"Miss Gia"


"It's outside of our work with our work.But I want to ask if at this hour,Francis is usually busy? I sent a message to him since before but hasn't been responded to this day


(Ini diluar urusan kerja sama kita.Tapi saya ingin bertanya apakah di jam segini,fransis biasanya sibuk? Saya mengirim pesan padanya sejak tadi tapi belum direspon sampai saat ini)"tanya tuan Robert.


"About that, I have contacted my sister this morning to tell your arrival.But Zia said that she had a schedule for associations with all the eSkul basketball members in her school, after school hours ended. Maybe that's why Zia Great You haven't responded to your message Mr.Robert(Soal itu,saya sudah menghubungi adik saya tadi pagi untuk memberitahu kedatangan anda.Tapi Zia berkata kalau dirinya ada jadwal perkumpulan dengan semua anggota eskul basket di sekolahnya, setelah jam sekolah berakhir.Mungkin karena itulah kenapa Zia masih belum merespon pesan anda tuan Robert)"


ujar nona Gia menjawab pertanyaan tua Robert.


"So apparently.But did Miss Gia say about basketball? Wow I didn't expect that the girl still liked that one sport(Begitu rupanya.Tapi apakah nona Gia mengatakan tentang basket?wah saya tak menyangka kalau gadis itu masih menyukai olahraga yang satu itu)"ujar tuan Robert mendengar penjelasan dari kakak mantan adik kelasnya itu.


"Do you know if Zia likes basketball sports?(Anda tahu kalau Zia menyukai olahraga bola basket?)"nona Gia.


"Of course I know Miss Gia.I used to catch Francis to play basketball alone in the basketball in the basketball we used to be akadis in the basketball club, although it was never involved in the match even though his abilities were pretty good(Tentu saja saya tau nona Gia.Saya dulu sering memergoki fransis bermain basket sendirian dilapangan basket SMU kami dahulu.Gadis itu juga tergabung dalam club basket,walaupun tak pernah terlibat dalam pertandingan meski kemampuannya lumayan)"tuan Robert.


Skip___


15 menit hampir berlalu,Rindi dan Zia masih melakukan duel satu lawan satu dilapangan untuk memoerebutkan bola basket demi mencuri kesempatan untuk mencetak angka.Perolehan angka keduanya untuk saat ini masih seri yaitu 1:1.


Meski memperoleh angka yang seri namun dalam kondisi fisik terlihat ada perbedaan yang mencolok,meski sama sama sudah berpeluh tapi terlihat jelas kalau nafas Zia nampak tak beraturan.


Rindi menatap Zia yang menjadi rivalnya pada duel ini,ia bisa melihat kalau kondisi fisik gadis itu terlihat jelas bukan dalam kondisi prima.Rindi berhenti memantulkan bola dan memilih menahannya ditangannya,ia berjalan mendekat kearah Zia.


Puk...Rindi menepuk pelan punggung Zia.


"Kita sudahi saja,hasilnya seri"ujar Rindi.


"K-kenapa?"tanya Zia dengan nafas yang tak teratur.


"Kau sudah mencapai limite mu"jawab Rindi yang langsung merangkul santai pundak Zia menuju pinggir lapangan.


Pinggir lapangan_


"Kenapa tiba tiba berakhir kak?"tanya salah satu junior kita.


"Orang sibuk ini baru ingat kalau dirinya punya jadwal penting sebentar lagi"saut Rindi sambil melirik kearah Zia yang mulai meraih tas olahraganya.


"Benar begitu kak Zia?"adik kelas itu nampak masih kurang yakin.


"Y-ya,maaf.Kalian harus memaklumi orang sibuk sepertiku"ujar Zia.


"Gue pamit ganti baju duluan ya guys"pamit Zia lalu gadis itu buru buru meninggalkan area lapangan indor itu sambil menenteng tasnya.


"Kalian kalau mau lanjut main silahkan.Gue mau nyusul Zia dulu,ada yang kelupaan tadi yang mau gue bilang ke dia"setelah mengatakan hal itu Rindi buru buru menyusul Zia ke ruang ganti putri, entah kenapa Rindi merasa ada yang tak beres dengan kondisi anggotanya itu.