
"Bukannya kakak terlalu ngurusin Zia,tapi yang kakak tau dari Teo salah satu orang kepercayaannya Zia.
Zia itu bukan tipe remaja yang suka berteman akrab dengan orang lain apalagi yang namanya sahabat,makanya kakak rada kaget Zia udah punya sahabat disini padahal baru beberapa hari"jelas Arga kepada adik adiknya itu.
Kriet...Gia bangkit dari kursinya
"Aku mau berangkat kuliah dulu"ujar Gia.
"Dan Lio segera selesaikan sarapanmu dan berangkat kesekolah,jangan sampai terlambat"lanjut perempuan itu,setelah itu Gia langsung beranjak dari meja makan.
"Ah benar juga,kamu harus cepat ke sekolah Lio"ujar Arga kepada Liona adiknya.
"Tapi kak,Lio masih penasaran soal maksud perkataan kakak tadi tentang Zia"ujar Liona.
"Kita bisa bicarakan itu lain waktu, sekarang sana berangkat sekolah"saut kakak laki laki Liona itu.
"Baik kak"ujar Liona langsung segera beranjak untuk berangkat kesekolah.
Setelah Liona pergi berangkat kesekolah,Arga beralih kearah satu satunya adiknya yang masih tersisa dimeja makan bersamanya.
"Lyn kamu ada kelas hari ini?"tanya Arga kepada Lyn adiknya.
Lyn menghentikan kegiatan makannnya menoleh kearah saudara tertuanya itu kemudian menganggukkan kepala mengiyakan,lalu gadis itu langsung kembali pada kegiatannya tadi.
"Kalau kamu perlu apa apa kasih tau aja ke kakak ya,kakak yang bertanggung jawab buat ngurusin kamu sama yang lain"ujar Arga kepada Lyn.
"Hm"Lyn hanya berdehem singkat.
Dahlah Arga nyerah dan pusing mau cari topik pembicaraan apa lagi buat ngobrol sama adiknya yang satu ini, pemuda dua puluh satu tahun itu memilih diam saja dari pada ia terus mengoceh malah bikin saudarinya itu risih habis itu marah sama dia.
~Dimobil Neta~
Neta mengendarai mobilnya menelusuri jalan menuju SMA Hantara,jalanan pagi itu terbilang cukup padat karena orang orang banyak yang mau berangkat bekerja atau sekolah.
"Ta"panggil Zia.
"Ya Zi"saut Neta yang masih fokus pada setir kemudi.
"Alasan lo sebenarnya jemput gue karena apaan sih sebenarnya?"tanya Zia
"Lah bukannya tadi gue udah bilang ya"ujar Neta
"Kapan?"tanya Zia
"Itu yang gue bisikin pas diruang makan keluarga lo"jawab Neta.
"Apaan orang lo cuma ngomong bla bla bla doang trus suruh gue akting pura pura kaget dan minta gue bawa narik lo cepet pergi dari sana.
~Flasback on~
"Ooh,eh iya juga ya"Zia sadar akan sesuatu dan langsung menoleh kearah Neta.
"Lo kok tiba tiba jemput gue sih Ta?"tanya Zia ke Neta.
"Ooh ada,sini deketan"pinta Neta menarik Zia lebih dekat kepadanya, kemudian Neta membisikkan sesuatu didekat telinga Zia.
"Jadi gini bla bla bla.."Zia mengerutkan keningnya saat Neta berbisik dengan bahasa alien yang tak Zia mengerti,sampai mendengar bisikan sang sahabat selanjutnya membuatnya mengerti dengan tingkah aneh sahabatnya itu.
"lo akting kaget atau bereaksi
apalah sama apa yang gue omongin,trus tarik gue cepet dari ruangan ini"lanjut Neta masih dengan berbisik ditelinga Zia.
"Iya,makanya gue jemput lo kesini"saut Neta,ikut berakting juga.
"Wah emang harus cepet kesekolah nih kita"ujar Zia langsung memakai tas sekolahnya dipunggungnya,bersikap seperti orang yang terburu buru.
"Kalian ngomongin apa sih?"tanya Arga,suara sang kakak tertua Zia.
"Maaf kak Arga ku yang paling ganteng dikeluarga Antara setelah papa Renal"ucap Zia
"Bukan maksud tak mau menjawab atau merahasiakan sesuatu tapi ini adalah salah satu topik rahasia rahasia dari persahabatan Zia dan Shasa,jadi yang namanya rahasia tidak boleh ada yang tau"jelas Zia panjang lebar.
"Benar sekali,jadi maaf kakak semuanya"ucap Neta.
"Kalau begitu kita pergi dulu"Zia pamit sekali lagi langsung menarik tangan Neta untuk segera pergi meninggalkan area meja makan itu.
"Saya pamit dulu kak"pamit Neta cepat kepada keempat kakak dari sahabatnya.
Neta dan Zia menyelesaikan akting mereka dengan sangat baik dan natural sehingga tak ada yang curiga mereka tengah berpura pura.
~flasback off~
"Hehehe sebenernya sih gak ada alasan apapun sih cuma..."
"Cuma apa?"tanya Zia memotong perkataan Neta.
"Cuma gue agak merinding pas diruang makan keluarga lo itu"ujar Neta.
"Merinding kenapa?perasaan dikediaman keluarga gue itu gak ada riwyat angker deh"tanya Liona kepada sahabatnya itu.
"Gue merinding bukan karena ada makhluk halus tapi karena tatapan tajam plus dingin dari salah satu kakak lo"jelas Neta.
"Kakak gue yang mana nih,gue punya empat kakak asal lo tau?"Zia bertanya kakaknya yang mana yang dimaksud Neta.
"Ituloh kakak lo yang mukanya flat doang kayak tembok,gue lupa siapa namanya soalnya"jawab Neta memberitahu salah satu ciri ciri mana kakak Zia yang dia maksud.
"Ooh pasti yang lo maksud kak ketiga gue,kak Lyn"ujar Zia menyebut nama kakak ketiganya itu.
"Iya kali"saut Neta.
"Kalau kak Lyn mah gue akuin emang agak serem tapi lo tenang aja karena kata mami gue,kak Lyn emang udah dingin,datar,dan tatapannya rada tajam sejak kecil"ujar Zia sedikit menjelaskan karakteristik Lyn kakak ketiganya.
"Emang gitu ya?gue kira karena gak suka keberadaan gue disana,syukur deh kalau gitu"ujar Neta lega setelah mendengar penjelasan Zia.
"Gak mungkin,kakak gue yang satu itu tipe orang yang acuh dan gak pedulian sama sekitar"saut Zia,buat apa kak Lyn marah akan keberadaan Neta yang bertamu dirumahnya pikir Zia mustahil dan gak beralasan. Kecuali gak suka keberadaan dirinya,itu baru punya kemungkinan dn alasan yang jelas.
Mobil yang dipakai Neta memasuki gerbang sekolah,beruntungnya saat mereka sampai bel masuk belum berbunyi walaupun udah masuk menit menit mepetnya sih.
Setelah memarkirkan mobil,Zia dan Neta berjalan beriringan dikoridor sekolah hendak menuju kearah kelas mereka.Dan tentunya seperti biasa keduanya terutama Zia pasti selalu menjadi fokus perhatian bagi murid murid yang tak sengaja berpas pasan atau yang sedang ngumpul ngumpul didepan kelas dan tentunya kedua gadis itu tak memperdulikan sama sekali,keduanya sibuk pada dunia mereka.
"Hai Zia"sapa seseorang yang akhir akhir ini selalu membuat Zia muak bahkan Neta juga ikut muak dengan cowok yang dua hari ini gencar mendekati sahabatnya dan siapa lagi kalau bukan Ken siketua basket,dan jangan lupakan Juna yang selalu mengekori cowok itu.
Zia dan Neta menatap datar dua cowok yang menghadang jalan mereka
"Minggir"suruh Zia kepada Ken.
"Kamu balas dulu dong sapaan dari akunya"pinta Ken dengan sok akrabnya pakai aku kamu-an kepada Zia.
"No"ujar Zia langsung menarik Neta segera pergi dari sana,tak mempedulikan murid murid yang kebetulan berada disekitar situ melihat interaksi mereka dengan penasaran.