
"Ogah banget,itu mah jelmaan singa betina tukang palak legal kelas"ujar Danil.
"Gue laporin bu bendahara,mampus lo pak petu"ujar Zia.
"Nah iya laporin aja Zi,biar tau rasa nih orang"kompor Neta.
"Eh jangan dong,bisa mampus gue dihajar sama dia"mohon Danil langsung was was diadukan.
"Takut banget lo diliat liat"ujar Neta
"Ya jelas takutlah,siapa anak kelas kita yang gak takut kalau itu cewek ngamuk?"saut Danil.
"Gue gak takut tuh"ujar Zia.
"Bos mah emang beda,selain bos maksudnya"refisi Danil.
"Udahan yuk ngobrolnya,sekarang tujuan kita selanjutnya kemana nih Zu?"tanya Neta ke Zia.
"Gue ikut lo berdua deh maunya kemana"jawab Zia.
"Kalau gitu ayo,gue punya tempat main yang seru"ajak Danil.
"Skuy"saut Neta dan Zia,ketiganyapun kembali memasuki mobil dan pergi kearea pemakaman.
"Eh Ta,lo bawa hpkan?"tanya Zia kepada sang sahabat
"Bawa kok,emangnya kenapa?"saut Neta.
"Datanya lo matiin ya"suruh Zia.
"Lah emang kenapa harus dimatiin datanya?"tanya Neta heran dengan apa yang disuruh sahabatnya itu.
"Biar kalau ada yang nyariin gue nanti,mereka gak bisa hubungin lo"jawab Zia.
"Lah kenapa bos?"tanya Danil yang mendengar percakapan kedua gadis itu.
"Gua mau menghilang aja seharian ini,makanya tadi gue pergi gak bawa hp trus gue gak mau kalau misalnya ada yang menghubungi Neta buat nyari gue"jelas Zia.
"Hah lo beneran gak bawa hp Zi?"tanya Neta.
"Iya"saut Zia.
"Trus kenapa gue gak disuruh matiin hp juga bos?"tanya Danil.
"Gak akan ada yang ngeh kalau gue pergi sama lo Nil"jawab Zia.
"Iya juga ya"ujar Danil membenarkan.
"Oke deh gue bakal matiin data hp gue khusus buat lo Zi"ujar Neta setuju akan permintaan sahabatnya itu.
"Tapi bukannya gak asik ya kalau kita bakal jalan jalan seharian tapi gak bisa pos foto disosmed"lanjutnya
"Lo sama Danil kalau emang mau pos foto,nanti aja pas kalau mau jalan pulang kerumah dari jalan jalannya"jelas Zia.
"Oke"saut Neta dan Danil setuju.
~Kediaman Antara~
Saat ini Liona beserta ketiga kakaknya yaitu Arga,Gia,dan Lyn tengah berada ditaman kecil yang berada dirooftoof kediaman Antara.
Keempatnya tengah sibuk memasang berbagai macam hiasan untuk kejutan ulang tahun untuk sibungsu Zia, mereka gak tau aja anaknya udah melalang buana entah kemana sekarang.
Arga dan Liona terlihat sangat bersemangat dan exaitide mempersiapkan semuanya,berbeda dengan Gia dan Lyn yang sudah jelas mau terlibat karena keterpaksaan atas perintah papa mereka.
Meskipun papa dan mama mereka tengah berada di Australia saat ini tapi sang papa sengaja memerintahkan orang suruhannya untuk memastikan kalau keenpat anaknya tidak memiliki jadwal diluar rumah khusus hari ini, bahkan keempatnya diliburkan dari kegiatan kuliah,sekolah,dan pekerjaan dikantor.
"Kak Arga,kayaknya hiasannya udah selesai semua nih"ujar Liona kepada kakak pertamanya itu.
"Kuenya juga udah selesai,sepertinya kita udah siap buat kejutannya"ujar Arga.
"Tunggu apalagi,ayo kita panggil Zia dikamarnya"lanjut Arga mengajak ketiga saudarinya.
Keempatnya pun meninggalkan area taman rooftoof untuk segera menuju kekamar sibungsu,Arga dan Liona berjalan dengan semangat didepan sedangkan Gia dan Lyn dengan langkah malas mengikuti keduanya dari belakang.
Tok...tok...tok...sesampai didepan pintu kamar Zia,Arga langsung mengetuk pintu kamar adik bungsunya itu.Tapi sepertinya tidak ada sautan dari sang pemilik kamar.
Tok...tok...tok...Arga terus mengetuk pintu kamar itu tapi tetap saja gak ada respon dari dalam.
"Zia ayo buka,ini kakak"ujar Arga tapi tetap tak ada respon,kening laki laki itu menyergit heran begitu juga dengan tiga saudarinya.
Arga akhirnya memutuskan untuk membuka pintu kamar itu,tangannya bergerak memutar knop pintu kamar Zia.
"Gak dikunci"gumamnya pelan melihat pintu kamar yang langsung terbuka, Arga mendorong pintu itu sampai terbuka lebar kemudian masuk kedalam kamar.
"Loh,Zia nya mana kak?"tanya Liona heran tak menemukan keberadaan adiknya didalam kamar.
"Lio,Zia gak sekolahkan hari ini?"tanya Arga pada Liona adiknya.
"Enggak kak,kemarin malam kan udah Lio ceritain Zia diskor hari ini"jawab Liona kepada kakaknya.
"Mungkin itu anak pergi dari sini kali"ujar Gia dari belakang.
"Gia"ujar Arga pada kembarannya itu.
"Maksud gue mungkin dia ada dilantai bawah atau ruangan lain,gak usah natep gue tajem jitu"ujar Gia.
"Ah bener juga,ayo mencar cari Zia sekarang"suruh Arga kepada ketiga saudarinya itu.
Gia,Lyn,dan Liona menuruti perkataan kakaknya untuk berpencar mencari keberadaan Zia diseluruh area kediaman keluarga mereka itu,Arga juga tentunya ikut mencari keberadaan adiknya itu setelah memastikan sekali lagi kalau Zia benar benar tak ada didalam kamar itu.
Tiga puluh menit kemudian___
Arga memasuki ruang keluarga dengan langkah yang cepat disana sudah ada ketiga saudarinya yang menunggu terlebih dahulu disana
"Gimana kalian udah nemuin Zia dimana?"tanya anak laki laki tertua tuan Renal itu kepada ketiga adiknya itu.
"Gue gak nemuin dimana itu bocah"jawab Gia terlebih dahulu menjawab.
"Gak ada"jawab Lyn sambil menggelengkan kepalanya singkat.
"Kalau kamu gimana dek?"tanya Arga beralih ke Liona saudari ketiganya.
"Lio gak nemuin Zia kak,bahkan pas Lio tanya sama semua pelayan dan penjaga pun mereka gak ada satupun yang liat Zia sejak pagi tadi"jawab Liona.
Hah...Arga membuang nafasnya setelah mendengar jawaban Liona adiknya,ia mendadak mendadak menjadi khawatir namun dirinya berusaha untuk tetap tenang.
*Ah iya,mungkin Zia pergi keperusahaannya kali ya?gue harus hubungin Teo*batin laki laki itu mendapatkan ide,ia segera mengambil hpnya didalam sakunya kemudian mencari nama orang kepercayaan adiknya itu didaftar nama kontak hpnya.
"Kakak mau nelpon siapa?"tanya Liona
"Jangan telpon mama sama papa,nanti mereka khawatir lagi gara gara anak itu"ujar Gia kepada kembarannya itu.
"Bukan mama papa,kakak lagi ngehubungin Teo orang kantornya Zia"saut Arga kepada dua saudarinya itu,sedangkan Lyn sejak tadi sudah duduk disofa ruang keluarga.
"Halo Teo"sapa Arga setelah Teo menjawab panggilan teleponnya.
"Halo Arga,ada apa nih nelpon pagi pagi?"saut Teo dari seberang sana.
"Maaf gue ganggu lo pagi pagi,ini gue mau nanya.Zia ada diperusaannya gak?"tanya Arga kepada Leo.
"Enggak,Zia gak ada diperusahaan.Dia kan gak punya jadwal hari ini, emangnya kenapa?"tanya Leo
"Ini Zia gak ada dirumah dan orang rumah juga belum liat adik gue dari tadi"jawab Arga.
"Zia sekolah kali,ini kan masih hari sekolah"ujar Teo.
"Nah itu dia masalahnya,Zia hari ini gak sekolah karena diskor dan tadi pas kita cek kamarnya buat ngasih kejutan ulang tahun tapi adik gue malah gak ada.Trus kita juga udah cek disemua tempat dikediaman ini tapi gak ada juga"jelas Arga pada Teo.
"Kejutan ulang tahun?tutup dulu teleponnya,tunggu bentar gue mau kebandara dulu bentar trus langsung kesana.Tut...tut...tut..."ujar Teo langsung mengakhiri pembicaraan itu secara sepihak.
"Halo Teo Teo,hah dimatiin lagi"ujar Arga melihat layar hpnya.