
"Oh itu kar..."belum lagi Danil selesai menjawab tapi sudah dipotong terlebih dahulu oleh Zia.
"Kita bertiga lagi diskor kak"ujar Zia.
*Cks ngerusak image gue aja*batin Danil kesal.
"Loh kok kalian bisa diskor?"tanya kak Anya penasaran.
"Danil berantem kak,saya sama Zia juga terlibat sih"jawab Neta sambil tersenyum miring sambil melirik Danil,membuat Danil yang mendengarnya bertambah kesal.
*Ayo rusak citraku ini terus kawan*batin Danil.
"Lain kali jangan berantem lagi, meskipun kakak baru kenal kalian tapi kakak bisa ngeliat kalian itu anak yang baik.Kalau ada masalah usahain dengan cara tenang bukan emosi atau bahkan sampai berantem"ujar kak Anya menasehati tiga anak remaja itu.
"Baik kak"saut ketiganya sambil menganggukkan kepala.
"Kalau begitu kami permisi dulu kak"ujar Zia pamit meninggalkan toko.
"Baiklah,kalian hati hati dijalan"pesan kak Anya.
"Dan untuk Zia,selamat ulang tahun"ucap wanita pemilik toko bunga itu.
"Terimakasih kak"balas Zia.
"Sampai jumpa lagi"ucap Danil,Zia, dan Neta secara bersama sebelum benar benar meninggalkan toko.
"Oke sekarang tujuan kita selanjutnya mau kemana lagi nih bos"tanya Danil setelah ketiganya masuk kemobil.
"Ini"ujar Zia kembali menyerahkan secarik kertas kecil ke Neta sedangkan Neta langsung menunjukkan ke Danil.
"Lah inikan tempat pemakaman,ngapain kita kesana?"ujar Danil tampak kaget setelah membaca alamat yang tertera dikertas itu.
"Seriusan?"tanya Neta langsung membaca isi kertas itu karena tadi ia tak membacanya dahulu.
"Lah iya,lo gak salah tulis alamatkan cil?"tanya Neta ikut memastikan.
"Tujuan kita selanjutnya emang kesana,buat nganter buket bunga ini.
Gue janji cuma bentar kok"ujar Zia kepada Danil dan Neta.
"Tempat tujuan kita kok tambah lama tambah aneh sih Zi?"tanya Neta.
"Cuma dua ini aja,setelah ini kita pergi ketempat yang lo berdua mau sampai sore"ujar Zia.
"Okelah,ayo jalan Nil"pinta Neta ke Danil.
"Siap"saut Danil mulai menjalankan mobil kembali meninggalkan area parkir toko bunga kak Aya tadi menuju tujuan mereka selanjutnya.
~Area pemakaman~
Danil dan Neta saat ini tengah mengikuti Zia untuk menelusuri area salah satu pemakaman elite dikota ini,area pemakaman ini sebenarnya gak ada unsur seremnya sama sekali jika dilihat dari penampilannya.Ya tapi yang namanya area pemakaman,mau seindah sekeren apapun tempatnya ya tetep bikin badan kita rada merinding kalau lagi disana.
Zia yang berjalan beberapa langkah dari dua rekannya itu terlihat biasa saja dan seperti tak merasa takut sama sekali,gadis yang hari ini resmi menginjak usia 17 tahun itu tampak berjalan santai sambil memegang buket bunga ditangannya.
Setelah hampir lima menit barulah Zia terlihat berhenti disebuah makam yang terlihat sangat bersih dan rapi,ia berjongkok dan langsung meletakkan buket bunga yang ia bawa tadi dengan sedikit disanndarkan kebatu nisan makam itu namun tak sampai menutupi tulisan yang tertera disana.Setelah itu Zia menggenggam kedua tangannya dan memejamkan kedua matanya mulai berdoa,Danil dan Neta yang sejak tadi sudah berdiri tepat dibelakang Zia tampak memperhatikan kegiatan gadis itu.
Neta yang penasaran makam siapa yang tengah mereka datangi itu langsung melihat kearah batu nisan dimakam itu
CELINE FRANS ANTARA
Tanggal Wafat:30-06-xxxx
Alangkah terkejutnya Neta setelah membaca hal itu,bukan hanya dia tapi Danil juga terlihat tak kalah terkejut.Keduanya sontak langsung melakukan kontak mata seolah olah saling memberitahu kekagetan mereka, keduanyapun langsung memilih mengikuti kegiatan Zia yang tengah berdoa.
Zia membuka kedua matanya kembali dan menurunkan tangannya,gadis itu tersenyum sendu menatap makam yang baru pertama kali ia lihat ini.
"Tapi Zia janji akan datang kesini sesering mungkin"lanjut Zia.
Danil dan Neta yang berdiri tepat dibelakang Zia tentu mendengar jelas perkataan itu,keduanya memilih untuk menutup mulut rapat rapat membiarkan dan memberi waktu kepada sahabat untuk lebih lama disana.Sedangkan keduanya sibuk dalam pikiran masing masing
*Gue tau mama kandungnya Zi udah gak ada,tapi gue baru tau kepergian mamanya tepat dihari kelahiran sahabat gue.Kok gue punya sahabat kuat banget sih?*batin Neta menatap sendu punggung sahabatnya itu.
*Ini kenapa orang selalu bilang jangan ngeliat sesuatu dari covernya aja,Bos ips1 ini kuat sama keren banget sampai salut gue*batin Danil.
Zia berdiri kemudian berbalik melihat kearah Danil dan Neta
"Sorry ya,agak lama"ucapnya kepada dua sahabatnya itu.
Sedangkan Danil dan Neta yang mendengar permintaan maaf dari gadis itu langsung menggeleng kompak.
"Enggak usah minta maaf Zi,kita paham kok"ujar Neta.
"Iya,kalau bos butuh waktu lebih lama lagi juga gak papa"ujar Danil turut berbicara.
"Enggak usah ini udah cukup kok,ayo kembali mobil"saut Zia melangkah mendahului kedua sahabatnya itu sedangkan Danil dan Neta masih diam ditempat.
"Halo tante,saya Neta sahabatnya Zia.Beristirahatlah dengan tenang,saya akan menjaga Zia dengan baik"ujar Neta sambil membungkuk sebentar seolah olah sedang memperkenalkan diri kepada mendiang mamanya Zia.
"Saya Danil tante,ketua kelasnya Zia.Saya juga bakal berusaha bantuin Neta buat jaga Zia"ujar Danil ikut memperkenalkan diri.
Setelah itu keduanya berpamitan dan langsung segera menyusul Zia yang sudah berada cukup jauh dari mereka, dengan sedikit berlari akhirnya keduanya bisa menyusul Zia dan berjalan sejajar dengan gadis itu.
"Lo berdua ngapain kok lama nyusulnya"tanya Zia kepada mereka
"Gue mau nyapa sekaligus kenalan sama mamanya sahabat guelah"jawab Neta sambil merangkul sahabatnya itu.
"Kalau gue sih mau kenalan sama calon mama mertua"jawab Danil,tentu saja cowok itu tidak serius tapi ia hanya bercanda.
"Dih Anaknya gak buka hati buat cowok,Lagian mana mau mama gue punya calon mantu kayak lo"ujar Zia meladeni candaan Danil itu.
"Padahal gue itu tampan dan kece masa gak bisa masuk seleksi sih?"ujar Danil.
"Sahabat gue ini anti romantik kawan"ujar Neta.
"Betul sekali besti,gue orangnya emang anti romantik"saut Zia membenarkan.
"Kalau lo gimana Ta,mau jadi calon jodoh gue gak?"tanya Danil ke Neta.
"Gak deh Nil,foto poster oppa oppa yang ditempel didinding kamar gue masih lebih menarik"tolak Neta.
Mereka sudah sampai diparkiran mobil.
"Yaudah deh,fiks artinya gue emangĀ ditakdirin buat gebet kak Anya kalau gitu"ujar Danil.
"Gak usah kak Anya Nil,dikelaskan lo udah punya permaisuri cantik"ujar Neta.
"Siapa?"tanya Danil.
"Itu buk bendahara kelas"jawab Neta.
"Ogah banget,itu mah jelmaan singa betina tukang palak legal kelas"ujar Danil.
"Gue laporin bu bendahara,mampus lo pak petu"ujar Zia.
"Nah iya laporin aja Zi,biar tau rasa nih orang"kompor Neta.
"Eh jangan dong,bisa mampus gue dihajar sama dia"mohon Danil langsung was was diaduka.