One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 237



Didalam ruangan dokter Linda___


"Kalau begitu saya pamit dulu dokter"ujar Zia sambil beranjak dari tempat duduknya,gadis itu berpamitan kepada dokter Linda.


"Baiklah,minggu depan jangan lupa datang lagi dan berkabarlah jika merasakan sesuatu pada tubuhmu"ujar dokter Linda ikut beranjak dari tempatnya.


"Siap dokter,akan saya lakukan"jawab Zia.


Setelah itu Zia berbalik dan berjalan menuju pintu ruangan hendak keluar,namun gadis itu seketika membeku ditempat dan langsung berkeringat dingin saat menemukan seseorang yang cukup dia kenal berdiri ditepat dibalik pintu.


Dokter Linda berjalan menuju kearah pasien mudanya itu,disaat melihat pasien mudanya itu tiba tiba diam mematung didepan pintu.


"Ada apa Zia kenap..."perkataan dokter Linda terhenti seketika disaat melihat putrinya berdiri didepan mereka,mata putrinya terlihat sedikit memerah menatap dirinya dan juga Zia pasien mudanya.


"Siapapun,aku butuh penjelasan sekarang juga"ujar Rena menatap bundanya dan Zia secara bergantian.


Zia menelan ludahnya berat kemudian menetralisir kondisinya lalu berkata


"Jangan disini"ujar gadis itu, langsung menarik lengan Rena pergi menjauh dari sana,meninggalkan dokter Linda dengan keterkejutannya sekaligus beberapa pertanyaan yang timbul tiba tiba dikepala wanita itu.


*Putriku kenal dengan Zia?*batin


Wanita yang berprofesi sebagai dokter sekaligus bundanya Rena itu bertanya dalam hatinya.


"Sudah beberapa menit berlalu,masih belum berniat menjelaskannya nona Zia Antara?"ujar Rena kepada Zia sehingga gadis itu akhirnya mulai berbicara.


"Kak Ren mau mendengar cerita?"


tanpa menunggu tanggapan atau sautan dari Rena,Zia mulai menceritakan segalanya yang mungkin akan menjawab semua pertanyaan sahabat dari salah satu saudarinya itu.


Beberapa tahun yang lalu___


Seorang gadis muda terdiam menatap kosong pintu sebuah ruang rawat yang berada tepat dihadapannya,didalam sana ada salah satu sosok terpenting dalam hidupnya yang baru saja dinyatakan telah berpulang untuk selama lamanya.


Lima belas yang lalu padahal gadis yang baru saja menginjak tahun pertamanya disekolah menengah tingkat pertama alias SMP itu sedang berada disekolahnya untuk menimpa ilmu,namun tiba tiba beberapa bawahan sosok yang telah berpulang itu datang menjemputnya dan sekaligus mengatakan kalau kakeknya dalam keadaan kritis.Namun kabar duka langsung ia dapatkan sesaat setelah ia sampai dirumah sakit tempatnya berada saat ini, dunia gadis muda yang baru beranjak remaja itu langsung runtuh seketika.


"Kakak sudah menghubungi keluarga Antara diIndonesia,papa-mu meminta supaya kakekmu dimakamkan disana satu tempat dengan makam mendiang nenek dan juga mama kandungmu"ujar seorang wanita muda datang menghampiri gadis muda itu.


"Jenazah tuan Antara akan segera dipindahkan dari kamar rawat untuk dipersiapkan akan keberangkatan dengan pesawat besok pagi,kamu dan kakak serta kak Teo akan ikut bersama pesawat yang akan membawa mendiang tuan Antara"lanjut wanita muda itu,dia adalah kak Anna.


Hening,gadis muda itu hanya diam tak bergeming sedikitpun.Tatapan kosong seolah olah tak ada jiwa yang berada didalam tubuhnya,melihat itu membuat kak Anna hanya bisa menghela nafas paham akan seberapa hancurnya sang adik angkat sekarang.


Sesuai dengan yang kak Anna katakan tadi,berangkar yang diatasnya terbaring sosok yang baru saja berpulang dibawa keluar dari dalam ruang rawat dan melewati dua perempuan berbeda usia itu.Setelah berangkar itu berlalu dengan para perawat yang membawanya,Anna segera mengajak adik angkatnya untuk pulang dengan cara memapah gadis itu.