One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 291



Zia dan Neta selesai menghabiskan nasi goreng mereka,Zia yang menyuap sendiri dan Neta yang dibantu disuapi oleh Raka karena tangan kanannya yang tak bisa digunakan untuk sementara waktu.


"Rak,obat gue jadi lo ambil ditas dikelas?"tanya Zia.


"Oh jadi kok,bentar...,"Raka mengambil sebuah botol kaca kecil dari dalam saku almamaternya lalu menyerahkannya kepada Zia"Nih,gue gak salah ambilkan?"tanya Raka sembari membukakan tutup botol air minum untuk Neta.


"Enggak,bener kok ini"ujar Zia yang langsung meminum beberapa pil didalam botol kaca itu dengan bantuan air mineral yang dibawa Raka tadi.Huf...


"Nanti gak ada niatan kerumah sakit Zi?Gue temenin deh"tanya Neta yang menatap khawatir sahabatnya itu,namun Zia langsung menggelengkan kepalanya.


"Gak perlu Ta.Lagian kata bu dokter gue emang bakal sering kayak gini"ujar Zia kepada Neta,ia menyimpan botol obatnya kedalam saku almamaternya sendiri sebelum ada orang lain yang masuk dan melihat botol obat itu ditangannya.


"Lagian nanti pulang sekolahkan,kita ada jadwal ketemu sana kak Ilen" lanjut Zia.


"Iya sih.Eh sekarang liat dong isi galeri yang dibilang Raka tadi"pinta Neta ke Zia.


Zia-pun meraih hp Raka yang tadi dia letakkan didepannya,gadis itu mulai membuka galeri didalam hp Raka itu dan melihat isi terbarunya.Zia terdiam beberapa saat setelah menemukan beberapa potret dan sebuah vidio singkat yang berisi Liona dan Ken,hanya sebentar sebelum akhirnya ia menyerahkan hp itu kepada Neta.


"Oh yang ini,gue sama Neta udah tau kok itu bakal terjadi hari ini"ujar Zia kepada Raka.


"Hooh,udah tau kita mah"ujar Neta,ia langsung mengembalikan hp ditangannya kepada pemiliknya.


"Kalian tau dari mana?"tanya Raka.


"Dari orang dalamnya Zia"jawab Neta.


"Oke kalau lo berdua udah tau,terus sekarang kita bertiga harus apa?rencana ini bakal tetep lanjut atau stop sampai disini karena Liona dan Ken udah jadian"tanya Raka kepada Zia dan Neta.


"Bener tuh..."Neta melihat kesekitar dan kearah pintu yang masih tertutup rapat "Gue sama Zia gak begitu yakin kalau Ken beneran tulus sama Liona,


soalnya orang dalamnya Zia bilang kalau itu cuma bagian rencana tuh cowok buat deketin Zia"lanjut Neta kali ini memelankan suaranya mirip seperti orang berbisik.


"Oke jadi tetep lanjut ya"ujar Raka setelah mendengar jawaban dari dua gadis itu.


Setelah itu suasana didalam UKS mendadak jadi hening,ketiga remaja yang ada didalam sana kini terlihat larut dalam pikiran masing masing hingga suara bel tanda jam istirahat berakhir menyadarkan mereka bertiga.


"Eh udah bel tuh,gue mau balik kekelas dulu.Lo berdua bakal masih tetep disinikan?"tanya Raka kepada Zia dan Neta,kedua gadis itupun mengangguk pelan mengiyakan.


"Kalau gitu nanti gue izinin sama guru kalian yang masuk entar,lo berdua jangan berkeliaran tapi.


Disini aja,kalau ada apa apa kirim pesan aja.Hp gue bakal gue aktif-in selama dikelas nanti"ujar Raka memberikan pesan kepada Zia-Neta, kedua gadis itu kembali mengangguk.


"Yaudah,gue pergi dulu"pamit Raka lalu pergi berlalu meninggalkan ruang UKS,membuat kini hanya tersisa dua sahabat yang masing masing tidak dapat disebut dalam kondisi baik.


Neta dengan gips yang nembalut sempurna lengan kanannya,Zia sendiri yang terlihat dengan wajah pucat karena penyakitnya yang sempat sedikit kambuh tadi.


"Sekarang kita harus ngapain Zi?"tanya Neta kepada Zia.


"Tidurlah,ngapain lagi"jawab Zia yang langsung membaringkan diri kembali diatas dipan kecil UKS, lanjut memejamkan matanya.


Melihat Zia yang akan tidur untuk beristirahat,Neta jadi kepikiran untuk tidur juga tapi dirinya sedang tidak mengantuk kini.Oleh sebab itulah pilihan terakhirnya hanya memainkan hpnya saja.