
Zia menyeruput teh yang tersaji dihadapannya dengan perlahan,ia letakkan kembali gelas teh itu diatas tatakan kemudian mendongak menatap laki laki seusia sang papa yang tengah duduk berhadapan dengannya.Tuan Dirga.
"Jadi kenapa kamu meminta bertemu dengan paman,nak?"tanya tuan Dirga kepada gadis remaja dihadapannya ini,bukan tanda dirinya tak senang atau merasa kerepotan karena harus menemui gadis itu.Melainkan tuan Dirga hany sedikit heran tiba tiba Zia menelpon dan ingin bertemu hanya dalam kurang dari tiga puluh menit.
"Hanya ingin saja,dirumah terlalu ramai dan kak Lyn kebetulan sedang sibuk kuliah hari ini.Aku tak begitu tertarik untuk langsung pulang ke rumah selepas ujian di sekolah,jika keperusahaan maka kak Anna akan siap sedia mengomeli sampai telingaku panas"ujar Zia menjawab pertanyaan paman Dirga.
"Begitu rupanya...,"kepala tuan Dirga nampak mengangguk pelan mendengar jawaban gadis itu
"Seharusnya kamu langsung mengunjungi paman ke perusahaan paman saja,atau ke butik istrinya paman.Kamu tau nak,papa mu bisa sangat marah jika sampai foto pertemuan kita didapat olehnya" lanjut tuan Dirga.
"Tak apa,amarah papa bukan segalanya"jawab Zia santai.
"Lagi pula,aku tidak mau menjadi tukang coba baju dadakan jika sudah berada dibutik milik tante"lanjut gadis itu.
Hahaha...tuan Dirga tertawa mendengar jawaban gadis itu
"Kamu baru dua kali kesana tapi sudah kapok,apa kabar dengan putra paman yang sejak lahir sudah jadi tukang coba baju butik mamanya"ujar pengusaha itu.
"Pasti putra paman orang yang sangat sabar"saut Zia.
"Kamu benar nak"ujar tuan Dirga membenarkan.
Hening terjadi beberapa saat diantara kedua manusia yang berbeda usia itu.Kalian ingin tau dimana Zia sekarang?jawabannya adalah mereka tengah berada disalah satu kafe yang letaknya tak begitu jauh dari gedung perusahaan milik tuan Dirga berada.
"Paman"panggil Zia.
"Ya kenapa?"tuan Dirga menyaut panggilan itu.
"Menurut paman,apakah diatas sana mama sudah bangga padaku atas semua pencapaianku?"Zia.
Tuan Dirga langsung tertegun mendengar pertanyaan tak terduga dari gadis remaja dihadapannya ini,
suasana yang tadi terbilang cukup santai langsung berubah seketika menjadi serius dicampur perasaan sendu.
"Tentu saja nak,Celine pasti sangat bangga melihatmu nak.Paman sangat mengenal bagaimana mama mu,Celine pasti selalu bangga dengan sekecil apapun pencapaian yang kamu lakukan Zia"ujar tuan Dirga.
Senyuman langsung terbit dibibir Zia mendengar hal itu
"Paman tau,mama sangat beruntung mengenal sosok seperti paman.Dan aku sekarangpun begitu,terima kasih"ucap Zia entah apa tujuannnya tapi gadis itu tiba tiba merasa perlu untuk berterima kasih kepada gadis itu.
Meski terasa aneh bagi tuan Dirga namun laki laki itu mengangguk
"Terima kasih juga sudah tumbuh menjadi remaja yang sukses dan baik nak.Karena impian Celine yang ingin punya anak perempuan secantik putri dongeng telah terkabul"ujar tuan Dirga.
Ditempat lain___
Liona tengah duduk dipinggir lapangan basket HANTARA,sepulang sekolah selepas ujian tadi sang kekasih yaitu Ken memang memintanya untuk menemani bermain Basket sebentar dilapangan basket sekolah.
Tap...tap...tap...
"Kamu tunggu disini ya,aku main basketnya cuma setengah jam-an kok"ujar Ken yang baru datang setelah ganti baju dari seragam menjadi baju khusus untuk bermain basket miliknya.
"Iya Ken,tapi aku pinjam hp kamu boleh sambil nunggu?hp aku hampir lowbet soalnya"ujar Liona pada Ken.
"Boleh,kamu pakai aja.Paswortnya tanggal lahir aku ya"ujar Ken sambil mulai melakukan gerakan pemanasan.
Setelah pemanasan selesai,Ken langsung memasuki lapangan membawa bola basketnya dan mulai fokus pada kegiatannya itu.Sedangkan Liona meraih hp Ken yang mulai memainkan hp kekasihnya itu sambil menunggu Ken usai dengan kegiatannya.
Liona iseng iseng membuka semua aplikasi yang tak terkunci dihp Raka,mulai dari apk sosmed hingga apk yang sejujurnya tak bergitu digunakan setiap saat seperti Apk kalkulator.Liona berhenti sejenak menatap menu kontak disana,gadis itu melirik sejenak kearah sang kekasih yang nampaknya sibuk sendiri dengan bola basket ditangan.Jiwa penasaran dan kekepoan mendarah dagingnya langsung muncul kepermukaan,setelah menimang nimang akhirnya Liona menekan menu itu dan langsung muncullah derestan daftar kontak yang tersimpan dihp Raka.
Awalnya nampak aman,bahkan ia sempat berbunga bunga melihat dengan nama apa nomor teleponnya disimpan oleh sang pacar.
Tak lama gadis itu jadi salfok dengan sebuah nama yang terlihat sangat mencurigakan dari penamaannya, terlebih tiga simbol hati yang ditaruh disana.Bahkan pada nama kontaknya saja hanya ditaruh satu simbol itu,Liona mencoba berpositif kinking dan berfikir mungkin itu nama kontak untuk mamanya Ken.
Love❤️❤️❤️
Namun segala pikiran positif itu langsung sirna bersama senyumannya disaat Liona mulai membaca deretan angga yang merupakan nomor telepon itu,deretan angka itu terasa sangat familiar.
Liona kembali melirik kearah Ken yang masih asik sendiri dilapangan,
ia buka Apk pesan dan mulai mencari nama kontak Love❤️❤️❤️ untuk melihat isi pesan Ken dengan sang pemilik nomor itu.Hanya butuh beberapa saat sampai Liona harus bersusah payah mempertahankan ekpresinya tetap sama sekaligus bersusah payah menahan air matanya yang terasa mulai memenuhi pelupuk matanya.
Ken:
Pagi Zia cantik.
Aku melihat kamu sering berduaan dengan Raka disekolah,apa kamu sedang membuatku cemburu cantik?
Kamu berhasil,aku cemburu.Aku tak suka kamu tersenyum dan saling bertatapan dengan Raka,jauhi cowok itu dan jadi milik ku saja.
Tiket bioskop?
Aku ingin menonton bioskop denganmu cantik,bukan dengan kakakmu itu.
Zia sayang,aku masih sangat menyukaimu asal kamu tau itu.
Ayo berpacaran denganku,jika kamu tak mau memutuskan hubungan dengan Raka maka aku tak apa menjadi yang kedua.
Love❤️❤️❤️:
Hentikan Ken!Sadarlah!
Hapus perasaanmu itu,ingat lo udah punya pacar dan dia saudari gue.
Jadilah pacar yang baik untuk Liona.
Raka:
Aku tidak mau berhenti,aku menyukaimu bukan Liona.
Aku menjadikan Liona pacarku hanya untuk bisa tetap dekat denganmu,jika tidak kamu akan menjauhiku.
Menghapus perasaan?bagaimana kamu menyuruhku untuk melakukan itu, sedangkan kamu semakin hari semakin mempesona dan membuatku gila atas perasaan yang ku rasakan Zia.
Love❤️❤️❤️:
Dasar Bajingan Gila!
Raka:
Aku gila karena jatuh cinta padamu beb.
Suatu saat nanti kamu akan jadi milikku.
_____________&&______&&________&&&___&_____
Maaf ya sebulan terakhir jarang banget up bab baru,bukannya gak mau tapi selain faktor cuaca yang gak jelas yang berpengaruh kepada sinyal jaringan.Akhir akhir ini author juga mengurangi menulis dulu,entah kenapa kepala sama mata author tuh sering pusing kalau terlalu lama dibawa fokus terutama didepan layar hp.Kayaknya lensa mines di kaca mata author,ukurannya udah gak pas lagi sama mines matanya author deh.
Jadi sabar sabarin aja dulu ya,Oke👍.