One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 132



Kring...kring...kring...bel petanda pulang sekolah berbunyi,terdengar suara sorakan gembira murid murid karena jam pulang sekolah yang dipercepat soalnya guru guru akan mengadakan rapat lagi untuk persiapan UTS yang diadakan lusa.


Zia dan Neta yang sejak pertengahan jam istirahat berdiam diri didalam perpustakaan tentunya ikut beranjak dari sana,Neta menyuruh Zia untuk langsung keparkiran saja dan menunggunya didekat mobil miliknya sedangkan ia akan kekelas sebentar untuk mengambil tas mereka berdua.


Zia yang memang sedang malas bolak balikpun langsung mengiyakan perkataan sahabatnya itu,toh itu inisiatif sahabatnya itu sendiri bukan dia yang menyuruh.


Jadilah sekarang Zia sedang berdiri dan dengan santai bersandar disamping mobil milik Neta untuk menunggu sang pemilik datang, dari tempatnya itu ia bisa melihat murid murid Hantara lalu lalang disekitarnya.Ekspresi Zia yang tadinya terlihat tenang perlahan memudar dan berganti menjadi ekspresi muak setelah melihat beberapa orang yang ia kenal datang mendekat kearahnya dari dua arah yang berbeda,orang orang itu adalah Liona dan Shasa serta dari arah lain mendekat pula Ken dan Juna.


Keempat orang itu berjalan semakin mendekat dan akhirnya sampai ditempat Zia berada,gadis itu langsung menegakan tubuhnya yang tadi bersandar pada bagian samping mobil Neta.


"Hai degemku"sapa Rena menjadi yang pertama menyapa Zia.


"Hai kakak keceku,mau pulang?"tanya Zia membalas sapaan Rena sambil tersenyum.


"Aduh aduh Jun pegangin gue Jun" pinta Ken memegang dadanya dan seperti orang yang hendak jatuh pingsan.


"Loh kenapa lu bos?"tanya Juna menahan berat badan Ken dari belakang.


"Jantung gue kayaknya lari deh, karena baru ngeliat bidadari senyum"ujar Ken ternyata hanya berniat menggombali Zia saja.


"Ye,kirain lo mau mati"ujar Juna mendorong badan Ken kedepan.


"Ya enggaklah,gue gak bakal mati sebelum dapetin hati bidadari"ujar Ken sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Zia,Zia hanya bisa memutarkan bola matanya malas melihat hal yang menurutnya menjijikan itu.


Sedangkan Liona yang sejak tadi mendengar dan melihat bagaimana Ken berusaha merayu Zia membuat hatinya panas,namun disisi lain ia merasa lega karena sang adik terlihat tak menggubris rayuan cowok idamannya itu.


"Liat noh Zia kayaknya males banget dengar gombalan basi lo kawan"ujar Juna.


"Mana ada,lagian ini itu cuma permulaan aja kali.Gue yakin suatu saat nanti gue bakal bisa dapetin hatinya Zia,iya gak cantik"ujar Ken dengan penuh percaya diri ia berusaha merangkul pundak Zia namun dengan cepat Zia menepis tangannya itu.


"Jangan sentuh gue dan soal perkataan lo tadi,gue bakal pastiin lo gak bakal bisa dapetin hati gue bahkan sampai gue mati sekalipun. Camkan itu!"ujar Zia dengan penuh penekanan disetiap katanya.


"Hahaha...kasian banget lo bro ditolak lagi ditolak lagi"ujar Juna meledek Ken.


"Diem lo"ujar Ken kesal mendengar ledekan Juna,kemudian ia langsung beralih kembali ke Zia.


"Yaudah kalau hari ini kamu nolak aku,tapi hari ini mau pulang bareng sama aku dong?"ujar Ken yang sepertinya tak pernah kehabisan akal untuk mendekati Zia.


"Gak"tolak Zia tanpa basa basi.


Batu saja Ken hendak membuka mulut hendak bicara lagi,Zia kembali berbicara.


"Jun"panggil Zia kepada Juna rekannya Ken.


"Kenapa nih Zia?"saut Juna.


"Lo mau gue kasih traktiran seminggu nggak?"tanya Zia kepada Juna.


"Maulah,siapa yang gak mau traktiran"jawab Juna langsung terlihat sumringah,soalnya ia suka iri sama temen temen sekelasnya Zia yang sering dapat traktiran dari gadis itu sedangkan teman sekelasnya bahkan Kenpun gak ada yang bisa diharapkan untuk seperti itu.


"Eh tunggu,pasti ada syaratnyakan?" Tebak Juna dan sepertinya tebakannya benar karena terlihat Zia yang langsung bersemirik.


"Jelas adalah mana ada yang gratis didunia ini,tapi tenang aja syaratnya gampang kok"ujar Zia.


"Apaan syaratnya?"tanya Juna.


"Lo singkirin temen lo ini menjauh dari hadapan gue sekarang"ujar Zia dengan raut wajah datar.


"Siap"ucap Juna langsung.


"Eh eh lo mau bawa gue kemana,woi! Juna!"terdengar protesan dari Ken saat Juna langsung dengan sigap mengapit lehernya dan membawanya menjauh dari hadapan Zia.


"Gak usah protes,ini demi kesejahteraan perut gue seminggu"ujar Juna.


Huf...Zia menghela nafasnya lega setelah kepergian satu parasit itu, Zia sekarang beralih kearah Liona dan Neta.


"Dek jangan kasar kasar gitu sama Ken,kasian tau"ujar Liona terlihat cemberut,sepertinya gadis itu tak terima dengan yang barusan.


"Masih syukur itu cowok gak gue depak dari kota ini Lio"saut Zia.


"Eh jangan gitu juga,nanti kalau kakak kangen sama dia gimana?"ujar Liona.


Sumpah!Zia dan Rena langsung merasa ingin muntah mendengar kalimat bucin yang diucapkan Liona tadi,tapi mereka menahan ekspresi mereka supaya gadis yang mudah mengambek itu tak tau.


"Mungkin Liona mau lo terima Ken kali Zi"ujar Rena.


"Ooh gitu"ujar Zia,tentunya Liona langsung terbelalak mendengar hal itu.


"Ya gak gitu juga,udah bagus tadi lo cuek dek"ujar Liona nampak langsung kesal.


"Gue juga gak bakal nurutin ucapan kak Ren kali Lio,nambah beban hidup gue aja itu"ujar Zia kepada Liona.


Tap...tap...tap...suara langkah kaki terdengar mendekat kearah tempat dimana ketiga gadis itu berada,itu adalah Neta yang berlari kesana.


Hah...hah...hah...terdengar suara nafas gadis itu tersengal sengal akibat berlari tadi.


"Sorry Zi,gue tadi dipanggil ketua eskul bentar"ucap Neta kepada Zia, gadis itu langsung memberikan tas milik Zia kepada orangnya.


"Gak papa,tanks udah ambilin tas gue"saut Zia langsung menerima tas miliknya itu.


"Gak usah makasih segala ah"ujar Neta,gadis itu menoleh kesamping menyadari kalau bukan hanya dia dan Zia saja yang ada disana.


"Eh ada Lio sama kak Ren,kalian kok belum pulang?"tanya Neta kepada dua orang itu.


"Ini juga mau pulang kok dek,cuma gue mau nemenin Lio dulu buat nyamperin Zia.Mau ngajak pulang bareng soalnya"jawab Rena.


"Ooh,eh tapi Zia kan bakal pulang bareng gue Lio"ujar Neta kepada Liona kakak dari sahabatnya.


"Ih kok gak bareng kakak aja dek?"tanya Liona kepada Zia.


"Gue sama Neta aja,lagian bukannya lo bilang bakal pergi ketoko buku sehabis sekolah"saut Zia.


"Iya gue yang nemenin dek"bukan Liona yang menjawab melainkan Rena.


"Ba..."


Drtt...drtt...drtt...suara hp langsung menghentikan Zia yang hendak mengatakan sesuatu,gadis itu langsung mengangkat panggilan telepon yang ia terima itu.


"Eh duluan masuk mobil ya,mau ngangkat telepon soalnya dan Kak Ren tanks udah mau nemenin Lio ketoko buku"ujar gadis itu langsung masuk kedalam mobil Neta.


"Iya Zi,sama sama"saut Rena,meskipun belum tentu Zia mendengarnya.


"Kalian langsung pulangkan Ta?"tanya Liona kepada Neta.


"Enggak Lio,soalnya Zia nanti harus ketemu orang penting dulu"jawab Neta sambil menggelengkan kepalanya.


"Siapa sih orang pentingnya?dari tadi pagi itu mulu gue denger,lo kenal?"tanya Liona


"Kenal sih gue kenal,tapi siapa orangnya?gue gak bisa kasih tau lo siapa Sorry"jawab Neta.


"Kalau begitu,kayaknya gue harus cabut soalnya kasian nanti Zia telat.Permisi"pamit Neta langsung bergerak masuk kedalam mobilnya.


Dan tak lama berselang,mobil milik gadis itu mulai menyala dan bergerak mulai meninggalkan area parkiran.


Tit..tit..tit...klakson mobil itu sengaja dibunyikan Neta untuk berpamitan lagi kepada Liona dan Rena.