One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 304



Hari sudah memasuki sore,Zia yang masih menetap diruangan tempatnya dirawat terus berulang kali menatap kearah pintu seperti menanti kedatangan seseorang.Gadis itu bahkan tak menghiraukan keberadaan kedua kakak kembarnya yang duduk disofa tak jauh darinya yang tengah bergelut karena sesuatu serta kedua orang tuanya yang duduk disebelah ranjang rumah sakit yang ia tempati sekarang.


Tuan Renal yang menyadari kalau putri bungsunya terus berulang kali menatap kearah pintu-pun akhirnya bertanya


"Kamu kenapa liatin kearah pintu terus sih nak,ada janji kalau seseorang akan datang?"tanya laki laki paruh baya itu kepada anak bungsunya itu.Zia sendiri menoleh kearah papa-nya kemudian hanya menjawab pertanyaan sang papa dengan sebuah gelengan singkat,lalu gadis muda itu kembali menatap pintu ruangan.


Kening tuan Renal sedikit menyergit,


anak bungsunya menggeleng dan itu berarti tidak ada tapi kenapa gadis itu selalu menatap kearah pintu seakan menanti seseorang datang dari pintu itu.Papa lima anak itu menoleh menatap istrinya,namun nyonya Sela hanya bisa mengangkat kedua bahunya pelan melihat tatapan tanya dari suaminya itu lalu berbisik pelan.


"Putri bungsumu sudah bertingkah seperti ini sejak siang tadi"bisik nyonya Sela pelan supaya hanya sang suami yang mendengarnya.


Kriet...pintu ruangan terbuka dan semuanya langsung menoleh kearah pintu itu,rait wajah Zia nampak berubah menjadi semangat namun dalam sekejap langsung berubah menjadi raut wajah kecewa setelah melihat siapa yang datang.Hal itu tak luput dari penglihatan kedua orang tuanya.


"Hai Zia,kakak datang"Liona terlihat memasuki ruang inap Zia dengan senyuman,nampaknya suasana hati gadis itu sedang bagus.


"Hai Lio"ucap Zia membalas sapaan saudarinya itu.


"Pa ma"sapa Liona beralih kepada kedua orang tuanya.


"Hai Lio,kok udah sore baru dateng.


Ada kegiatan-kah disekolah?"tanya sang mama.


"Ya deh mah"jawab Liona,tatapan gadis itu beralih kearah sofa


"Loh kak Arga sama kak Gia juga disini toh,tumben terlebih kak Gia"komen Liona saat menemukan kakak kembarnya disofa.


"Katanya kerjaan mereka dikantor hari ini cepat selesai,tapi papa gak tau tuh mereka bohong atau gimana"ujar tuan Renal kepada anak keempatnya itu.


"Sana samperin gih,dari tadi gelut mulu kedua kakak-mu itu"suruh nyonya Sela kepada putri bungsunya itu.


"Oke ma"ujar Liona lalu langsung menghampiri kedua kakak kembarnya.


Disofa_


"Tumben baru nongol lo dek?"ujar Arga melihat kehadiran adiknya itu.


"Ada urusan tadi kak"ujar Liona mengambil posisi duduk diantara kedua kakak kembarnya itu.


"Urusan apa urusan,bilang aja abis pacaran"ujar Gia dengan nada meledek.


"Dih apaan sih kak"ujar Liona.


"Gak usah marah,benerkan habis pacaran?"kak Gia.


"Hehehe"Liona langsung nyengir.


"Kakak jadi heran,Gia trus kamu sama Zia yang paling muda udah punya pacar.Kok bisa gitu ngelangkahin kakak?"ujar Arga yang baru menyadari kalau tiga diantara empat saudarinya sudah punya pujaan hati masing masing.


"Mana sendirian,itu Lyn masih jomblo"saut Arga.


"Yakin banget lo kalau adik lo yang satu itu masih jomblo,gimana kalau udah ada?"ujar Gia menyerang kembarannya itu.


"Gak mungkin ada,orang saudari kita yang satu itu 11 12 jelmaan kutub utara mana cuek minta ampun lagi" ujar Arga dengan sangat yakin,namun perkataan Liona adiknya setelah ini malah membuatnya overkinking.


"Gak tentu juga sih kak,buktinya Zia yang keliatan cuek dan acuh sama cowok aja pas disekolah malah udah punya pacar.Mana sempat Ldr-an lagi US-Indonesia"ujar Liona.


Kembali ke Zia dan kedua orang tua mereka.


Drrt...ponsel Zia yang berada diatas nakas berbunyi,sang pemilik yang hendak meraihnya langsung di dahului oleh sang mami yang membantu mengambilkan.


"Ini"


Zia menerima ponselnya itu dari sang mami lalu membuka pesan yang masuk,itu pesan dari pak Hendri supir pribadinya.


Pak Hen:


Nona muda,saya baru saja mengantar nona Lyn ketempat yang kakak nona minta.


Nona Lyn berpesan kepada saya untuk disampaikan kepada anda,nona Lyn mengatakan kalau dirinya akan menemui anda nanti malam.


Nona Lyn sudah sempat mampir kerumah sakit tadi untuk menemui dokter yang menangani anda lalu pergi kembali.


Nona Lyn mengatakan anda pasti paham penyebab kenapa dirinya tak mampir ke kamar Anda.Nona Lyn juga berkata untuk tidak mengkhawatirkannya karena dirinya hanya butuh waktu sebentar untuk sendiri.


Itu saja nona.


^^^Zia:^^^


^^^Baik pak Hen,terima kasih atas laporannya.^^^


Pak Hen:


Sama-sama nona muda.


Dan cepat sembuh nona muda.


Zia menyimpan ponselnya kembali dengan bantuan maminya,raut wajah gadis itu nampak terlihat menjadi cerah.


"Biar papa bantu"ujar sang papa saat melihat dirinya hendak mengubah posisi menjadi berbaring.


"Kamu ingin beristirahat sayang?"tanya sang mami,Zia langsung mengangguk dan tersenyum tipis.


"Hm,aku ingin istirahat"jawab Zia.