
Tuan Renal duduk gelisah diruangan kerja pribadinya dikediaman keluarga Antara,kini laki laki yang merupakan seorang ayah dari 5 anak itu terus menatap pintu ruangan yang masih tertutup.Laki laki paruh baya itu tengah menunggu kehadiran putri bungsunya keruangan itu,tuan Renal tadi memang meminta Zia putri bungsunya untuk datang menemuinya diruangan kerjanya tersebut selepas makan malam.
Tok tok tok...
Kriet...akhirnya yang ditunggu tunggu datang,pintu ruangan itu perlahan terbuka dan terlihatlah kedatangan seorang gadis remaja memasuki ruangan itu lalu melangkah mendekat kearah meja kerja tuan Renal.
"Akhirnya kamu datang nak,ayo duduk didepan"tuan Renal langsung mempersilahkan putri bungsunya itu untuk duduk kursi didepan diseberang meja kerjanya,sehingga kini papa dan anak itu duduk saling berhadapan.
"Jadi ada apa,papa memanggilku untuk bicara disini?"Zia langsung bertanya saja tujuannya dipanggil kesana.
"Ada yang ingin papa bicarakan padamu dan ini sangat penting"
Zia menegakkan posisi duduknya mendengar hal itu,bersiap mendengar hal penting yang akan papanya itu katakan padanya.
"Papa ingin memintamu melakukan sesuatu putriku,dan papa harap kamu dapat menurutinya"ujar sang papa,membuat Zia semakin penasaran dengan apa yang akan papanya ingin dirinya lakukan.
"Zia tentu akan dengan senang hati menurutinya,jika itu memang penting"
tuan Renal tentu langsung tersenyum senang dan bersemangat serta merasa optimis dalam saat bersamaan,rasa takut serta ragu yang papanya Zia ini rasakan tadi langsung meluap entah kemana.
"Jadi?"ujar Zia.
"Papa meminta padamu untuk memutus hubungan dengan tuan Dirga"ujar tuan Renal terdengar tegas bagi masuk kedalam idra pendengaran Zia.
Melihat tak ada respon dari putrinya,tuan Renal melanjutkan perkataannya.
"Jangan temui laki laki itu Zia,baik kamu yang meminta pertemuan ataupun orang itu.Bahkan jangan berkomunikasi dengannya,jauhi dia nak.Itu adalah permintaan papa padamu"tandas tuan Dirga menyelesaikan perkataannya,kini mari lihat bagaimana reaksi yang putri bungsu laki laki itu berikan.
Wajah tenang Zia yang terpampang sejak masuk ruangan tadi langsung berubah menjadi wajah bingung dan keheranan menatap papanya.
"Apa alasannya papa memintaku harus melakukan hal itu?"tanya gadis remaja itu.
"Ini demi kebaikanmu nak.Orang itu,
dia bukan orang baik.Orang itu akan membawa pengaruh buruk untukmu,dan papa tak mau pengaruh buruk itu mempengaruhimu.Jadi jauhi orang itu"
ujar papanya Zia.
"Orang itu punya nama pa,paman Dirga punya nama.Tak baik memanggilnya dengan sebutan orang itu.Selain itu Zia tak merasa kalau paman Dirga pembawa pengaruh buruk,malahan sebaliknya.Paman Dirga adalah pembawa angin segar bagi putri papa ini"ujar Zia pada sang papa.
"Kamu membelanya?itu artinya kamu tak akan menuruti permintaan papa?
kamu tadi sudah berjanji akan melaksanakan permintaan papa,Zia" ujar tuan Renal pada sang putri.
"Aku memang berjanji diawal,tapi jika itu adalah hal yang penting namun ini bukanlah hal yang penting pa.Ini hal sepele menurutku"ujar Zia.
"Tapi Bagi Papa Ini Hal Yang Penting Zia!"tuan Renal tanpa sadar sedikit meninggikan suara kepada putrinya itu,membuat Zia sedikit tersentak.
"Pa,aku butuh berkomunikasi dengan paman Dirga.Paman Dirga mengetahui banyak hal tentang mama,ia bisa menceritakan banyak hal padaku.Salah satunya adalah kisah mamaku saat masih muda"ujar Zia mencoba untuk bersabar.
"Siapa?"
"Hah?"
"Siapa yang papa maksud masih ada banyak orang itu?"Zia masih mencoba menahan dirinya.
"Masih ada kakak angkatmu Anna bukan?atau yang lain juga bjsa"ujar tuan Renal.
Zia langsung berdiri dari tempat duduknya diikuti oleh sang papa
"Kak Anna sudah menceritakan semua yang dirinya tau tentang mama padaku.Dan yang lain yang mana lagi papa maksud,keluarga ini?dikeluarga ini jangankan menanyakan banyak hal tentang mamaku,mengucapkan satu hal yang berhubungan dengan mama saja sudah seperti mengucapkan kalimat terlarang!"ujar Zia,gadis itu mencengkram tangannya mencoba mengendalikan diri supaya tak lepas kendali.
"Siapa Yang Bilang Kalau Itu Kalimat Terlarang?Keluarga kita tak pernah mengatakan hal itu Zia,itu hanya perasaanmu saja nak"tanya tuan Renal sambil menatap putri bungsunya itu.
"Memang tak ada yang mengatakannya langsung tapi tingkah laku kalian selama ini yang mengatakannya, termasuk papa! Zia sudah sabar dan dapat memaklumi hal itu meski berat. Tapi kini saat aku menemukan seseorang yang datang dengan sukarela menceritakan tentang mamaku,kenapa papa melarangku denga alasan yang tak jelas?!itu tak adil!"seru Zia
"Tak semuanya harus adil Zia,ini demi kebaikanmu dan semuanya.Apa Sulitnya Menuruti Permintaan Papa,
Cobalah menjadi Penurut Seperti Kakakmu!"ujar tuan Renal,entah tak sadar atau berpura pura tak sadar tapi tuan Renal seolah tak melihat sang putri yang tengah berdiri dihadapannya itu tengah benar benar menahan emosi supaya tak meledak.
"Tapi aku tak mau berada dipihak yang selalu menerima ketidak adilan itu pa.Oleh sebab itu maaf,tapi kali ini Zia menolak menuruti permintaan papa"ujar Zia.
"Kalau begitu papa tak akan menjadikan ini sebagai sebuah permintaan,tapi perintah!"
Baiklah,Zia benar benar menatap papanya dengan tak habis pikir dengan isi benak orang tuanya ini
"Lalu jika berubah menjadi perintah,papa kira aku akan menurutinya?"tanya Zia papanya.
"Harus!Tidak Ada Yang Dapat Menolak Perintah Papa dikeluarga Ini Nak!"ujar tuan Renal tegas.
"Kalau begitu papa salah soal itu. Aku akan tetap menolak perintah papa itu"balas Zia.
"Kamu Harus Menurut Zia,Ingat Kamu Dibesarkan Oleh Kakekmu Sebagai Keturunan Antara.Kamu Harus menuruti Perintah Pimpinan Keluarga Ini!"ujar papanya Zia dengan sangat Tegas, namun tak berpengaruh bagi Zia.
"Aku akan tetap membantahnya"ujar Zia,setelah itu ia mulai beranjak menuju kearah pintu keluar hendak meninggalkan ruangan itu.Zia tak peduli kalau papanya sudah terlihat seperti seseorang yang akan mengeluarkan amarah besar,sebelum membuka pintu itu Zia berhenti sejenak dan mengatakan sesuatu.
"Dan ya papa salah akan sesuatu. kakek bukan hanya membesarkan sebagai seorang Antara,tapi juga sebagai seorang keturunan Fransisco.
Aku punya hak penuh untuk membantah, tapi satu hal yaitu papa tak berhak penuh untuk mengaturku"setelah mengatakan hal itu,Zia benar benar pergi dari ruangan kerja papanya.
Tinggallah kini tuan Renal yang terduduk dan termangu setelah mendengar perkataan terakhir putri bungsunya itu sebelum pergi keluar dari ruangannya,6 kata terakhir itu terus berputar dibenak laki laki paruh baya itu
Papa tak berhak penuh untuk mengaturku~
Papa tak berhak penuh untuk mengaturku~
Papa tak berhak penuh untuk mengaturku~