
Siang___
Gia memarkirkan mobilnya ditempat parkir yang ada disebuah gedung perusahaan,setelah selesai baru wanita muda itu turun dari dalam mobilnya.Gia menatap gedung yang terlihat tak kalah besar dari perusahaan papanya,dan sekaligus menjadi tempat dimana dirinya bekerja saat ini. F'Company,perusahaan salah satu perusahaan yang masuk dalam list perusahaan yang patut diperhitungkan pengaruhnya oleh orang orang yang bergelut didunia bisnis perusahaan.
Meski gengsinya tinggi namun sebagai seseorang yang sudah terjun didunia pekerjaan ini,Gia harus rela menekan ego demi mengakui kalau perusahaan milik istri kedua papanya ini adalah hal yang hebat.
Gia memutuskan untuk tak membuang waktu lebih banyak lagi,ia berjalan memasuki area lobi perusahaan dan segera menghampiri meja resepsionis.
"Selamat siang,ada yang bisa saya bantu?"sambut seorang resepsionis perempuan dengan raut wajah ramah sedikit terlihat kaget,jangan heran kenapa resepsionis itu kaget.
Siapa yang tidak kaget melihat seorang putri pebisnis sekaligus pengusaha hebat tuan Renal Antara berada didepannya sekarang apalagi pembawaan Gia yang kini terlihat serius dan sedikit galak,membuat resepsionis itu secara otomatis merasa terintimindasi.
"Saya ingin bertemu dengan bos kalian,apa orangnya ada?"ujar Gia memberitahu tujuannya tanpa banyak basa basi.
"Maaf sebelumnya nona.Tapi bos saya yang mana maksud nona?Pak Teo,nona Anna,atau nona muda pimpinan?"tanya resepsionis itu hati hati.
"Zia,saya ingin bertemu dengannya"jawab Gia akhirnya menyebut nama saudarinya yang tak pernah dia anggap itu,ia terpaksa menyebut nama gadis itu meski malas karena Gia tak tahu apa panggilan gadis itu disini.
"Oh maksud nona,nona muda pimpinan"
ujar resepsionis.
"Kalau begitu mohon tunggu sebentar nona,saya akan memeriksa terlebih dahulu jadwal dan memastikan apa nona muda pimpinan ada diruangannya atau tidak"lanjutnya.
"Hmm"Gie berdehem menandakan dirinya setuju untuk menunggu.
1 menit kemudian...
"Maaf nona,tapi menurut keterangan sekrestaris.Nona muda pimpinan sudah memiliki jadwal untuk bertemu dengan saudari tertuanya yang akan datang kesini siang ini,maaf tapi sepertinya nona tidak bisa bertemu dengan pimpinan saya saat ini"ujar sang resepsionis itu hati hati.
"Saudari,tapi say..."
"Loh nona Gia,apa yang nona lakukan disini?"belum selesai Gia bicara namun sudah dipotong dengan perkataan seseorang yang datang tiba tiba.Orang itu adalah Teo,Gia mengenal suaranya cukup baik.
"Kak Teo,halo selamat siang"sapa Gia pada laki laki itu.
"Siang juga"balas Teo.
"Ada apa ini?dan Gia,kamu ada perlu apa berkunjung kesini?"tanya Teo kepada resepsionis dan juga Gia yang merupakan saudari tertua dari bos mudanya.
"Jadi begini pak Teo,nona Antara ini ingin bertemu dengan nona muda pimpinan.Tapi tidak bisa"resepsionis itu mulai memberitahu apa yang terjadi kepada sang atasan,sedangkan Gia hanya diam membiarkan siresepsionis menjelaskan apa yang terjadi.
"Loh kenapa tak bisa,pimpinankan ada disini?"tanya Teo kepada resepsionis
"Sekretaris nona muda pimpinan mengatakan kalau nona muda sudah punya janji lain dengan saudari tertuanya"jawab sang resepsionis,
Teo mengangguk angguk pelan mengerti apa yang terjadi.
"Baiklah saya paham tapi sepertinya ada mis komunikasi disini"ujar Teo.
"Maksud pak Teo?"tanya resepsionis itu tak mengerti maksud sang atasan.
"Nona Gia ini itu adalah orang yang dimaksud oleh nona muda pimpinan,
dia adalah saudari tertua dari pimpinan kita"jelas Teo,yang membuat sekrestrisnya tampak syok dan kaget saat ia mengatakan kalau wanita yang sekrestisnya itu ketahui sebagai putri tuan Renal Antara ini adalah saudari dari bosnya dan itu artinya.
Teo terkekeh pelan melihat respsionis itu terlihat kaget dan syok dengan pernyataannya barusan,
tapi ia bisa memaklumi itu.
"Baiklah kalau begitu,nona Gia biar saya yang urus.Kamu lanjutkan pekerjaanmu"ujar Teo kepada resepsionis itu.
"Baik pak Teo"jawab resepsionis itu.
"Ayo nona Gia,biar saya antar keruangan pimpinan"ajak Teo kepada Gia,wanita muda itu mengangguk oelan dan kemudian mulai melangkah mengikuti Teo yang berjalan satu langkah didepannya.
"Berarti nona muda Zia itu,putri dari tuan Renal Antara juga dong.Wah berarti putri putri bungsu..." resepsionis itu bergumam tak percaya dengan fakta sebagus ini,jadi tak sabar dia menunggu jam makan siang yang akan tiba sebentar lagi.