One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 153



Zia berjalan memasuki ruang ujian nomor sepuluh,ruangan yang akan ia tempati selama seminggu lebih kedepan.Kehadiran gadis itu didalam ruangan itu langsung saja menjadi pusat atensi para murid yang sudah ada didalam ruangan itu,suara bisik bisik seperti biasa mulai terdengar.


"Bukankah di anak pemilik sekolah itu?"


"Dia sangat cantik seperti Liona"


"Tentu saja,keturunan Antara memang gak ada yang gagal"


"Tapi menurutku auranya lebih kuat dari Liona"


"Aku setuju,Zia terlihat lebih berkarisma"


Zia tak mempedulikan hal itu karena sudah biasa menjadi pusat perhatian sejak pindah kesekolah keluarganya ini.


Gadis itu lebih memilih mencari letak dimana tempat duduknya dengan cara melihat nomor tempat duduk yang tertera dikartu ujian,tak butuh waktu lama baginya menemukan meja tempat duduknya.


Zia duduk dibangkunya yang berada dibarisan paling belakang deret ketiga dari pintu masuk kelas,setiap satu meja akan ditempati dua murid secara acak.Melihat bangku disebelahnya masih kosong jadi sudah pasti teman sebangkunya selama ujian belum datang,Zia tak peduli siapa yang akan menempati kursi disebelahnya itu.Namun gadis itu berharap siapapun murid itu,semoga bukan tipe murid yang mengganggu.


Zia memasang AirPonds miliknya disalah satu telinganya,ia memutuskan untuk mendengar musik saja sambil menunggu pengawas ujian masuk.


Kriet...Zia merasakan ada pergerakan disebelahnya,ia menoleh.


"Lo?"ujar Zia setelah mendapati Raka sudah duduk dikursi disebelahnya.


"Gue duduk disini"ujar Raka.


"Ooh"saut Zia menganggukkan kepalanya singkat,setelah itu ia fokus mendengarkan musiknya kembali sambil bersandar kebelakang dan memejamkan kedua matanya.


Namun itu tak berlangsung lama,AirPons yang ada ditelinga kanannya dilepas oleh seseorang. Kedua matanya yang terpejam terbuka kemudian ia menoleh kearah samping sambil menaikkan salah satu alisnya


"Pengawas ujian sudah datang"ujar Raka padanya.


Zia langsung memperbaiki posisi duduknya tadi mendengar Raka mengatakan pengawas sudah datang,


Raka yang hendak mengembalikan AirPons milik Zia terhenti karena mendengar intrupsi dari pengawas ujian.


"Semuanya menghadap kedepan;tidak boleh menoleh kekiri dan kanan selama ujian berlangsung;jika sudah selesai ujian angkat tangan;jangan ada yang bekerja sama atau berlaku curang lainnya karena jika ketahuan,kalian akan langsung disuruh keluar dan nilai kalian akan diastikan tidak tuntas"ujar pengawas ujian dengan tegas.


"Kalian paham?!"


"Paham Pak"saut peserta ujian dikelas itu.


Setelah menberitahukan peraturan yang berlaku selama ujian,dua pengawas yang ditugaskan dituangan itu mulai membagikan lembaran soal dan kertas jawaban dari mata pelajaran yang akan dilangsungkan.


"Silahkan kerjakan sekarang"ujar pengawas ujian1,memberi intruspi untuk memulai ujian.


Lima puluh menit dari satu setengah jam waktu ujian yang ditetapkan telah berlangsung,suasana diruangan sepuluh terlihat sangat tenang.


Meski terlihat beberapa raut wajah yang terlihat pusing melihat soal ujian,tapi ada juga beberapa orang yang nampak tenang tenang saja.


Raka dan Zia contohnya,dua murid yang berasal dari dua jurusan berbeda itu tampak sama sama lihai mengerjakan soal ujian masing masing.Raka yang nampak tak kesulitan sedikitpun saat memecahkan soal soal matematika yang berupa isian,angka angka yang tersusun rapi tanpa coretan terlihat ia torehkan dikertas jawabannya dan kertas buram miliknya yang terlihat sudah cukup penuh.Zia sendiri tak jauh berbeda, gadis itu juga terlihat santai mengerjakan soal Akutansi yang memusingkan bagi beberapa orang.


Baginya soal soal seperti itu jauh lebih mudah dikerjakan daripada mengurus laporan perusahaan miliknya,ia bahkan sempat sempatnya mengunyah permen karet dimulutnya.


Setelah memastikan tidak ada jawaban yang keliru atau tertinggal,Zia mengangkat tangan kanannya keatas.


Disusul Raka yang duduk disebelahnya


"Kalian berdua sudah selesai?"tanya pengawas ujian2 kepada Zia dan Raka.


"Ya buk"jawab kedunya tanpa sadar berbicara serentak.


Semua peserta ujian sontak langsung melihat kearah gadis itu dengan tatapan kaget dan kagum,bagaimana mereka dengan cepat menyelesaikan soal ujian.


"Kalau begitu ayo antar lembar jawaban dan kertas buram kalian kedepan,lembar soal tinggalkan saja disana"intrupsi pengawas ujian1.


Kriet...bunyi bangku yang digeser kebelakang,Raka dan Zia berjalan maju kedepan menuju kedua meja pengawas yang berbeda.Raka mengumpulkan lembar jawabannya kepada pengawas1 sedangkan Zia kepada pengawas2,hal ini karena mereka berasal dari jurusan yang berbeda.


"Kertas buram kalian itu,buang ke tong sampah"ujar salah satu pengawas itu.


Raka dan Zia hanya menanggukkan kepala mereka saja,keduanya berjalan keluar dari ruang ujian dengan acuh.


Sesampai diluar ruangan ujian,kedua orang yang sudah selesai duluan itu tanpa ada niatan saling berbicara sedikitpun langsung berjalan kedua arah yang berbeda.Zia yang sudah pasti akan menunggu Neta dikantin, sedangkan Raka sepertinya akan menuju keruangan OSIS.


~Skip~


Neta berjalan tergesa gesa menuju kearah kantin,ia tadi tak bisa menemukan sahabatnya diruangan sepuluh jadi kemunhkinan besar sahabatnya itu ada dikantin saat ini.Mengingat kemampuan Zia yang cepat dalam mengerjakan berbagai macam soal latihan selama ini, mungkin sahabatnya itu menyelesaikan soal ujian dengan cepat juga.


Memasuki area kantin,Neta tak butuh waktu lama untuk menemukan keberadaan sahabatnya itu yang tengah duduk dimeja yang sama dengan Liona dan Rena.Gadis itu dengan segera menghampiri sahabatnya itu


"Udah gue duga lo pasti disini"ujar Neta sesampai ditempat Zia.


"Lo lama,makanya gue gak tungguin lo"ujar Zia kepada Neta.


"Bukan gue yang lama tapi lo yang kecepetan,waktu ujian aslinya aja baru berakhir sepuluh menit lagi. Udah bisa gue tebak itu"ujar Neta yang duduk disebelah Zia.


"Halo kak Ren,Lio"saa Neta kepada dua orang gadis yang duduk didepannya.


"Kok lama lo dek?"tanya Rena


"Biasa kak,soal akutansi rada bikin pusing otak"ujar Neta.


"Kak Ren sama Lio sendiri udah disini aja,lancar nih pasti ujiannya"lanjut Neta.


"Mana ada santai,ngeliat angka angka berjejer sebagai soalnya aja udah bikin pusing kepala duluan.Gimana mau lancar mikirin jawabannya"ujar Rena dengan wajah sedikit terlihat frustasi.


"Tau tuh,mana nanti masih ada ujian fisika lagi"sambung Liona yang tak kalah frustasi dari Rena sahabatnya.


"Lah kok kalian cepet keluar dari ruang ujiannya?"tanya Neta heran.


"Sengaja,daripada kita stres beneran gara gara soal MTK"jawab Rena.


"Yang tabah aja kak,gue sama Neta habis ini juga bakal berhadapan sama MTK kok"ujar Neta.


"Ta nanti aja lanjut ngobrolnya,Sana pesen makanan buat lo keburu rame tuh"suruh Zia kepada sahabatnya itu.


"Oh iya juga ya,kalian udah mesen makanan duluan ternyata"ujar Neta baru sadar kalau ketiga orang itu sudah memesan makan mereka sendiri.


"Kalau gitu gue mau beli makanan dulu ya"pamit Neta beranjak pergi dari sana.


"Gue liat liat,wajah lo kayak gak ada beban gitu sih dek?padahal ini lagi ujian loh"tanya Rena kepada Zia yang makan dengan santai didepannya.


"Gak ada yang perlu gue dipusingin perkara ujian"jawab Zia santai.


Tangannya bergerak mencari keberadaan sebuah benda disaku almamaternya tapi tidak ada.


*Kemana AirPods gue ya?perasaan tadi gue taruh disaku almat dari rumah*batin Zia.


Disisi lain terlihat siketua OSIS dari SMA Hantara memasuki area kantin,matanya menyisir seluruh area kantin untuk menemukan seseorang.


Seorang gadis pemilik AirPods yang tak sengaja tersimpan olehnya saat diruang ujian tadi,ia bisa saja mengembalikannya nanti namun bisa sajakan gadis itu membutuhkannya sekarang?


Setelah menemukan yang ia cari,Raka berjalan menuju tempat gadis itu berada.