
Lyn berjalan cepat dengan kepala menunduk keluar dari dalam gedung rumah sakit,gadis itu langsung memasuki sebuah mobil yang telah menunggunya dengan seorang supir didalam sana.
"Anda sudah kembali nona,mau sa..."
"Jalan saja pak"
Belum selesai sang supir berbicara, namun Liona terlebih dahulu sudah memotongnya dengan menyuruh untuk menjalankan mobil.Merasa ada yang tidak beres dengan kakak ketiga dari majikannya itu,sang supir langsung menuruti dengan menjalankan mobil untuk meninggalkan area rumah sakit.
Kalian masih ingat dengan pak Hendri bukan?laki laki paruh baya yang merupakan supir pribadi Zia.
Selama Zia dirumah sakit,gadis remaja itu sudah menugaskan pak Hen untuk menjadi supir untuk kakak ketiganya yaitu Lyn jika sang kakak memerlukannya.
Sepuluh menit lebih telah berlalu dari sejak mobil itu berlalu meninggalkan area rumah sakit,pak Hendri masih belum mendapat perintah hendak kemana kakak majikannya itu diantarkan.Raut wajah nona Lyn sekilas terlihat datar namun jika diperhatikan dengan seksama maka terlihat jelas dari sorot matanya yang menampilkan kesedihan dan kegelisahaan yang kentara,pak Hendra akhirnya berfikir untuk melakukan sesuatu.
Lyn yang tengah kalut dengan pikirannya dikursi belakang langsung keluar dari lingkup pikirannya setelah merasa kalau mobil yang dirinya naiki menepi.
"Kenapa berhenti?"tanya Lyn kepada supir pribadi adik bungsunya itu.
Bukannya menjawab pertanyaan yang dirinya lontarkan,supir yang Lyn ketahui bernama pak Hendri itu malah menoleh kebelakang lalu menyodorkan sebungkus coklat kearahnya.Tentu saja melihat perlakuan itu membuat Lyn menyergit bingung sekaligus merasa aneh,supir mana didunia ini yang tiba tiba ngasih coklat ke kakak dari majikannya.
Sadar kalau kakak dari sang majikan itu merasa aneh dengan tindakan yang dia lakukan,pak Hendri langsung bersuara menjelaskan.
"Jangan salah paham nona,coklat ini adalah milik nona muda.Adik anda selalu menyediakan stok coklat dan serta beberapa jenis makanan manis didalam mobil ini setiap saat,semua itu berguna untuk dirinya memperbaiki moodnya yang buruk akan sesuatu.Saya memberikannya kepada anda karena sepertinya anda sedang tak baik baik saja,selain itu ku rasa nona muda Zia tak akan keberatan untuk berbagi"jelas pak Hendri panjang lebar,membuat Lyn akhirnya mengulurkan tangan menerima sebungkus coklat yang diberikan oleh supir pribadi adiknya itu kepadanya.
Gadis yang berstatus sebagai seorang mahasiswi kedokteran itu mulai membuka bungkus coklat itu dan mengambilnya sekeping lalu memasukkannya kedalam mulut.
Lembut dan manis,itu adalah yang Lyn rasakan sekarang saat coklat itu menyentuh indra perasa alias lidahnya.
Pak Hendri kembali menjalankan mobil,meski belum ada tempat yang menjadi tujuan pasti.Sembari menyetir,pak Hendri mencoba mengajak kakak dari majikannya itu untuk mengobrol.Bukan karena apa apa tapi pak Hendri sejak kemarin sangat penasaran dengan kondisi majikannya yang tengah dirawat dirumah sakit sampai hari.
"Bagaimana kondisi nona muda,nona Lyn?"pertanyaan pertama,tak ada respon.
"Saya harap nona muda baik baik saja,nona muda Zia sudah terlalu sering sakit dan berakhir berurusan dengan rumah sakit"lanjut pak Hendri.
"Terlalu sering?anda sudah tau dengan kondisi adik saya yang sebenarnya yang ternyata punya penyakit parah?"siapa sangka Lyn akhirnya bersuara setelah mendengar lanjutan perkataan pak Hendri.
"Padahal sejak bertahun tahun lamanya,saya berharap kalau firasat saya tentang nona muda tak benar.Namun ternyata benar ya"ujar pak Hendri,membuat gadis yang duduk dikursi belakang menjadi penasaran akan sesuatu.
"Maksud anda?"tanya Lyn.
"Dalam beberapa tahun ini,setiap satu kali seminggu saya pasti selalu mengantar nona muda Zia kerumah sakit.Bahkan ada saatnya dimana saya mendapatkan panggilan darurat saat sedang off bekerja karena nona muda yang harus dilarikan kerumah sakit, tak mungkin saya tak menyimpan kecurigaan dan firasat dengan kondisi majikan saya nona.Lebih tepatnya bukan hanya saya,tapi mereka yang juga bekerja dikediaman tempat tinggal nona muda diUS pasca kakek anda tuan Antara berpulang.
Namun kami paham akan batasan dan tidak ada yang berani bertanya dengan kondisi nona muda yang sebenarnya"jelas pak Hendri.
"Kapan awalnya?"Lyn.
"Saya tak tau kalau ini benar atau tidak,tapi mungkin dihari dimana kakek anda tuan Antara dinyatakan berpulang untuk selamanya.Dari salah satu boodyguard yang mengawasi dirumah sakit saat itu,nona muda diketahui langsung kehilangan kesadaran beberapa menit setelah sampai dirumah sakit dan mendapat kabar duka.Karena kondisi yang tak memungkinkan setelah sadar dari pingsannyalah,akhirnya nona muda tak ikut pulang ke Indonesia bersama dengan jenazah mendiang kakek anda"jawab pak Hendri.
"Kenapa anda menceritakan semua ini,tak takut jika adik saya marah?"tanya Lyn ke pak Hendri.Gadis itu bertanya seperti itu karena bertahun tahun tak pernah ada sedikitpun cerita bocor tentang alasan sebenarnya ketidak ikutan sang adik bungsu pulang ke indonesia saat hari kepergian kakek mereka,
alasan yang diberikan dahulu adalah karena Zia enggan melewatkan ujian disekolahnya.Namun kini supir pribadi adiknya ini terlihat tanpa beban menceritakan segalanya padanya.
"Ini atas izin nona muda Lily,nona.
Tadi pagi nona muda mengirim pesan kepada saya untuk membantu nona Lyn jika anda memerlukan sesuatu bahkan jika itu termasuk penjelasan yang tadi"jawab pak Hendri.
Lyn menoleh kearah luar kaca jendela mobil,ia heran kenapa adik bungsunya itu bisa banyak menyimpan fakta fakta besar didalam kepalanya yang mungil.
"Nona tau,sebenarnya saya ingin bertanya tentang sakit apa sebenarnya nona muda Zia.Tapi saya rasa lebih baik bertanya kemana nona ingin saya antar,polisi lalu lintas keliatannya mulai berfikir hal hal aneh mengenai mobil ini karena terus bolak balik berulang kali melintasi jalan ini"ujar pak Hendri,laki laki paruh baya itu tak bohong sama sekali soal polisi lalu lintas itu.
Lyn menolah kedepan kembali dan menyadari kalau memang benar bangunan yang dilewati sejak tadi itu ke itu saja.
"Kanker darah.Stadium akhir"ujar Lyn singkat,namum berhasil membuat sang supir kaget.
"Anda serius nona?!"
"Hm"
"Ya tuhan"
"Pak,antar saya ke suatu tempat. Sebelum itu mari mampir ke supermarket dan juga toko bunga terlebih dahulu"
"Baik nona,silahkan tunjukkan arahnya"
"Hm"