One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 138



"Ayolah Lio tidak usah mengambek lagi,cepet bilang apa yang lo mau bilang.Gue lagi banyak kerjaan ini"pinta Zia.


"Kerjaan mulu yang diurus,lo gak belajar buat ujian apa dek?"tanya Liona ke Zia.


"Ada tapi jadwal belajar gue selain disekolah itu nanti pas sehabis makan malam selama 45 menit,bukan sekarang"jawab Zia.


"45 menit doang emang cukup?"tanya Liona.


"Cukuplah,otak guekan encer jadi segitu udah jelas cukup"jawab Zia sangat percaya diri.


"Sombong amat"gumam Liona.


"Bukan sombong tapi emang kenyataan" ujar Zia masih bisa mendengar gumaman saudarinya itu.


"Iyain"saut Liona kemudian gadis itu kembali menulis dibukunya.


"Tunggu,lo cuma nanya itu doang Lio?"tanya Zia


"Iya,emang kenapa?"balas Liona.


"Gak kenapa napa,tapi gue rasa rada buang waktu aja Liona Antara"jawab Zia menggeram menahan kesal.


"Biarin,anggap aja iklan yang datang ditengah tengah kesibukan lo natap grafik data perusahaan dilayar laptop lo"ujar Liona.


"Tau dari mana lo gue natap grafik perusahaan dilaptop?"tanya Zia kepada Liona.


"Tuh,udah terpampang jelas disana"jawab Liona sambil menunjuk kearah layar laptop Zia yang masih menyala,disana memang tertampil semacam grafik.


"Iya juga ya"gumam Zia melihat arah tunjuk saudarinya itu.


"Lo gak bosen apa dek liat gambar semacam itu terus setiap hari,gue yang cuma liat sesekali pas belajar MTK aja udah pusing?"tanya Liona kepada adiknya itu.


"Ngapain pusing,malahan menyenangkan tau.Apalagi kalau warna grafik yang hijau udah naik terus,beh...sangat bahagia sekali hati gue kak"jawab Zia sambil tersenyum senang membayangkan hal itu.


"Emang apa artinya kalau grafik hijaunya naik?"tanya Liona ingin tahu.


"Tandanya harga saham perusahaan akan naik"bukan Zia yang menjawab melainkan kak Arga,Anak sulung keluarga Antara itu baru saja pulang bekerja.


"Kalau harga saham naik?"tanya Liona lagi,rupanya ia belum mengerti juga.


"Kalau harga saham naik itu artinya keuntungan yang didapat sebagai pegang saham akan ikut naik pula,apalagi Zia itu adalah pemegang saham utama diperusahaannya.Tentu saja jika hal itu terjadi,ia akan merasa sangat senang"jelas kak Arga dengan bahasa yang mudah dipahami.


"Bukan begitu Zia?"tanya kak Arga kepada sang adik bungsu.


"Yap,tentu saja itu benar"saut Zia langsung membenarkan perkataan sang saudara sulung.


"Pantas saja kau senyum senyum saat mengatakan tentang itu tadi,rupanya jika itu terjadi maka isi rekeningmu akan terus bertambah dong"ujar Liona mengerti sekarang.Zia menganggukkan kepalanya mengiyakan pernyataan Liona itu.


"Cks,pantas aja lo gak pernah segan segan ngeluarin duit buat mentraktir temen sekelas lo hampir tiap hari, Orang rekening lo isinya selalu nambah.Mana kakaknya sendiri gak pernah ditraktir juga lagi"ujar Liona,sekalian sedikit mengeluarkan unek uneknya.


"Dih apaan gak pernah?trus yang hampir setiap kalau gue pulang sore minta dibeliin sushi dan jenis makanan lainnya siapa dong kalau bukan lo Lio,hantu?"tanya Zia.


"Ya guelah masa hantu,keenakan hantunya kalau bener dikasih makan sushi.Lagian sushi itu murah tau"jawab Liona.


"Murah bagi lo tapi belum tentu orang lain,lagian itu salah lo nya yang gak pernah minta yang mahal sih"ujar Zia.


"Emang kalau gue minta yang mahal,lo mau beliin gue dek?"tanya Liona


"Maulah,tapi tergantung apa dulu yang lo minta"jawab Zia.


"Kalau gitu sekarang gue mau minta sesuatu"ujar Liona sambil tersenyum.


"Mau minta apa?bilang aja"saut Zia mempersilahkan.


"Kemarinkan waktu itu pas kak Anna datang kesini,gue sempat ngobrol sama dia.Trus kata kak Anna,diAS kamu punya beberapa koleksi mobil yang keren"


"Ooh Lio mau minta mobil,oke gue beliin"tebak Zia langsung.


"Ihh bukan itu,jangan dipotong dulu omongan gue"ujar Liona kesal karena perkataannya tadi dipotong oleh adiknya itu.


"Kalau gitu lo mau apa dong?"tanya Zia.


"Kasih gue salah satu koleksi mobil lo itu"pinta Liona.


"No,gak boleh!gue beliin lo yang baru aja"


Zia dengan cepat langsung menolak permintaan kakak keempatnya itu tanpa tunggu lama.


"Kok gak boleh sih,katanya mau penuhin?"protes Liona saat Zia menolak permintaannya.


"Iya gue mau penuhin permintaan lo,tapi jangan minta mobil koleksi gue.Lio minta mobil baru aja ya"bujuk Zia.


"Gak mau,gue maunya salah satu mobil koleksi lo itu dek.Kata kak Anna, semua koleksi lo itu bagus bagus"ujar Liona masih kekeh dengan permintaannya.


"Tapikan.."


"Gak ada tapi tapian,ayo dong jangan pelit sama kakak sendiri"ujar Liona langsung memotong Zia yang hendak bicara.


"Kalau gak mau ngasih,kakak ngambek sama kamu"lanjut Liona.


Setelah mengatakan hal itu,Liona langsung membawa bukunya pergi dari sana.Zia yang melihat itu tentu langsung mendadak pusing dong karena hal itu,ia langsung melihat kearah ketiga kakaknya penuh harap.


"Kenapa lo liat liat kesini?"tanya kak Gia langsung.


"Kakak bertiga bantuin bujukin Lio dong,biar gak minta dikasih salah satu mobil koleksinya Zia.Ya ya ya"


Mohon Zia sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Kasih aja sih,ketimbang mobil aja"ujar kak Gia,tak sesuai dengan respon yang diharapkan.


Zia beralih menatap kak Arga meminta pertolongan,namun jawaban yang diberikan kak Arga rupanya tak jauh beda dengan jawaban kak Gia tadi bahkan lebih buruk.


"Bener kata kakak kamu Gia,Zia.


Kenapa gak kamu penuhin aja permintaan Lio,lagi pula Lio itu kakak kamu loh.Masa kamu lebih mentingin mobil koleksi kamu dibanding ngebahagiain saudari kamu,jangan jadi adik yang jahat"ujar kak Arga.


Tangan Zia yang tadi ia satukan untuk memohon bantuan kepada ketiga kakaknya itu langsung diturunkan, moodnya mendadak menurun sangat drastis untuk kedua kalinya hari ini dan penyebabnya sama yaitu perkataan sang kakak tertua padanya.


"Tidak usah kalau begitu"ujarnya dengan datar dan dingin serta menampilkan poker face.


Arga langsung terkesiap melihat respon dari adik bungsunya itu,bukan cuma laki laki itu saja tapi Gia dan Lyn juga ikut kaget.Ini pertama kalinya mereka mendengar gadis muda itu berbicara dingin dan datar kepada mereka,itu sangat tidak terduga.


"Saya tidak mau memberikannya bukan karena saya adik yang jahat atau lebih menyayangi mobil mobil itu,tapi karena mengkhawatirkan adik kalian.Semua mobil itu sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk digunakan dengan kecepatan tinggi, Lio tidak akan bisa mengendarainya dengan aman"ujar Zia masih dengan nada dan ekspresi yang sama.


Setelah itu Zia langsung beranjak naik berdiri dari lantai,ia mematikan laptopnya dan menutupnya kemudian membawanya melenggang pergi dari ruang keluarga itu.Meninggalkan ketiga kakaknya yang masih memasang raut wajah kaget karena dirinya,Zia dapat mengetahui hal itu.