
Pagi hari telah tiba,hari ini akhirnya setelah beberapa hari absen.Zia akhirnya dapat kembali mengenakan seragam sekolahnya,yap hari ini dirinya akan masuk sekolah lagi.Ia tengah melipat almamaternya dengan rapi lalu dimasukkan kedalam tas sekolahnya,ia tidak akan memakainya karena hari ini Zia memlih untuk memakai sweater sebagai luaran dari kemeja putih lengan pendek yang menjadi salah satu kondimen seragam sekolah SMA ANTARA selain blazer almamater sekolah.
Zia sendiri tetap membawa almamaternya untuk jaga jaga jika ada razia dadakan disekolah,gak lucu nanti dia baru balik dari rumah sakit eh malah harus ngejalanin hukuman.
Merasa sudah rapi dan siap berangkat,Zia menyandang tas sekolahnya lalu meninggalkan kamarnya.Zia ingat kalau dirinya harus berangkat lebih awal karena Neta hari ini akan berangkat bersama dengannya,yang itu artinya ia dan pak Hen nanti harus ke rumah Neta terlebih dahulu untuk menjemput sang sahabat.
"Pagi dek,ternyata beneran berangkat sekolah hari ini ya"ujar kak Arga menyapa Zia dari meja makan.
"Pagi juga kak.Dan tentu saja"saut Zia menyapa balik dan juga memberi tanggapan atas perkataan sang kakak tertua.
Zia menatap kearah meja makan dimana bukan hanya kak Arga saja yang ada disana namun kedua orang tuanya juga serta ketiga kakak perempuannya.
"Ngapain lo berdiri terus disitu dek,ayo duduk sini"ujar Liona sambil menepuk kursi kosong disebelahnya,
tempat dimana biasanya Zia duduk saat makan.
Belum sempat Zia berkomentar namun bik Muti telah terlebih dahulu terlihat memasuki ruang makan sambil membawa kotak bekal ditangannya, wanita paruh baya itu menghampiri Zia dan langsung menyerahkan kotak bekal yang telah disiapkan kepada sang nona muda.
"Ini non kotak bekalnya,semoga non suka sama menu yang bibik siapkan"ujar Bik Muti setelah sang nona muda menerima kotak bekal itu dari tangan keriputnya.
"Makasih bik,maaf ngerepotin pagi pagi.Bibik tenang aja,masakan bibik pasti cocok buatku"ujar Zia.
Setelah merasa tak ada keperluan lagi,bik Muti langsung pamit kembali kedapur karen masih ada pekerjaan yang harus dilakukan.
"Ma pa semuanya,aku pamit berangkat ke sekolah duluan ya"pamit Zia kepada keluarganya yang duduk dimeja makan.
"Loh sayang,kok kamu enggak sarapan dulu?"tanya sang mami.
"Maaf mi,tapi Zia lagi buru buru.
Udah janji mau jemput Neta dulu, permisi"tanpa menunggu tanggapan lain dari keluarganya,Zia meoenggang pergi dari sana menemui pak Hen yang sudah pasti telah bersiap menunggunya dimobil.
"Apa-apaan anak itu?"Gia terlihat jengkel dan merasa bahwa Zia semena mena tidak menghargai mereka yang menunggunya bergabung dimeja makan sejak tadi.
*Ada yang tak beres*
Buru buru Lyn bangkit dari tempat duduknya lalu meraih tas dan juga buku buku kuliahnya,kemudian tanpa pamit ikut melenggang pergi dari ruang makan tanpa peduli menu sarapan dipiring masih tersisa setengahnya.
"Dan Lyn juga kenapa?"Gia semakin merasa jengkel.
"Sudahlah,ayo lanjutkan sarapan kalian.Lyn mungkin punya kelas pagi makanya terburu buru begitu"ujar sang papa.
Didepan garasi_
Zia membuka salah satu pintu mobil dan masuk dibarisan dibelakang sang supir,baru hitungan detik Zia memasuki mobil itu namun pintu mobil disisi satunya langsung dibuka oleh seseorang.
Zia menatap sang kakak ketiga yang tanpa izin atau sedikitpun basa basi langsung menyelonong memasuki mobilnya,bahkan pak Hen yang merupakan supir pribadinya terlihat sedikit kaget dan untungnya mobil belum dijalankan karena kalau tidak kan bahaya.
"Apa yang sedang kakak lakukan?" tanya Zia pada sang kakak yang telah anteng duduk disebelahnya.
"Antar kakak ke kampus,hari ini kakak malas menyetir"saut kak Lyn.
"Tapi pagi ini Neta berangkat sekolah dengan ku"ujar Zia.
"Lalu apa masalahnya kalau sahabatmu itu berangkat denganmu?space dalam mobil ini masih banyak"ujar kak Lyn.
"Bukan itu maksudku,apa kakak tidak keberatan kalau akan satu mobil dengan Neta?"tanya Zia memperjelas apa yang hendak dikatakan.
"Tidak sama sekali.Pak ayo jalan"
Kak Lyn menjawab lalu menyuruh pak Hen untuk menjalankan mobil.
"Kak"panggil Zia setelah mobil dijalankan.
"Maaf tapi jangan bersuara dulu,kakak sedang menyusun rancangan makalah tugas"ujar kak Lyn,kakak ketiga Zia itu memang terlihat tengah membaca sebuah buku yang sudah pasti kental dengan bau ilmu kedokteran.