
"Enteng banget mulut lo,ngajak gue bolos"ujar Neta menatap tajam sahabatnya itu.
"Sehari doang Ta"ujar Zia.
"Walaupun cuma sehari,tapi tetep aja ngerusak catatan absen gue yang bagus.Gak mau ah lo bolos aja sendiri"ujar Neta tak mau diajak bolos oleh sahabatnya itu.
"Gitu ya"ujar Zia menunduk,
Neta menyergit melihat muka sahabatnya itu yang mendadak terlihat sedih.
"Eh Zi,lo kok mendadak keliatan sedih sih?"tanya Neta khawatir pada sahabatnya itu.
"Gak papa,ayo tidur gue udah ngantuk"ujar Zia langsung merebahkan dirinya kemudian menutup matanya.
"Eh Zi,gue gak ada salah ngomongkan tadi?"tanya Neta.
"Enggak"jawab Zia.
"Trus kok lo mendadak lemes gitu?"tanya Neta lagi
"Ngantuk"jawab Zia kembali dengan singkat.
*Wah jangan bilang sahabat gue ini marah karena gue gak mau diajak bolos sama dia?ya tapikan bolos itu enggak baik,ah udahlah besok aja gue tanyain sama Zi.Gue udah ngantuk juga soalnya*oceh Neta dalam hatinya,ia memilih untuk membicarakannya lagi besok saja dengan sahabatnya itu.Neta ikut berbaring disamping Zia yang ia lihat sudah tertidur,tapi sebelum itu Neta terlebih dahulu memperbaiki posisi selimut mereka.
Sekitar sepuluh menit kemudian,Neta sudah terlelap masuk kealam mimpinya sedangkan Zia terlihat membuka kedua kelopak matanya lagi.Gadis itu tidak benar benar tertidur tadi tapi hanya berpura pura saja,Zia dengan perlahan menoleh kesamping memastikan sahabatnya itu benar benar tertidur kemudian menatap kearah langit langit kamar Neta.
Langit langit dan dinding kamar sahabatnya itu dicat dengan warna warni dan ada lukisan beberapa tokoh kartun disana,sangat berbeda dengan langit langit kamarnya yang dicat sangat minimalis dengan cat biru langit dan putih saja.
Zia terus menatap langit langit kamar sahabatnya itu sambil memikirkan berbagai hal,tapi kali tentunya tidak ada pemikiran random melainkan memikirkan beberapa rencana yang ia sengaja susun untuk menjalankan hari harinya kedepan
*Lusa hari ulang tahun gue,besoknya ada beberapa jadwal pertemuan dikantor,besoknya lagi jadwal pemeriksaan ke dokter Linda trus kalau jadi Neta udah janji ngajak gue jalan jalan keliling kota,hari senin pulang sekolah ada jadwal pertama latihan basket*Zia menyebutkan beberapa rencana harian yang sudah tersusun dan dicatat dibenaknya.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 01:13 dan itu artinya sudah memasuki tengah malam,namun Zia masih belum bisa tidur.Ini adalah kebiasaannya yang muncul sejak kecil,setiap dua atau satu hari sebelum hari ulang tahunnya pasti gadis itu tidak akan bisa tidur dimalam hari.Jika tahun tahun sebelumnya Zia selalu bisa mengatasinya dengan mengonsumsi obat tidur,tahun ini ia tak bisa melakukannya karena ia harus menjaga kondisi tubuhnya yang sering tak stabil.Tentu saja ia tak mau mengambil resiko dengan mengonsumsi obat lain kecuali obat untuk penyakitnya tanpa saran atau persetujuan dokter.
~skip~
Dengan menenteng kunci mobilnya,Zia menuruni anak tangga dirumah keluarga Neta secara perlahan.
Karena kalau ia turun anak tangga dengan krasak krusuk tentu saja itu akan mengganggu seluruh penghuni rumah tempat dirinya bertamu ini,tentu saja Zia tak mengganggu ketenangan rumah orang pagi pagi begini.
Sesampai dilantai bawah Zia bertemu dengan pembantu keluarga Neta yang kemarin membukakannya pintu.
"Eh non udah bangun?"tanya bibik itu.
"Iya bik"jawab Zia.
"Karena kebetulan saya ketemu bibik, saya mau nitip pesan buat Neta. Tolong bilang saya minta maaf pulang gak bilang bilang sama dia karena takut ganggu tidurnya,"ujar Zia berpesan kepada pembantu keluarga Neta itu.
"Baik non akan saya sampaikan ke non Netanya"ucap pembantu keluarga Neta itu mengiyakan.
"Kalau begitu saya pamit pulang bik, permisi"ujar Zia pamit dari rumah keluarga Neta itu.
"Baik non,hati hati non"pesan pembantu keluarga Neta itu kepada sahabat anak majikannya itu.
"Oke bik"saut Zia sebelum benar benar keluar dari dalam rumah keluarga Neta itu.
Zia langsung menuju ketempat dimana mobilnya ia parkirkan kemudian masuk kedalam,gadis itu menjalankan mobilnya menuju ke pintu gerbang keluar dan disana sudah ada pak satpam yang langsung membukakan pintu gerbang supaya mobil yang dikendarai oleh Zia itu bisa melaluinya.
Zia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi menelusuri jalanan kota yang masih terbilang sangat sepi untuk ukuran kota besar karena hari juga masih terbilang pagi untuk memulai aktivitas diluar rumah,jam masih belum sampai menunjukkan pukul lima pagi oleh karena itu Zia merasa tenang tenang saja meski ia melaju mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi menelusuri jalan kearah kediaman keluarganya.
Tak butuh waktu lama Zia sudah sampai dikediaman megah keluarganya, ia memarkirkan mobilnya tidak didalam garasi tapi dihalaman kediaman keluarganya itu.Alasannya simple,ia hanya tak mau repot repot lagi mengeluarkan mobilnya itu nanti saat akan berangkat kesekolah.
Zia memasuki kediaman keluarganya yang masih terasa sangat sepi seperti belum ada aktivitas apapun dari penghuninya,ia rasa semua kakaknya belum ada yang bangun atau mungkin kalaupun sudah bangun pasti masih ada didalam kamar masing masing.Tak mau ambil pusing soal suasana pagi dikediaman keluarganya itu Zia menaiki anak tangga untuk menuju kekamarnya saja,gadis itu memasuki kamarnya kemudian meletakkan kunci mobil,dompet,serta ponsel genggamnya diatas nakas kemudian langsung masuk kedalam kamar mandi.Ia masuk kedalam sana untuk mandi serta bersiap siap untuk kesekolah,Zia berencana untuk berangkat kesekolah lebih awal hari ini.
Beberapa waktu kemudian Zia sudah terlihat memakai seragam,sepatu,dan juga almamater sekolahnya terkecuali dasi,karena jangan lupakan fakta kalau bungsu keluarga Antara ini tak bisa memasang dasi sendiri.
Zia menggantungkan dasi miliknya dilehernya dalam keadaan belum terpasang,ia akan minta bantuan Neta atau mungkin orang lain siapapun itu nanti saat sudah sampai disekolah.
Setelah merasa semuanya beres barulah terakhir Zia meraih tas sekolahnya yang sudah ia isi dengan buku mata pelajaran hari ini kemudian memakainya dipunggungnya,tak lupa ia mengambil ponsel yang ia masukkan kedalam saku almamaternya dan dompet miliknya ia masukkan kedalam saku tok sekolahnua.Dan yang benda terakhir yang ia ambil sebelum keluar dari kamarnya yaitu kunci mobil miliknya,ini salah satu barang wajib karena tanpa kunci mobilnya itu ia tak bisa memakai mobilnya kesekolah.