
"SELAMAT SIANG SEMUANYA,RENA YANG CANTIK DATANG BERKUNJUNG!"teriak gadis itu memasuki kediaman Hantara dan langsung memasuki area ruang tamu.
"RENA,JANGAN TERIAK TERIAK GITU"saut Arga ikut berteriak membalas teriakan sahabat dari salah satu adiknya itu.
"Hehehe maaf bang Arga"ucap Rena sambil nyengir.
"Kamu ini kebiasaan datang datang pasti teriak,liat kakak ada tamu"ujar Arga kepada Rena.
"Eh ada tamu,halo kakak berdua maaf atas keributan saya tadi"ucap Rena langsung membungkuk sebentar menyapa tamu dari kakak dari sahabatnya itu, kalau boleh jujur saat ini gadis itu tentu merasa sangat malu sekali.
Namun setelah memperhatikan dengan detail dua tamu dari kakak sahabatnya itu,mata gadis itu langsung terbuka lebar dan sebuah senyuman langsung muncul dibibirnya saat mengenali salah satu dari dua orang itu.
Tanpa basa basi Rena langsung bergerak cepat mendatangi salah satu tamu yang ia kenali itu
"Wah kakak yang namanya kak Anna ya?Saya Rena kak"ujar gadis itu langsung duduk disamping kak Anna dan langsung menjulurkan tangannya untuk berkenalan.
Anna yang gadis berseragam SMA itu datangi tentu saja kaget dan heran, bagaimana bisa gadis remaja itu mengenalinya.Tapi ia tetap membalas uluran tangan gadis itu untuk menerima jabat tangan itu dengan senyuman ramah.
"Heh bocah,jangan sok akrab begitu"ujar Arga melihat tingkah sok akrab sahabat adiknya itu,Rena menanggapi ucapan kakak sahabatnya dengan tatapan julid.
"Apa lo liat,kakak kayak gitu.Naksir?"ujar Arga kepada Rena.
"Dih,ogah banget gue naksir sama lo bang.Gantengan juga kakak kakak dokter dirumah sakit papa"saut Rena.
"Lagian gue itu bukan sok akrab bang,tapi gue emang kenal sama kak Anna ini dari Zia"lanjut Rena.
"Kamu kenal sama Zia?"tanya Teo mendengar nama adik angkat kekasihnya itu disebut oleh anak SMA itu.
"Kenalah kak,gue inikan kakak angkatnya"jawab Rena membuat kening kak Anna menyergit.
"Gak usah kalian dengerin omongan ngelantur tu bocah,emang agak agak otaknya"ujar Arga kepada Teo dan Anna.
"Kakak berdua gak usah dengerin omongan anak om Renal yang itu,emang agak agak otaknya"ujar Rena dengan sangat beraninya membalikkan omongan kak Arga.
Hahaha...tawa Teo dan Anna langsung terdengar mendengar perkataan Rena yang sangat berani kepada sulung Antara itu,sedangkan Arga sudah mendengus kesal saat ini.
"Kamu beneran sama Zia?trus kenapa kamu bilang kalau kamu kakak angkatnya?"tanya Anna kepada Rena.
"Kakak sekalinya nanya langsung dua ya?tapi gak papa,saya bakal tetap jawab kok"ujar Rena kepada kak Anna.
"Saya beneran kenal sama Zia soalnya saya sahabatnya Liona kakak keempatnya Zia,jadi saya kenal Zia dari Liona.Trus saya bilang kalau saya kakak angkatnya Zia itu bukan sembarang ngaku tapi emang udah diakuin sama Zia nya sendiri,bukan cuma Zia kok tapi Neta sahabatnya Zia juga saya jadiin adik angkat saya"jelas Rena panjang lebar memberikan jawaban lebih dari jawaban yang dibutuhkan Anna.
"Kakak percayakan sekarang setelah dengar penjelasan saya?"tanya Rena menatap kak Anna dengan tatapan penuh harap.
"Iya saya percaya kok"jawab Anna sambil menganggukkan kepalanya, membuat Rena langsung tersenyum lebar.Anna tidak berbohong,dirinya memang mempercayai penjelasan anak berseragam SMA yang bernama Rena itu karena gadis itu juga menyebutkan nama Neta sahabat dari Zia adik angkatnya.
"Lo kok main percaya aja sih sama tu bocah Na?"tanya Arga pada Anna.
"Soalnya dia juga kenal sama Neta sahabatnya Zia"jawab Anna
"Gue juga percaya sekarang,soalnya ini anak kenal sama anak yang namanya Neta sahabatnya Zia"ujar Teo.
Membuat Rena sangat senang dan langsung menjulurkan lidahnya mengejek kak Arga,membuat kakak dari sahabatnya itu mendelik kesal.
"Dih galak amat,udah tua juga"ujar Rena.
"Lo bilang gue tua itu artinya Teo sama Anna juga ikut lo bilang tua"ujar Arga.
"Mana ada,kakak aja yang tua.Kakak yang dua inimah masih keliatan cocok jadi anak kuliahan tahun pertama"balas Rena.
"Makasih dek,kakak sama pacar kakak emang awet muda banget"ucap Teo langsung merangkul pundak kekasihnya.
"Wah kakak berdua pacaran,emang cocok jadi pasangan sih aku perhatiin dari tadi.Gak kayak yang onoh,udah tua masih jomblo lagi"ujar Rena,Arga yang tau siapa yang dimaksud Rena itu langsung merasa diskakmat oleh bocah SMA itu.
"Gak usah nyindir,lo juga masih jomlo bocah"ujar Arga.
"Gak usah ngerasa gitu dong,keliatan banget jomblonya"saut Rena.
"Sialan"gumam Arga.
Teo dan Anna kembali terkekeh menahan tawa,harus mereka akui keberanian bocah SMA itu sangat tinggi sampai berani berkali kali mengejek dan menantang si sulung Antara.
"Lo sebenernya ngapain sih kesini,masi pake baju sekolah bukannya pulang malah langsung main kerumah orang aja?"tanya Arga kepada Rena.
Puk...Rena langsung mengetuk keningnya sendiri karena keasikan ngobrol,ia malah lupa tujuan awalnya kesini.
"Untung lo ingetin bang,Zia nya mana bang?gue pengen ngucapin selamat ulang tahun sama ngasih hadiah nih"ujar Rena langsung mengeluarkan sebuah kotak yang sudah dibungkus kertas kado warna warni dari dalam tasnya.
"Zia nya hilang"ujar Arga.
"Jangan bohong lo bang,mau lo jomblo seumur hiduo"ujar Rena.
"Gue gak bohong,emang lo pikir mereka berdua kesini karena apa?"saut Arga.
"Yang dibilang sijomblo itu bener kak?"tanya Rena kepada kak Anna.
"Iya"jawab kak Anna.
"Lah kok bisa hilang!gak bener lo bang jaga adik gue,gue aduin om Renal sama tante Sela lo"ujar Rena membuat Arga langsung panik seketika.
"Heh jangan dong"pinta Arga.
"Kamu gak usah khawatir,Zia emang suka ngehilang seharian pas hari ulang tahunnya.Tapi nanti bakal pulang sendiri kok,jadi gak usah bilang ke om Renal dan tante Sela"ujar Anna menenangkan Rena yang sudah siap dengan hpnya dan tengah menatap galak Arga.
"Gitu ya kak,yaudah deh saya gak jadi kasih tau om sama tante"ujar Rena langsung jinak seketika, sedangkan Arga langsung menghela nafas lega.
"Kalau gitu my bestfriend mana bang?"tanya Rena kali ini menanyakan keberadaan sahabatnya.
"Ngapain lo nanya nanya gue?"ujar Liona entah datang dari mana, langsung berdiri disebelah sofa tempat kakak pertanya duduk.
"Gitu amat lo sama gue Lio"ujar Rena langsung cemberut.
"Ngapain lo disini,biasanya langsung ngacir kekamar gue?"tanya Liona pada sahabatnya itu.