One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 60



"Gimana udah mendingan?"tanya Raka kepada Zia yang terlihat sudah tak kesakitan lagi.


"Hm,makasih"ucap Zia dengan tulus.


"Sama sama,huh untung gue gak jadi kasih hukuman berdiri dilapangan ke lo kalau enggak.Kalau enggak bisa tambah gawat pas sakit lo kambuh kayak sekarang"ujar Raka kepada Zia.


"Udah gue bilang,gue gak selemah itu.Gue kambuh cuma karena lupa minum obat aja pagi ini trus belum sarapan"ujar Zia.


"Berarti lo ceroboh,udah tau sakit lo itu kalau kambuh taruhannya nyawa.Malah segala lupa minum obat segara sama gak sarapan lagi"ujar Raka.


Zia memutar matanya malas mendengar perkataan Raka yang terdengar seperti omelan untuknya,ini yang bikin Zia males kalau orang tau penyakitnya.Pasti kalau dia kambuh kayak gini,orang orang itu bakal kosplay jadi dokter dan penasehat dadakan untuknya.


"Lo duduk aja istirahat,biar gue yang lanjutin"ujar Raka kembali berdiri dan mulai melanjutkan pekerjaan mereka untuk menyusun dan merapikan buku buku baru diperpustakaan sekolah itu.


"Hm"saut Zia berdehem mengiyakan,


lagi pula saat ini energinya masih belum terkumpul lagi.


~skip~


Neta berjalan menelusuri koridor sekolah untuk mencari keberadaan sahabatnya,tadi sehabis bel tanda istirahat berbunyi gadis itu langsung bergegas keluar kelas karena merasa khawatir dengan Zia.


Ia sudah mencoba mencari Zia dirooftoof karena tadi gadis itu bilang ingin membolos kesana,tapi ia tidak bisa menemukan sang sahabat saat sampai disana.


Bukan hanya itu,Neta juga sudah mencari diberbagai tempat disekolah ini.Mulai dari rooftoof,kantin,taman belakang sekolah,toilet,bahkan ruang guru tapi tidak ada juga sang sahabat disana,satu satunya tempat yang belum Neta liat adalah perpustakaan sekolah dan saat ini gadis itu sedang menuju kesana.


Sesampainya didepan perpustakaan sekolah,Neta langsung masuk kedalam setelah terlebih dahulu menyapa singkat guru penjaga perpustakaan.


Neta celingak celinguk melihat keseluruh bagian perpustakaan untuk mencari keberadaan Zia apakah ada disana atau enggak.


"Lo cari Zia?"ujar seseorang yang membuatnya kaget.


"Yaampun,ngagetin aja pak ketos ini"ujar Neta kaget dengan kedatangan seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Raka siketua OSIS disekolah ini.


"Iya gue cari Zia,lo pasti tau sahabat gue itu dimana"ujar Neta ke Zia.


"Orangnya ada dibalik rak paling pijok"ujar Raka memberitahu Neta dimana Zia.


"Thanks"ucap Neta setelah itu ia langsung menuju ketempat yang dimaksud Raka tadi.


"Disini lo ternyata,gue cariin keliling sekolah ternyata lo ngadem diperpus"ujar Neta langsung duduk disamping sahabatnya yang tengah duduk selonjoran dilantai marmer perpus sambil main hp.


"Ngadem apaan,orang gue kesini gara gara dihukum karena bolos sama siketos"saut Zia ke Neta.


"Ooh karena dihukum toh"ujar Neta mangut mangut.


"Eh tadi pak ketos kekelas kita buat ngambil tas lo,itu lo yang suruh?" tanya Neta ke Zia,ia mengingatnya setelah melihat tas sang sahabat ada disana.


"Bisa dibilang gitu sih"saut Zia.


"Tapi kok gue liat tadi mukanya si Raka keliatan buru buru sama panik gitu ya?"tanya Neta


Sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya itu Zia terlebih dahulu melihat sekitar memastikan tidak akan ada yang mendengar percakapan mereka itu dari tempat mereka saat ini ada satu meja yang tak begitu jauh tapi sepertinya murid yang duduk disana fokus pada buku bacaan masing masing,setelah dirasa keadaan cukup aman barulah Zia melihat kearah sahabatnya lagi.


"Tadi gue kambuh"ujar Zia


"APhmm"baru juga Neta hendak berteriak kaget tapi mulutnya buru buru disumpal oleh Zia dengan telapak tangannya.


"Hah..hah..hah,hampir aja gue mati karena kehabisan nafas Zi"ujar Neta setelah mulutnya terbebas dari tangan Zia .


"Habisnya gue liat ancang ancang lo pengen teriak,jadi gue sumpel aja biar gak jadi"ujar Zia kepada sahabatnya itu.


"Tapi lo sekarang udah gak papakan?"tanya Neta tampak khawatir kepada sahabatnya itu.


"Tenang aja,gue udah gakpapa tadi udah minum obat soalnya"jawab Zia ke Neta.


"Ekhem"dehem Raka datang menghampiri mereka berdua.


"Ngapain lo disini?"tanya Neta ke Raka.


"Gue nyamperin lo berdua cuma mau bilang kalau hukumannya Zia udah selesai dan sekarang dia boleh pergi"ujar Raka


"Bagus deh,yuk Zi kantin"ajak Neta menarik tangan Zia agar berdiri.


"And buat lo pak ketos,makasih udah nolongin bestriend gue tadi"ucap Neta ke Raka.


"Sama sama"balas Raka.


"Oh iya sebagai ucapan terimakasih karena lo udah nolongin gue dua kali,gue bakal traktir lo dikantin hari ini"ujar Zia.


"Gak boleh nolak"lanjut Zia melihat gelagat ketua OSIS sekolahnya itu yang hendak menolak traktiran darinya itu.


"Tap..."baru juga Raka hendak bersuara tapi langsung dipotong oleh Neta.


"Udahlah pak ketos jangan jadi makhluk langka karena nolak traktiran,Ayo ikut"ujar Neta tanpa basa basi langsung menarik sebelah tangan Raka itu untuk kekantin dan Zia juga ikut menarik tangan Raka yang satunya,kedua sahabat itu kompak menyeret ketua OSIS mereka itu keluar dari perpustakaan.


Koridor sekolah mendadak rame akibat teman teman satu sekolahan Zia,Neta, dan Raka yang mendadak heboh akan aksi Zia dan Neta yang menarik paksa Raka si ketos yang terkenal akan ketegasannya itu.


"Itu pak ketos kita kok ditarik tarik gitu sih"


"Gak tau,mana yang narik anak pemilik sekolah sama sahabatnya lagi"


"Kasian muka ketos kita pasrah gitu diseret"


"Diperhatiin visual mereka bertiga digabungin mantap juga ya"


"Enak banget siketos ditarik dua bidadari sekolah"


*Enak apaan bangsad,sakit tangan gue*batin Raka mendengar ucapan salah satu siswa yang itu.


"Agak absur tapi lucu"


Itulah beberapa isi ocehan murid murid disepanjang koridor yang ketiganya lewati,Raka menahan malu setengah mati sedangkan dua cewek yang sejak tadi menariknya seakan tak peduli sama sekali akan ocehan ocehan itu.


Raka kira kehebohan akan berhenti setelah mereka sampai dikantin namun ternyata perkiraannya itu salah, meski kedua tangannya sudah tidak ditarik tarik lagi tapi kedangan mereka bertiga bersama sama kekantin langsung membuat heboh penghuni kantin.


Raka yang populer karena wibawa dan kehebatannya dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua OSIS SMA Hantara serta jangan lupakan visualnya yang tampan dan mempesona,


Neta yang juga masuk sebagai jajaran most wanted sekolah sejak kelas 10 dan juga disebut sebut sebagai salah satu dewi sekolah karena visualnya.


Dan yang terakhir Zia,si anak pindahan yang belum sampai setengah bulan sekolah disana.Statusnya sebagai anak pemilik sekolah dan juga visual yang sangat cantik dan memikat membuat kepopulerannya di Hantara tak usah diragukan lagi.