
Raka yang sejak awal memperhatikan semuanya dari pinggir sedikit banyak langsung memahami situasi tegang tengah terjadi,namun sepertinya Zia tidak menyadari hal itu padahal menurut Raka gadis itu biasanya paling peka terhadap sebuah keadaan disekitar.Mungkin Efek bahagia yang gadis itu rasakan.Raka tanpa babibu langsung melangkah maju mendekat ke tempat Zia dan menyentuh pelan pundak gadis itu bermaksud untuk menyadarkan Zia atas situasi yang sebenarnya terjadi disekitar.
Zia sedikit tersentak kaget dan spontan menoleh kearah Raka lalu kesekitarnya.Gadis muda itu seketika langsung mengendalikan ekpresinya saat menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
"Kamu pasti pacarnya Zia bukan?namamu Raka"
Raka langsung menoleh kedepan dan menatap tuan Dirga dengan tatapan heran,bagaimana laki laki itu tahu namanya.Zia juga jadi ikutan bingung
"Tidak usah bingung gadis manis, paman mengetahui hal itu dari istri paman.Bukankah beberapa hari yang lalu kalian mampir kesebuah butik?dan bertemu dengan istri saya Runa.Dia mengenalimu Zia,saat pertama kali bertemu"ujar tuan Deral.
"Oh nyonya pemilik butik itu,pantas saja waktu itu tante Runa terus memperhatikan kekasihku dengan senyuman aneh"Raka yang bicara.
"Benarkah,aku tidak sadar akan hal itu?"ujar Zia bergumam setelah mendengar perkataan Raka barusan.
"Tapi dari mana istri paman itu tau kalau aku putrinya mami?"tanya Zia pada tuan Dirga.
"Tentu saja dari senyuman dan bola mata-mu yang indah gadis manis,itu semua turunan dari Celine mama-mu.
Dan pamanmu ini senang kamu mewarisi semua itu darinya bukan dari laki laki yang disebelah sana"jawab tuan Dirga dengan diakhiri sebuah sindiram kepada tuan Renal.Tentu saja sengaja dilakukan.
Tuan Renal tak tahan lagi membiarkan putri bungsunya terus mengobrol dengan laki laki yang seharusnya dihindari itu,Tuan Renal melangkah maju dan berdiri disamping putrinya.
"Kau sudah terlalu banyak mengganggu waktu keluargaku Dirga,pergilah dari sini"tuan Renal nampaknya tak segan segan pada laki laki itu.
"Kau baru saja mengusirku Renal,kau lupa siapa aku?"tanya tuan Dirga
"Aku tidak lupa siapa kau,tentu kau adalah pengganggu sejak dahulu.Dan sepertinya kau yang lupa siapa aku Deral"balas tuan Renal sambil menatap tuan Dirga sengit.
"Pengganggu?kau yang pengganggu.Dan aku juga tak lupa siapa kau,pria brengsek itukan?"saut tuan Dirga membalas tatapan tuan Renal dengan tak kalah sengit.
Oh tidak atsmosfir disana semakin buruk,untung ditempat mereka itu hanya mereka dan tidak ada tamu lain disana karena tamu lain kini sibuk menimati menu makan malam yang disediakan dibagian lain tempat pesta ini.Semuanya nampak was was takut ada perkelahian yang lebih besar diluar adu mulut,Zia berharap semoga ada keajaiban datang untuk menghentikan persiteruan papa dan juga paman Dirga yang merupakan sahabat karib mendiang mamanya ini.
Dan sepertinya tuhan baik mengabulkan doanya yang satu itu.
Liona tiba tiba datang entah dari mana,putri tertua tuan Renal itu datang dengan seorang pria bule yang entah siapa dan dari mana asalnya.
Namun yang jelas Jevan langsung merasakan api cemburu.
"Ms.Fransis!"panggil laki laki bule itu entah kepada siapa sesampai disana.
Zia berbalik dan matanya sedikit terbelalak melihat siapa yang ada ada disebelah kakak perempuan pertamanya itu.
"Geez, Robert.I almost forgot that you also came tonight
(Ya ampun,Robert.Aku hampir lupa kau juga datang malam ini)"
Ujar Zia sedikit berseru.
"You forgot or really don't care I'll came,Fransis?
(Kau lupa atau memang tidak peduli aku datang,Fransis?)"saut pria yang dipanggil Zia,Robert itu.
"Just think of both,senior brother
(Anggap saja keduanya,kakak senior)"
"Your nature remains the same Fransis,never changes
(Sifatmu tetap sama Fransis,tak pernah berubah)"ujar Robert.
Baiklah kini perhatian yang lain terfokus kepada kedua orang itu,bukan lagi kepada persitegangan tuan Renal dan tuan Dirga tadi.
Terlihat ekpresi ingin tahu dari mereka tentang siapa sebenarnya laki laki bule yang tengah bercakap cakap dengan gadis termuda dikeluarga Antara itu,selain itu nampaknya mereka juga heran dengan cara Robert memanggil Zia.Lihatlah wajah tuan Renal dan tuan Dirga saat mendengar cara Robert memanggil Zia,ekpresi keduanya nampak hampir bertolak belakang.Tuan Renal terlihat sempat kaget dan sedetik kemudian memasang ekpresi yang sulit diterjemahkan, sedangkan tuan Dirga langsung sumringah mendengar Zia yang dipanggil Fransis oleh Robert.
"Excuse me,but you just called my niece? Fransis?
(Permisi,tapi anda baru memanggil keponakan saya apa?fransis?)"tanpa babibu tuan Dirga langsung bertanya kepada Robert,bahkan laki laki itu sampai melangkah satu kali untuk mendekat.
"His uncle Fransis? That's right, I called your niece Francis.Is there a problem?
(Pamannya Fransis?benar sekali,saya memanggil keponakan anda Fransis.Apakah ada masalah?)"jawab Robert.
"Certainly not, no problem. Sorry but I just want to make sure I'm not wrong just hear
(Tentu tidak,tidak ada masalah.Maaf tapi saya hanya ingin memastikan saya tidak salah dengar saja)"ujar tuan Dirga,setelah itu ia mundur kembali satu langkah dan melirik kearah tuan Renal dengan senyum kemenangan.
"Right too, I almost forgot. Introducing them is my family. My father, my stepmother, and sister and brother.Other my family, and you can't still remember Sis Anna right?
(Benar juga,aku hampir lupa. Perkenalkan mereka adalah keluargaku.ayahku,ibu tiriku,serta saudari dan saudaraku.Serta keluargaku yang lain,dan kamu tak mungkin masih ingat dengan kak Anna bukan?)"Zia memperkenalkan semua anggota keluarganya satu persatu kepada Robert.
Robert sendiri merasa kaget melihat mantan adik tingkatnya saat SMU dulu ternyata memiliki banyak keluarga dinegara ini,ia pikir hanya kak Anna saja yang tersisa dari keluarga gadis itu.Dan bahkan gadis yang dulu selalu mengatakan tak akan pernah menjalin hubungan dengan laki laki manapun itu,lihatlah sekarang sudah punya kekasih juga.
"Wow,you have a fairly large family,Fransis.I think only Ms. Anna,you have,it turns out I'm wrong about that.But it's good,because it means that the news of the bird circulating in school is not true.
(Wah ternyata kau memiliki keluarga yang cukup besar,Fransis.Aku kira hanya ms Anna yang kau punya, ternyata aku salah tentang itu.Tapi itu bagus,karena artinya kabar burung yang beredar disekolah dulu tak benar)"komentar Robert.
"Even you are the most anti with romance, now you also have a boyfriend
(Bahkan kau paling anti dengan percintaan,kini juga sudah punya pacar)"lanjut laki laki itu.
"Of course it's not true and everyone can change,so how did you first be Indonesia?
(Tentu saja tidak benar dan semua orang bisa berubah,jadi bagaimana pertama kali keindonesia?) ujar Zia,sebelum ada yang bertanya soal maksud perkataan Robert tadi lebih baik ia mengganti topik baru.
"Not bad,for the first time for me. Money is pretty good
(Tidak buruk,untuk pertama kali bagiku.Malahan cukup baik)"saut
Robert.
Gia yang sejak tadi diam memperhatikan klaen barunya dan Zia bercakap cakap akhirnya bicara,untuk menyampaikan tujuan sebenarnya ia mengajak tuan Robert kesana selain untuk bertemu dengan Zia serta yang lain.
"Zia,tuan Robert menemuimu hendak pamit"ujar Gia kepada Zia,tentunya dengan bahasa indonesia.Zia mengangguk paham mendengar oerkataan kakak perempuannya itu.
"So you met me to say goodbye, Robert?
(Jadi kau menemuiku untuk pamit,Robert?)"tanya Zia.