One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 89



"Zia sekolah kali,ini kan masih hari sekolah"ujar Teo.


"Nah itu dia masalahnya,Zia hari ini gak sekolah karena diskor dan tadi pas kita cek kamarnya buat ngasih kejutan ulang tahun tapi adik gue malah gak ada.Trus kita juga udah cek disemua tempat dikediaman ini tapi gak ada juga"jelas Arga pada Teo.


"Kejutan ulang tahun?tutup dulu teleponnya,tunggu bentar gue mau kebandara dulu bentar trus langsung kesana.Tut...tut...tut..."ujar Teo langsung mengakhiri pembicaraan itu secara sepihak.


"Halo Teo Teo,hah dimatiin lagi"ujar Arga melihat layar hpnya.


"Gimana itu anak ada disana?"tanya Gia.


"Gak ada,kata Teo Zia gak punya jadwal keperusahaan hari ini"jawab Arga.


"Kalau gitu batalin aja kejutannya" ujar Gia


"Jangan dong kak,kasian Zia gak dapat perayaan ulang tahun dari kita kakak kakaknya"Liona langsung menolak perkataan saudarinya itu.


"Lah bukan kita yang gak ngasih perayaan,lagian anaknya aja menghilang dan pasti dia gak peduli mau dikasih perayaan atau enggak"ujar Gia kepada Liona adiknya itu.


"Tapi.."


"Udah udah kalian gak usah ribut,kita tunggu bentar lagi Teo bakal datang kesini"ujar Arga menghentikan kedua saudarinya yang ingin berdebat itu.


"Ckh lagian itu anak emang nyusahin tau gak,mendingan tadi kekampus dari pada ngurus bocah gak jelas itu"dumel Gia merasa kesal.


"Kak Gia gak boleh ngomong gitu,Zia itu adik kita"ujar Liona kepada kakaknya itu.


"Bener kata Liona,Gia kamu sebagai kakak seharusnya gak bilang kayak gitu tentang adik kamu sendiri"Arga menasehati kembarannya itu.


"Terus aja belain anak itu,dan lagi gadis itu bukan adik gue.Gia Antara cuma punya dua adik aj gak lebih"ujar Gia.


"Gia itu adik kita kak,adik satu darah"balas Liona.


"Itu bagi kamu Lio,tapi bagi kakak adik kakak itu cuma yang terlahir satu papa dan satu rahim sama kakak.


Selebihnya gak"bantah Gia.


"Udah udah jangan debat lagi,lihat Lyn.Dia sangat tenang dan gak debat mulu kayak kalian berdua"ujar Arga kembali menghentikan perdebatan dua saudarinya itu.


"Lyn mah jangankan peduli sama anak itu,sama kita aja dia gak bakal peduli.Sampai sekarang aja masih heran kenapa dia mau jadi dokter"ujar Gia menyindir adik keduanya itu.


"Liona sependapat kali ini sama kak Gia"ujar Liona.


Lyn yang secara jelas mendengar perkataan dua saudarinya itu tentunya merasa marah dan kesal, namun ia menahan dan menyembunyikan nya dibalik wajah dingin nan datar miliknya.


*Kalian memang tak pernah mengerti tentangku*batin Lyn,gadis itu memilih berdiri dari sofa.


"Kamu mau kemana Lyn?"tanya kakak laki lakinya.


"Kamar,panggil aku jika orang yang kalian tunggu datang"ujarnya dengan nada datar terkesan dingin,setelah itu ia langsung beranjak meninggalkan ruangan keluarga.


"Gia Liona,jaga perkataan kalian, bagaimana kalau Lyn marah mendengar perkataan kalian tadi"ujar Arga kepada kembaran dan adiknya itu.


"Wah kakak dengar,kak Lyn barusan berbicara sembilan kata kepada kita"ujar Liona kepada Gia.


"Kakak juga baru menyadarinya,itu fenomena yang jarang terjadi bukan"saut Gia kepada Liona adiknya.


Disisi lain Lyn meninggalkan ruang keluarga dan berjalan menuju kekamarnya saja dari pada harus terus mendengar ocehan saudari saudarinya,gadis itu berhenti tepat didepan pintu kamar Zia saat melihat kalau pintu kamar itu terbuka dan mungki tadi lupa ditutup oleh Arga kakaknya.


Lyn mendekat kearah pintu kamar Zia hendak menutupnya kembali,tapi niatannya itu tertunda saat ia melihat kedalam kamar itu.Ia menoleh kekiri dan kanan memastikan tidak ada yang melihatnya kemudian melangkahkan kaki membawa dirinya masuk kedalam kamar gadis yang berstatus adik bungsunya itu,entah kenapa tapi ia seperti ingin sekali melihat isi kamar itu lebih detail.


Setelah masuk kedalam kamar itu Lyn mengakui kamar Zia itu terlihat sangat rapi,semua isi kamar tersusun dan terorganisir dengan sangat baik.


Lyn berputar memperhatikan keseluruhan isi kamar itu,matanya tertuju kearah meja belajar milik Zia.Gadis berwajah dingin itu berjalan mendekat kearah meja belajar itu,matanya menangkap sebuah buku kecil mirip seperti diary diantara susunan buku yang terletak diatas meja.


*Warna covernya terasa familiar* batin Lyn,tangannya bergerak mengambil buku kecil itu secara perlahan supaya tidak merusak susunan buku yang lain.


Ia membuka buku itu dan membaca tulisan yang terdapat dibagian dalam cover depan buku itu.


CELINE FRANS ANTARA


Itu adalah nama yang tertulis dengan tinta hitam disana.


"Ternyata mami juga meninggalkan buku serupa untuknya"gumam Lyn pelan setelah membaca buku nama yang tertera pada buku itu.


"LYN!"


Gadis itu segera meletakkan buku tadi ketempatnya semula setelah mendengar namanya dipanggil oleh kakaknya,setelah memastikan tak ada satupun benda yang letaknya berubah olehnya.Lyn segera berjalan keluar dari dalam kamar Zia


"Ngapain lo disitu?"


Ia sedikit kaget melihat Gia kakak nya sudah berdiri tepat didepan pintu sambil melipat tangan didepan dada,namun segera ia mentralkan ekspresinya sebelum sang kakak menyadarinya.


"Lo belum jawab pertanyaan kakak,Lyn"ujar Gia.


"Gak ada"jawab Lyn


"Kalau gak ada kenapa lo masuk kekamar anak parasit itu?"tanya Gia lagi.


"kenapa manggil gue?"ujar Lyn menjawab pertanyaan kakaknya itu dengan sebuah pertanyaan.


"Teo sebentar udah sampai digerbang, jadi Arga minta gue buat manggil lo"jawab Gia memberitahu tujuan kenapa ia memanggil adiknya itu.


"Oke"ujar Lyn kemudian ia segera melangkah pergi meninggalkan tempat itu dan kakaknya berjalan kembali kelantai bawah untuk menemui tamu yang kemungkinan sudah berada diruang tamu.


"Cks,gue yang panggil dia malah gue yang ditinggal,gini banget punya adik dingin gak berperasaan"dumel


Gia setelah Lyn adiknya berjalan duluan meninggalkannya,dengan muka cemberut Gia pergi menyusul adiknya itu untuk turun kelantai bawah.


Setelah berhasil menyusul Lyn,Gia dan adiknya itu berjalan beriringan menuruni satu persatu anak tangga kemudian langsung menuju keruang tamu.Kedua gadis itu sampai keruang tamu keluarga mereka itu bersamaan dengan kedatangan tamu mereka disana,namun ada satu yang membuat mereka sedikit kaget yaitu sosok perempuan yang datang bersama Teo.


"Halo semuanya,selamat siang"sapa kedua tamu mereka itu.


"Selamat datang Teo dan juga Anna, jujur aja gue sedikit terkejut lo ikut datang sama Teo kesini"ujar Arga menyambut ramah kedatangan dua orang yang terbilang sangat dekat dengan adik bungsunya.


"Kedatanganku keIndo rencananya memang untuk memberi kejutan"ujar Anna.


Liona yang berada tak jauh dari posisi kakak tertuanya berdiri terus memperhatikan kedua tamu yang baru datang itu khususnya Wanita bernama Anna itu.