One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 71



"Berarti kamu nginep dong dirumah sahabat kamu itu?"tanya Arga.


"Iya kak biar nanti Zia gak perlu nyetir malam malam banget,tapi besok pagi pagi Zia pulang kok"jawab Zia.


"Yasudah kamu boleh pergi,tapi hati hati dijalan sama nyetirnya"ujar Arga memberi izin dan berpesan untuk hati hati.


"Beres kak,kalau gitu Zia pergi dulu ya.Bai"ucap Zia langsung meninggalkan ruang kerja kakak pertanya itu.


"Inget Hati Hati Zia"ujar Arga sedikit berteriak supaya dapat didengar oleh adik bungsunya itu.


Zia keluar dari ruangan kakaknya dengan perasaan yang sangat senang karena mendapatkan izin untuk keluar dan pergi kerumah Neta sahabatnya.


"Mau kemana lo parasit?"tanya kakaknya Zia yaitu Gia saat gadis itu melewati daerah sofa.


"Mau pergi kak"ujar Zia menjawab pertanyaan saudari tertuanya itu.


"Kemana?"tanya Gia.


"Kerumahnya Neta kak sekalian nginep disana nemenin dia,tapi besok pagi pagi udah pulang kok"jawab Zia sambil tersenyum manis.


*Tumben kak Gia nanya nanya gini,apa dia mulai khawatir sama gue ya?"Zia betanya tanya dalam hatinya sekaligus berharap kalau kakaknya itu benar mulai peduli dengannya.


"Kalau bisa gak usah pulang sekalian"ujar Gia membuat gadis yang lebih muda dihadapannya langsung merasa sedih didalam hatinya.


"Soal itu mungkin lain kali kak,besok gue mesti harus balik karena udah bilang ke kak Arga"ujar Gia yang masih terus mempertahankan senyumannya menatap Gia kakaknya yang tengah duduk disofa menghadapnya.


"Wah sayang benget kalau gitu, padahal gue udah berharap lo gak niat buat balik"ujar Gia menatap sinis Zia.


"Sabar kak,belum waktunya"ujar Zia, setelah itu gadis langsung melangkah pergi dari sana menuju pintu keluar.


"Gue bakal nunggu banget waktu itu tiba!"ujar Gia berbicara sedikit keras supaya Zia masih bisa mendengar perkataannya itu.


Zia memilih tak menghiraukan perkataan saudari tertuanya itu,ia tau kalau dirinya tetap menyauti perkataan kakaknya itu maka malah akan semakin membuat hatinya sesak.


Sesampai digarasi mobil,Zia menekan tombol untuk menonaktifkan alarm keamanan mobilnya kemudian membuka pintu mobil lalu masuk kedalam.


Mobil yang dikendarai oleh Zia itu berjalan perlahan keluar dari garasi kemudian melaju menuju kearah gerbang utama kediaman keluarganya.


Melihat mobil milik salah satu majikan mereka mendekat kearah gerbang hendak menuju keluar gerbang,salah seorang penjaga yang berada didalam pos keamanan didekat gerbang langsung beranjak dengan segera membuka gerbang supaya bisa dilalui oleh mobil itu.


Tit...tit...Zia dengan sengaja membunyikan klakson mobilnya untuk menyapa penjaga tadi,setelah itu mobil yang ia kendarai benar benar melaju cepat memasuki jalan raya.


Zia mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata rata saja,ia tak mau membahayakan dirinya sendiri malam malam begini.Selain karena belum siap untuk masuk rumah sakit lagi, dirinya gak mau merasa miris pada dirinya sendiri saat nanti tidak ada keluarganya yang peduli dengannya.


Tak butuh waktu lama bagi Zia untuk menuju kerumah Neta sahabatnya,itu hanya memakan waktu lima belas menit saja.Zia saat ini sudah berdiri didepan pintu rumah keluarga Neta, sedangkan mobilnya sudah terparkir dihalaman rumah itu.


Ding...dong...ding...dong...Zia menekan bel pintu beberapa kali supaya penghuni rumah itu tau kalau ada yang datang.


Ceklek...pintu rumah Neta dibuka oleh seorang wanita yang jika dilihat dari wajahnya sudah cukup tua tapi tidak lebih tua dari bik muti salah satu ketua pelayan dikediaman keluarganya.


"Halo,selamat malam"ucap Zia terlebih dahulu menyapa wanita tua itu.


"Iya saya sahabatnya Neta emm"Zia bingung harus memanggil apa kepada wanita tua itu.


"Panggil saja saya bibik non,saya salah satu pembantu rumah tangga yang bekerja disini"ujar wanita tua itu kepada Zia.


"Baik bik,ngomong-ngomong Netanya ada bik?"tanya Zia kepada wanita tua yang ternyata bekerja sebagai pembantu dirumah sahabatnya itu.


"Non Netanya ada non,silahkan masuk"ujar bibik itu mempersilahkan Zia untuk masuk kedalam,Zia mengangguk kemudian langsung masuk kedalam kediaman keluarga Neta itu.


"Non Netanya ada didalam kamarnya, non bisa langsung kesana pesannya tadi.Non taukan letak kamarnya non Neta?"ujar bibik itu kepada Zia.


"Enggak bik,saya gak tau"jawab Zia menggelengkan kepalanya.


"Kamar non Neta ada dilantai dua paling ujung,pintu cat putih dan dipintunya juga ada namanya non Neta kok non"ujar bibik itu memberi tau dan menjelaskan letak kamar anak majikannya kepada Zia.


"Saya paham bik,terima kasih banyak"ucap Zia mengerti dengan penjelasan yang diberikan oleh bibik itu.


"Sama sama non"balas bibik pembantu dikeluarga Neta itu.


"Kalau begitu saya izin naik keatas ya bik"jawab Zia, ia meminta izin untuk naik kelantai atas dimana kamar Neta berada.


"Tentu silahkan non"ucap bibik itu mempersilahkan sahabat dari anak majikannya itu untuk menuju kekamar Neta.


Setelah dipersilahkan oleh bibik yang tadi,Zia langsung menuju kearah tangga yang menuju kelantai atas. Gadis itu mulai menaiki satu persatu anak tangga,sesampai dilantai dua Zia langsung mencari kamar Neta sesuai dengan ciri ciri yang dikatakan bibik tadi.


Tak butuh waktu lama bagi Zia untuk menemukan kamar Neta,kamar sahabat nya itu berada dipaling ujung.Selain itu hanya pintu kamar itu yang catnya berwarna putih sedangkan yang lain berwarna coklat,dan juga ada papan kecil yang tergantung didepan pintu kamar itu yang tertera nama Neta disana.


Tok...tok...tok...Zia mengetuk pintu kamar itu beberapa kali.


Ceklek suara pintu dibuka dari dalam dan sebuah suara perempuan yang cukup familiar ditelinga Zia,itu adalah suara Neta sahabatnya.


"Siapa?"tanya Neta sambil membuka pintu kamarnya.


"Eh Zia,lo udah datang toh.Ayo masuk"ujar Neta langsung mengajak Zia masuk kedalam kamarnya setelah melihat kalau yang datang itu adalah Zia sahabatnya.


"Gue kira tadi bibik yang kerja dirumah gue yang ngetuk pintu kamar gue,ternyata lo"ujar Neta kepada Zia,keduanya saat ini sudah duduk diatas kasur tempat tidur Neta.


"Eh ngomong ngomong kok lo tau sih letak kamar gue dimana?"tanya Neta.


"Gue tadi dikasih tau sama bibik yang kerja dirumah lo ini tadi dibawah,bibik itu juga yang bukain pintu tadi"ujar Zia menjawab pertanyaan Neta tadi.


"O..oh"Neta membulatkan mulutnya beroh ria.


"Btw Ta"panggil Zia.


"Kenapa?"saut Neta.


"Rumah lo kok keliatan sepi banget,padahal pas gue datang kemarin rasanya gak sesepi itu?"tanya Zia kepada Neta.