
"Siapa kalau boleh tau?"tanya perwat itu lagi
"Kakak perawat,aku sedang merindukan mamaku"jawab Zia kembali menatap langit.
Perawat itu tertegun sejenak mendengar jawaban pasien mudanya itu,kemudian perawat itu berdiri dari bangku taman.
"Malam sudah semakin larut dan udara juga semakin dingin,mari saya antar kembali ke kamar"ujar Perawat itu mengajak Zia kembali ke kamar rawat.
Zia mengangguk dan ikut berdiri dari bangku taman,dengan didampingi perawat ia berjalan kembali menuju kamar rawatnya meninggalkan area taman rumah sakit.
~Pagi Hari~
Liona saat ini sedang berada dikantin SMA Hantara untuk menemani Rena sang sahabat yang merengek untuk ditemani pergi makan disana.
"Lio adik angkat gue udah datang kesekolah apa belum?"tanya Rena sambil menyuapkan makanan kemulutnya.
"Mana gue tahu"jawab Liona
"Dih parah,masa tinggal satu rumah lo gak tau adik angkat gue itu berangkat atau belum.Gak perhatian banget lo jadi saudari"ujar Rena
"Bukan gue yang enggak perhatian tapi Zia nya kemarin malam gak pulang kerumah,makanya gue gak tau"ujar Liona ke Rena.
"Hah kok adik angkat gue bisa gak pulang kerumah?lo apain?"tanya Rena menatap Liona penuh selidik.
"Gak gue apa apain jangan suuzon sama gue,Zia gak pulang karena ada urusan mendadak soal perusahaan miliknya yang harus diselesein makanya gak pulang"ujar Liona mematahkan kecerigaan aneh Rena kepadanya.
"Wih rajin banget adik angkat gemes gue yang satu itu,jadi bangga gue jadi kakaknya"ucap Rena kagum kepada Zia.
"Bisa gak sih lo berhenti bilang Zia itu adik lo?dia itu adik gue,sejak tadi gue dengernya jadi kesel"ujar Liona tak begitu suka saat Rena menyebut Zia adiknya walau cuma adik angkat.
"Iri aja lo sama gue,lagian Zia aja gak masalah jadi adik angkat gue kok lo yang repot dari kemarin"ujar Rena membuat Liona bertambah kesal.
"Mana ada gue iri,Zia itu adik gue dan wajar gue sebagai kakaknya gak suka orang lain nganggep dia adik kesayangan selain gue"ujar Liona.
"Ya lo emang kakaknya tapi yang udah resmi dipanggil kakak kan gue"saut Rena menaik turunkan alisnya mengejek sang sahabat yang sudah seperti ingin mengeluarkan tanduk
Skakmat ucapan Rena tadi langsung membuat Liona tak tau harus berkata apalagi untuk membalas ucapan sang sahabat yang duduk didepannya itu.
"Ya tap..."
"NETA!"belum lagi Liona selesai bicara tapi sudah terpotong dengan Rena memanggil nama Neta.
Neta berjalan menelusuri lorong sekolah untuk menuju kekantin,karena harus datang pagi pagi karena akan melaksanakan piket membuat gadis dengan senyuman manis itu tak sempat untuk sarapan dirumah.Jadi setelah selesai melaksakana tugas piketnya Neta langsung menuju ke kantin sekolah untuk mengisi perutnya,untuk menghindari cacing cacing diperutnya demo saat PBM berlangsung nanti.
Sesampai dikantin Neta langsung menuju kesalah satu stan penjual dikantin memesan satu porsi bubur ayam dan satu botol air mineral,tak butuh waktu lama pesanannya sudah selesai dibuat oleh penjual kantin dan sekarang giliran untuk mencari tempat untuk ia menikmati makanannya itu dikantin.
"NETA!"terdengar suara Rena yang memanggilnya dari salah satu meja disudut kantin.
"Selamat pagi Lio,kak Ren"sapa Neta datang menghampiri Lioan dan Rena.
"Pagi Neta"sapa balik Liona
"Selamat pagi juga Neta,adek angkatku yang kedua"ucap Rena tersenyum.
"Mau makankan?ayo duduk sini aja"ujar Rena menarik Neta untuk duduk disebelahnya.
"Neta,Zia udah datang belum?"tanya Liona kepada Neta yang sudah duduk disebelah Rena.
"Nah iya Zia mana,biasanya kalian bareng?"Rena juga ikut bertanya
"Zia hari inikan izin gak masuk sekolah kak"jawab Neta melihat kearah Liona dan Rena bergantian.
"Kami tau dari mana?"tanya Liona ke Neta.
"Tau dari Zianya langsung Lio"jawab Neta.
"Kemarin malam kita teleponan trus dia bilang kalau hari ini dia gak masuk sekolah karena ada urusan"lanjut Neta.
Liona menyergit mendengar hal itu
"Lah bukannya Zia lagi sibuk sama urusan perusahaannya ya,sampai gak bisa pegang hp kok bisa telponan sama lo?"ujar Liona
"Mungkin aja dia ada waktu istirahat bentar kalo"jawab Rena menyauti omongan Liona itu.
"Kalau itu bener tapi kok dari tadi malam gue sering nelpon sama kirim pesan ke Zia,kok gak ada satupun yang diangkat?pesan yang gue kirim juga jangankan dibales,dibaca aja belum ada.Tapi Zia malah sempet nelpon lo Net"ujar Liona memasang muka masamnya.
"Kalau itu gue gak tau sih Lio"ujar Neta terlihat tak enak kepada Liona.
"Positif thinking aja,mungkin Zia lupa save nomer lo dihpnya jadi pas lo nelpon dikira sales kartu kredit jadi gak diangkat"ujar Rena santai.
"Enak aja gue dikira sales kartu kredit,lagian gak mungkin Zia belum save nomer gue"sangkal Liona santai.
"Ya siapa taukan?"balas Rena.
"Oke deh kalau beneran adik gue gak save nomer gue,trus pesan yang gue kirim gimana?guekan udah bilang kalau itu gue,tetep gak direspon"ujar Liona.
"Mungkin dia kira itu penipu online yang mau ngibulin dia,jadi dia milih gak nanggepin pesan yang lo kirim deh"komen Rena lagi.
"Masa Zia gak bisa bedain penipu sama kakaknya sendiri sih?"tanya Liona ragu.
"Berarti emang dia gak punya waktu buat baca pesan dari lo"ujar Rena.
"Lagian lo ribet banget sih,
ketimbang telpon sama pesan gak dibales aja"lanjut Rena.
"Bukan itu..."
"Ekhem.."deheman dari Neta langsung mengubah atensi dua gadis yang tengah akan berdebat itu dan membuat Liona menunda perkataan yang hendak dia ucapkan ke Rena.
"Makanan gue udah abis.kalau gitu gue pamit balik kekelas duluan ya Lio,kak Ren"ujar Neta langsung berdiri dari kursinya sambil membawa botol minum dan mangkok kosong bekas tempat bubur ayam untuk dikembalikan ke penjualnya lagi.
"Permisi"ucapnya kemudian mulai beranjak meninggalkan meja itu.
"Semangat belajarnya adik angkat gemes!"ucap Rena ke Neta.
"kak Ren juga"balas Neta.
"Kakaknya Zia cerewet juga ya"ujar Neta pelan setelah keluar dari area kantin.Jujur saja setelah cukup sering bertemu dengan kakak sang sahabat dan selalu duduk dimeja kantin yang sama semenjak Zia menjadi sahabatnya membuat Neta sedikit kaget mengetahui kalau ternyata Liona adalah gadis yang lumayan cerewet,sangat bertolak belakang dengan image Liona yang selama ini Neta kenal.Dulu Neta selalu menganggap Liona adalah tipe gadis yang tak banyak bicara dan sedikit acuh hampir sama dengan pendapat seluruh murid SMA Hantara pada umumnya,namun ternyata dugaannya meleset.