
"Nil,kita langsung kerumah Zia aja ya habis isi bensinnya selesai.Kata kak Ren,para kakak kakaknya ini bocah udah nungguin"ujar Neta kepada Danil.
"Oke,lagian gue juga takut kalau kelamaan bawa bos balik.Nanti malah gue yanv kena amuk kakaknga"saut Danil setuju.
Jika kalian dimana Zia?jawabannya adalah bocah itu asik molor dikursi penumpang,Zia tertidur beberapa saat setelah mereka memasuki mobil sehabis selesai menghabiskan sore dipantai.
Saat ini mobil yang ketiganya naiki itu sedang mengantri untuk mengisi bahan bakar dipos pengisian bahan bakar,karena antrian yang cukup panjang makanya Danil dan Neta sempat untuk mengaploud story di IG.
Setelah cukup lama mengantri akhirnya mereka selesai untuk mengisi bahan bakar mobil mereka, merekapun akhirnya melanjutkan perjalanan untuk menuju kekediaman keluarga Zia.
Ditempat lain,Lyn membaca dan melihat updetan instagram milik Neta dan Danil.Ia tengah mampir di minimarket untuk membeli minum, karena merasa kehausan sehabis pulang dari makam maminya.
Sekeluar dari minimarket hpnya langsung berbunyi,ia melihat ternyata itu adalah updetan instagram dari sahabat dan salah satu teman sekelas Zia.
Mungkin kalian penasaran bagaimana bisa Lyn tahu akan itu,itu bisa karena gadis itu memang sengaja dengan diam diam mengikuti serta memantau akun sosmed dari orang orang yang ia ketahui dekat dengan saudarinya itu.Tentu saja ia tak menggunakan akun sosial media aslinya,melainkan akun lain yang memang ia buat khusus untuk memantau Zia dijejaring sosial.
*Aku harus bergegas pulang*batin Lyn.
Gadis itu meminum segera air minum kemasan yang dibelinya sampai habis kemudian membuang kemasannya kedalam tong sampah yang terdapat didepan minimarket,lalu bergegas menuju mobilnya untuk pulang kerumah.
Mobil yang dikendarai oleh Danil terlibat memasuki gerbang kediaman Hantara,melaju kemudian berhenti tepat didepan teras.
"Akhirnya sampai"ujar Danil merenggangkan tangan dan punggungnya karena terasa kaku akibat terlalu lama menyetir.
"Eh itu,lo bangunin bos dong Ta. Bilangin udah sampai"suruh Danil kepada Neta.
"Oke"jawab Neta,gadis itu langsung memutar hampir seluruh tubuhnya kebelakang untuk menghadap kekursi penumpang belakang.
"Zi Zia,ayo bangun.Kita udah nyampe rumah lo nih"ujar Neta membangunkan Zia,tapi belum mendapat respon dari sang sahabat yang masih terlelap.
"Nil,gimana kalau lo angkat Zia kedalam?"tanya Neta ke Danil memberi izin.
"Ogah,ntar kakaknya marah gue gendong adik mereka gimana? Gua dan keluarga gue masih mau hidup tenang ya"saut Danil langsung menolak usulan dari Neta untuk menggendong Zia kedalam kediaman gadis itu.
"Iya juga sih,yaudah deh gue coba bangunin lagi"ujar Neta.
"Zi Zi Zia,Ayo bangun.Kita udah nyampe rumah lo nih"
Berbeda dengan usaha yang pertama, kali sepertinya Neta berhasil membangunkan Zia.Terbukti dari sang sahabat perlahan lahan mulai membuka kedua mata sadar dari tidurnya,Zia tersadar dan mengucek ngucek matanya.
"Hm"saut Zia,entah sudah sadar atau enggak gadis itu meraih gagang pintu mobil dan mulai membuka pintu mobil itu untuk keluar dari dalam mobil.Danil dan Neta ikut keluar dari dalam mobil,mereka berdua mengikuti sahabat mereka yang masih dalam mode setengah sadar itu Sambil mewanti wanti kalau misalnya Zia ambruk.Soalnya gadis itu berjalan dengan sedikit oleng.
Ketiga remaja itu memasuki bangunan kediaman Antara yang megah secara bersama sama dan langsung mengarah keruang tamu,Danil tak bisa menahan rasa kagumnya yang bahkan sampai saat memasuki kediaman salah satu keluarga paling berpengaruh itu.
"Jangan lupa tutup mulut Nil, Kediaman keluarga Zia emang bikin kagum"ujar Neta melihat reaksi Danil yang berjalan disebelahnya.
"Ta,ini rumah apa istana sih?"tanya Danil masih dengan rasa kagumnya.
"Itu mereka datang"terdengar suara Rena saat mereka memasuki ruang tamu.
Danil dan Neta mendadak gugup dan rada takut melihat orang orang yang nampak melipat tangan didepan dada masing masing dan jangan lupakan tatapan mereka semua yang membuat bulu kuduk merinding merinding gimana gitu,sedangkan Zia yang sebenarnya adalah tersangka utama dari tatapan dan reaksi orang orang yang menunggu mereka itu malah sepertinya tak menyadari hal itu.
Hoam...Zia menguap pelan,gadis itu menutup mulutnya dengan telapak tangan.Setelah itu ia menggaruk garuk pipinya pelan dan matanya mengerjap mengerjap menahan rasa kantuk berat,gadis itu menoleh kesegala arah memperhatikan sekelilingnya.
"Kenapa rame rame begini?ada malingkah?kenapa kalian kesini?kak Teo tak bekerja?"tanya gadis itu beruntun terdengar agak ngelantur.
Suasana yang tadinya agak menegangkan mendadak hilang karena omongan gadis itu.
"Zia dari mana?"tanya Anna menjadi yang pertama membuka suara diantara semua orang yang berkumpul diruang tamu.
Zia tak menjawab pertanyaan itu, entah karena tak mendengar atau kesadaran yang tak sepenuhnya ada membuat gadis itu tak fokus akan sekelilingnya.Gadis itu melangkah mendekat kearah kak Anna.
"Eh"kak Anna sedikit kaget dengan pergerakan Zia yang tiba tiba memeluknya,begitu juga dengan yang lain.
"Kak Anna kok lo malah nunggu dirumah sih,biasanya nyusul gue ke cafe?"tanya gadis yang sedang setengah tertidur itu.
"Hah kafe apaan maksud lo?"tanya kak Anna heran.
"Masa lo gak tau kafe langganan gue diCalifornia ini sih"saut Zia dengan suara yang mulai memelan.
Puk...Teo spontan langsung menepuk keningnya sendiri mendengar perkataan bos kecilnya barusan
"Fiks inimah dia lagi mimpi pas dia masih tinggal di AS nih"ujar laki laki itu kepada yang lain.
"Kayaknya kita gak bisa introgasi bocah ini sekarang,lagi ngantuk berat gini hobinya emang ngelantur kalau diajak ngomong"ujar Anna.
"Yaudah deh,kalau begitu kita introgasi mereka berdua aja"ujar Arga melihat kearah Danil dan Neta yang masih setia berdiri dengan harap harap cemas.
"Kita kak?"tanya Neta sambil menunjuk dirinya sendiri serta Danil.
"Lo berdualah,siapa lagi?"saut Liona sedikit ngegas kepada dua teman satu sekolahnya itu.
"Santai dong Lio,nanti degem dua gue takut gimana?"ujar Rena kepada sang sahabat.
"Emang gue pikirin"saut Liona ketus.
Tap...tap...tap...suara langkah kaki memasuki kediaman keluarga itu membuat atensi semua orang beralih sebentar.
"Lyn kamu baru pulang?"tanya Arga basa basi.
"Hm"saut orang yang datang itu ternyata adalah Lyn anak ketiga Antara.
"Baiklah mari kita lanjut mengintrogasi mereka"ujar Liona kembali menoleh kearah Neta dan Danil,entah kenapa gadis itu terlihat menyimpan rasa kesal yang lebih besar dibanding yang lain terhadap dua sahabat adiknya itu.