
US,More than twenty five years ago__
Seorang mahasiswa asal indonesia tengah memasuki sebuah tempat yang digunakan untuk para penuntut ilmu yang berasal dari negara yang sama dengannya untuk sebuah acara kumpul kumpul,kegiatan yang dilakukan sekitar sebulan sekali.
Mahasiswa itu bernama Dirga.Jujur saja tapi Dirga sebenarnya bukan tipe orang yang rutin ikut terlibat dalam acara kumpul kumpul ini,dua tahun menuntut ilmu dinegara orang ini tapi Dirga bisa dibilang lebih sering berkumpul dengan mahasiswa lokal disana.
Tapi entahlah hari ini ia kebetulan tak punya jadwal acara lain atau janji temu dengan teman temannya, untuk menghindari rasa bosan sendirian diapartementnyalah akhirnya Dirga memenuhi undangan salah satu rekan senegaranya yang mengajaknya untuk hadir dalam acara kumpul kumpul ini.
"Woi Dirga,sini!"
Dirga menghela nafas lega karena salah seorang temannya memanggil dirinya,maklum saja tak banyak yang ia kenal yang hadir dalam acara itu jadi Dirga bernafas lega dipanggil karena ia terselamatkan jadi orang bingung ditengah acara.
"Hai bang,apakabar?"Dirga langsung menyapa temannya yang memanggil namanya itu.
"Akhirnya setelah sekian abad,lo mau lagi juga ikut gabung sama nih acara kumpul kumpul"ujar teman Dirga itu.
"Dirga mah mainnya gue perhatiin selalu sama anak anak lokal,jadi segan kita mau nyapa kalau gak sengaja pas pasan"kawan lain bicara.
"Bisa aja lo mah,lagian kalau mau nyapa ya nyapa aja.Gue mah pasti nyaut kalau lo nyapa doang,kecuali minjem duit"Dirga.
"Kalau gue nyapa lo trus minjem duit gimana?"
"Sapaan lo gue bales,nah pas lo mau ngomong minjem duitnya nanti gue langsung kabur"Dirga.
"Dih pelit banget anak bapak CEO"
"Mohon ngaca juga kawanku,engkau anak yang punya tambang batu bara"Dirga
"Hehehe..."
"Nyengir lo,btw haus nih gue.Ini acara ada nyediain minum kagak?" tanya Dirga,tiba tiba tenggorokannya seret butuh air minum untuk menyegarkannya.
"Adalah masa enggak,lo nanya kayak gak pernah sama sekali hadir diacara beginian"
"Pernah dia mah tapi ya gitu setahun yang lalu,btw itu lo ambil minum di meja dipojok sana tuh.Ada air sirup tuh dibikin sama anak anak yang lain"
"Air sirup doang,wine?"Tentu saja Dirga bercanda dengan perkataannya itu.
belajar merakyat sesekali"
"Iya deh yang paling merakyat"
Dirga-pun langsung meninggalkan teman temannya itu dan beranjak menuju meja yang dimaksud salah satu temannya.
Setelah menemukan meja tempat minuman yang dimaksud kawannya,Dirga mengambil gelas bersih dan mengisinya dengan sirup jeruk yang tersedia disana dan langsung meneguknya sekali kemudian Dirga berbalik kembali ketempat teman temannya yang tadi.
Saat mendekati tempat teman temannya yang tadi,Dirga melihat kini kawan kawannya tengah mengobrol dengan seorang perempuan.Dirga tak tau apakah dirinya mengenali perempuan itu atau tidak karena ia tak bisa melihat wajah siperempuan yang kini berdiri dalam posisi memunggunginya.
"Hai guys,gue datang lagi"ujar Dirga menghampiri kawan kawannya sambil membawa segelas sirup ditangannya.
Kawan kawan Dirga yang menyadari kedatangan Dirga kembali langsung menoleh kearah pemuda itu dan bahkan perempuan yang tadinya memunggungi Dirga langsung berbalik badan.
"Nah kebetulan nih lo disini Dir,
kenalin nih sama salah satu temen kita juga.Kalian satu kampus loh"
"Oh ya?"Dirga
"Celine,kenalin nih salah satu temen abang.Namanya Dirga"temen Dirga itu mulai memperkenalkan Dirga kepada perempuan itu.
"Hai kenalin nama gue Dirga,nama lo siapa?"Dirga berinisiatif menjulurkan tangannya mengajak salaman.
"Salam kenal Dirga,perkenalkan nama gue Celine"perempuan bernama Celine itu langsung membalas juluran tangan itu sehingga kini keduanya bersalaman dengan Celine yang langsung menatap tepat ke kedua mata Dirga.
Deg...Deg...Deg...
Dirga langsung merasakan jantungnya berdetak tak normal saat beradu tatapan dengan Celine.Sepasang bola mata hazel milik perempuan itu seakan langsung menghipnostis dan membuat Dirga terpaku sekaligus terpesona.
"Udah salamannya bentar aja,gak usah lama lama"salah seorang teman Dirga langsung memutuskan acara salam salaman Dirga dengan perempuan yang baru dikenalnya itu.
"Eh sory"ucap Dirga.
Sedangkan Celine hanya menampilkan senyumannya saja dan yang mana senyuman itu juga berhasil membuat Dirga seketika kembali terpesona dan jatuh hati.