One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 266



Liona sejak tadi terus melirik kearah tempat dimana adiknya tengah asik berdua dengan Neta,apa yang tengah keduanya bicarakan sehingga terlihat tak acuh pada sekitar seperti saat ini,Rena yang duduk didepan Liona hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah sang sahabat yang seperti tengah merasa cemburu itu.


"Lio fokus sini ngapa,ADIK LO gak bakal diculik sama Neta"ujar Rena sengaja menekan kata Adik Lo.


Liona menoleh kearah depan tepatnya ke arah Rena


"Ren,itu mereka lagi ngobrolin apaan deh?kok asik banget keliatannya,mana Zia ketawa ketiwi mulu lagi"Liona bertanya dengan nada tak suka.


"Gak tau,gue gak denger"jawab Rena,


namun Liona malah berdecih setelah mendapat jawaban itu.


"Kok muka lo sebel banget sih keliatannya,adik lo cuma ngobrol sama sahabatnya loh itu.Didepan mata lo lagi"ujar Rena yang tak habis pikir melihat tingkah Liona yang cemburu seperti ini.


"Sebel gue tuh,dari kemarin Zia kok kayak lebih muluh sama Neta mulu.


Semalam juga dia milih nginep dirumah Neta dari pada pulang kerumah keluarganya sendiri,ini waktu udah pulang bukannya meluk kakaknya kek eh malah asik sama sahabatnya lagi"oceh Liona sebal, jangan lupakan bibir cemberutnya.


Rena menggelengkan kepalanya,andai Liona tahu kalau semua itu berbeda dengan kenyataannya kemarin.


"Ya mau gimana lagi Lio,lagian gak mungkinkan Zia ngacuhin Neta.Padahal udah jauh jauh datang kesini, emangnya dia elo"ujar Rena.


"Gue kenapa?"tanya Liona


"Emangnya elo,sahabat datang bukannya diajak ngobrol eh malah sibuk cemburu sama adik yang lagi ngobrol sama sahabatnya"ujar Rena,


Sahabat Liona itu pura pura menunjukkan ekpresi kesalnya.


"Eh iya sory Ren,gue dari tadi ngacuhin lo ya?"Liona


"Gak perlu nanya,lo tau jawabannya"saut Rena dengan tampang datar.


Melihat hal itu akhirnya Liona menghentikan kegiatannya yang terus melirik kearah tempat dimana Zia dan Neta yang tengah mengobrol,ia memilih mendengarkan sahabatnya saja dari pada nanti Rena malah merajuk.


Zia & Neta___


"Jadi gimana menurut lo Ta?"tanya Zia.


"Mana mungkin salah informasi,orang dia ngirim info sekalian rekaman suara percakapan mereka"ujar Zia.


"Lo akhir akhir ini pernah bahas tentang Ken sama Lio gak,atau sebaliknya Liona yang cerita ke elo?"tanya Neta kepada Zia.


"No,gak ada sama sekali.Pembahasan soal cowok itu,bisa dibilang cukup sensitif antara gue dan Lio.Lagian juga males bahas patasit hidup"jawab Zia.


"Susah juga ya,yaudah deh Zi.Kita pantau aja sejauh mana itu cowok bergerak,kalau gerak geriknya nanti ada yang efeknya menimbulkan masalah baru deh kita bertindak"ujar Neta memberikan pendapat.


"Gitu ya"gumam Zia pelan,iya lumayan setuju dengan pendapat sahabatnya itu.


"Btw Zi,gimana reaksi ortu lo pas lo pulang tadi?"tanya Neta,gadis itu membuka topik obrolan lain.


"Gak gimana gimana,cuma papa gue langsung meluk gitu.Khawatir agaknya,soalnyakan gue beneran gak ngasih kabar"jawab Zia.


"Kakak kakak lo?"tanya Neta sambil melirik kearah Liona sebentar.


"kakak kembar gue sih,gu belum tau reaksinya gimana soalnya belum ketemu jugakan.Liona kayaknya tadi juga biasa biasa aja,nah kakak gue Lyn yang agak beda"jawab Zia.


"Beda gimana?"Neta.


"Tadikan gue pas sampai disini langsung kekamar buat istirahat,nah ketiduran tuh Gue.Eh bangun bangun,


kakak ketiga gue itu ternyata udah nemplok aja tidur sambil meluk gue kayak guling"Zia bercerita sambil tersenyum.


"Seneng ya lo?"tebak Neta dari senyuman yang ditunjukkan sang sahabat saat bercerita.


"Iyalah,pake banget malah"saut Zia.


"Bagus deh kalau lo seneng,tapi emang ya kayaknya cuma hubungan lo sama kak Lyn aja deh yang bisa dikategorikan baik dan gak ada masalah"ujar Neta.


"Emang,ya halangannya cuma sifat dinginnnya kak Lyn sama sifat tertutup gue deh kayaknya"ujar Zia menyetujui pendapat Neta tentang hubungannya dan sang kakak ketiga.


"Nah iya cuma itu,kedepannya juga bakal berkurang.Percaya deh sama gue"ujar Neta kepada Zia,membuat sang sahabat mengangguk mengiyakan.