
"APA?!PACAR?!"ujar keluarga hampir semua anggota keluarga kaget mendengar berita yang disampaikan oleh putri tertua dikeluarga itu,yang mengatakan kalau dirinya sudah resmi berpacaran dengan sosok pria yang tengah duduk disebelah kirinya itu.
"What pacaran?lo berdua?sejak kapan? Kok gue gak tau woi lo berdua jadian?!"ujar Arga yang menjadi orang paling kaget malam itu,hei dia orang yang paling tahu tentang pendekatan Jevan dan kembarannya itu.Tapi bagaimana bisa dirinya tidak tau kalau keduanya sudah resmi berpacaran,anak pertama keluarga Antara itu merasa dirinya benar benar kecolongan sama kembaran sendiri.
"Iya aku sama Jevan emang udah resmi pacaran sejak dua minggu lalu kira kira,dan kenapa kamu gak tau sih itu karena aku sama Jevan gak kasih tau sama kamu Ga"ujar Gia menjawab pertanyaan kembarannya itu.
"Kenapa lo berdua gak ngasih tau gue sih?lo juga Van,beraninya lo pacarin kembaran gue tanpa izin"ujar Arga sedikit ngegas karena kesal.
"Sorry Ga,niatnya sih mau ngasih tau lo tapi ditunda dulu sampai om Renal sama tante Sela pulang dari Australia dulu biar sekalian dikasih tau kayak gini"ucap Jevan kepada Arga.
"Mama papa sama lo Ga gak usah marah sama Jevan,itu semua ide aku kok. Soalnya biar gak ribet harus jelasin"ujar Gia sambil menatap papa mama dan kembarannya secara bergantian.
"Kalau papa sama mama sih udah pasti gak masalah soal itu,benerkan pa?"ujar Sela sambil menggenggam tangan suaminya.
"Benar sekali,kami sebagai orang tua malah senang.Gak nyangka papa tuh putri papa yang galak akan bisa punya pacar"ujar Renal sedikit bercanda diakhir.
"Papa"protes Gia.
"Hahaha,papa hanya bercanda sayang"ucap Renal kepada putri sulungnya.
"Nak Jevan!"panggil Renal kepada kekasih putrinya itu.
"Iya om"saut Jevan dengan cepat.
"Karena kamu sudah menjadi pacar putri om,jadi kamu harus berjanji kepada om untuk menjaga Gia dengan baik serta harus menyayanginya dengan tulus dan tidak akan melukainya"ujar Tuan Renal kepada Jevan,pemuda yang menjadi kekasih sang putri.
"Tentu om,Jevan akan melakukannya" ucap Jevan.
"Bagus kalau begitu"ucap tuan Antara.
Gia dan Jevan merasa lega setelah mendengar respon orang tua Gia yang mendukung dan menyetujui hubungan mereka,kini keduanya melihat kearah Liona,Lyn,dan Arga untuk meminta komentar dari masing masing.Zia?itu tidak perlu karena anak itu sudah tahu semuanya sejak awal.
"Lio sih gak papa,lagi pula dari dulu juga udah keliatan kalau kak Jevan emang suka sama kak Gia"ujar Liona.
"Lyn?"tanya Jevan kepada gadis dingin itu.
"Hm,ya"saut Lyn singkat.
"Gimana sama lo Ga,kasih restukan lo sama gue dan Gia?"tanya Jevan kepada Arga sahabatnya sekaligus calon iparnya.
"Gitu amat lo sama kembaran sendiri, masalah itu aja pake ngambek"ujar Gia melihat tingkah Arga yang sok sok-an ngambek segala.
"Bener tuh,diantara kalian sejak awal ada yang udah tahu kok kalau aku sama Gia udah jadian.Benerkan Zia?"sambung Jevan menyebutkan nama Zia.
Ukhuk...ukhuk...Zia yang sejak tadi sibuk fokus menikmati puding pencuci mulut dihadapannya langsung seketika tersedak saat namanya tiba tiba disenggol oleh kak Jevan,mana satu keluarganya langsung natap dia dengan tatapan yang beda beda lagi.
"Kenapa?"tanya Zia pura pura tidak ngeh maksud perkataan kak Jevan, padahal mah dia tahu.
"Lo benar benar tahu dek,kalau mereka udah jadian sejak awal?"tanya Arga langsung.
"Oh itu anu,em iya.Aku emang udah tahu sejak awal kak"jawab Zia kikuk, ia berusaha menghindari bertatapan langsung dengan anggota keluarganya.
"Kok bisa?"tanya kak Arga lagi.
"Bisalah Ga,orang Zia yang bantuin gue nyusun rencana sambil nyiapin tempat buat nembak Gia"ujar Jevan tanpa beban,tak tahu kalau Zia tengah mati kutu sekarang.
"Gitu ya"ujar Arga sambil melirik kearah adik bungsunya itu.
*Cks awas aja lo kak Jev,besok gue kasih pelajaran lo*batin Zia kesal kepada kak Jevan karena seenak jidat bawa bawa namanya,mana kak Arga lirikannya gak ngenakin banget.
Drrt...drt...Zia langsung menoleh keatas meja saat mendengar getaran dari ponsel genggamnya,ia segera mengangkat ponselnya dan membaca sebuah pesan yang masuk dari Juna.
Juna:
Zia,ada info penting!
Ken mau nembak lo dihr terakhir UTS,
Jd siap2.
Kalau ada info baru,bkl segera gue kasih tau sama lo.
Zia langsung refleks mencengkram gelas air minumnya cukup kuat, setelah membaca pesan masuk itu.
"Ada apa sayang?ada yang salah?" suara sang papa membuatnya langsung menoleh.
"Enggak pa,cuma masalah kecil"jawab Zia meletakkan ponselnya kembali keatas meja.