
"Halo semuanya!"sapa seseorang datang menghapiri meja tempat keempat cewek itu,tidak datang sendiri tapi orang itu juga membawa seorang temannya bersamanya.
"Nah ini yang jadi pembahasan datang orangnya"ujar Rena mengenal siapa yang datang.
"Hai Ken"sapa Liona sambil tersenyum manis pada salah satu murid cowok yang datang menghampiri meja mereka.
"Ken aja nih yang disapa,gue kagak disapa juga Lio?"protes siswa yang datang bersama Ken,namanya Juna.
"Halo Juna"sapa Liona akhirnya menyapa Juna juga.
"Kita boleh gabung gak?"tanya Ken
"Gabung aja kali Ken kalau emang mau gabung,lagian kalau kita bilang enggak juga pasti lo berdua bakal tetep gabung juga"ujar Rena pada dua cowok yang baru datang itu.
Ken tersenyum mendengar ucapan dari Rena,ia langsung menarik salah satu kursi dimeja sebelah dan menaruhnya di samping Liona kemudian duduk disana begitu juga dengan Juna yang duduk di samping Neta.
"Nama lo Neta dari jurusan IPS kan?gue duduk di samping lo gak papakan?"tanya Juna memastikan Neta tidak merasa risih.
"Gak papa"jawab Neta seadanya saja, gadis itu lebih fokus pada makanan didepannya saja sama halnya dengan Zia.
Liona merasa jantungnya bakal copot gara gara ia merasa jantungnya itu berdetak berkali kali lipat lebih cepat saat Ken duduk disampingnya, apalagi senyuman cowok itu yang terlihat sangat manis menurutnya.
Rena yang mengetahui keadaan sahabatnya yang tengah salting duduk di samping gebetan itu pun hanya memberikan lirikan menggoda saja.
"Eh ini siapa yang di samping Neta?kok gue baru liat?"tanya Juna melihat kearah gadis yang duduk disebelah Neta,semua pandangan langsung tertuju kepada Zia.
Hal ini membuat Zia membatalkan menyuapkan sendok terakhir makanannya ke mulutnya saat teman teman saudarinya memandanginya dengan tatapan yang aneh menurutnya.
"Oh iya Ken sama Juna,kenalin ini Zia adik aku.Dia anak baru disekolah pindahan dari AS,satu kelas sama Neta"ujar Liona berinisiatif mengenalkan sang saudari kepada Ken dan Juna.
"Dek,kenalan dulu sama Ken dan Juna" pinta Liona kepada Zia.
"Halo nama gue Zia,salam kenal"ucap Zia memperkenalkan dirinya sendiri seadanya.
"Halo Zia,kenalin gue Juna anak tim basket paling kece disekolah ini"ujar Juna memperkenalkan dirinya dengan sangat percaya diri kepada Zia dan tak lupa memberi uluran tangan.
"Zia"ucap Zia menyebutkan namanya tanpa membalas uluran tangan Juna.
"Singkirin tangan lo dari depan gue dan sorry sahabat gue gak bisa salaman sama playboy cap kecoa kayak lo"ujar Neta dengan menepis tangan juna tanpa beban dari hadapannya.
"Enak aja orang ganteng kayak gue dibilang playboy cap kecoa,kalau cap kuda lumayan lah"protes Juna.
Berbeda dengan Juna yang heboh memperkenalkan dirinya kepada Zia,berbeda dengan Ken yang sejak pertama Liona memperkenalkan Zia cowok itu tampak fokus memperhatikan wajah Zia.Ken merasa pernah bertemu dengan Zia sebelumnya tapi entah dimana dan oleh karena itu ia berupaya mengingatnya kembali.
"Ken kok kami diam aja?"tanya Liona pada cowok yang disampingnya itu,ia sadar sedari tadi Ken terus menatap intens saudarinya itu hal ini membuatnya sedikit tidak suka.
"Sekarang gue inget!"seru Ken sedikit kuat membuat beberapa murid yang duduk didekat meja mereka melihat kearah cowok itu.
"Inget apaan bro?trus lo ngapain teriak teriak gitu?"tanya Juna yang heran dengan tingkah rekannya itu yang tak seperti biasa.
Ken menunjuk kearah Zia sambil menatap gadis itu
"Lo pernah ketemu sama adiknya Lio?"tanya Rena penasaran.
"Pernah gak sengaja pas itu mobil gue bannya bocor trus gue berhentiin mobil dia buat minta bantuan soalnya waktu itu jalanan sepi dan hari juga udah lumayan gelap,lo masih inget?"ujar Ken bertanya apakah gadis itu masih mengingatnya.
Zia awalnya merasa atau tidak pernah bertemu dengan gebetan saudarinya itu setelah mendengar penjelasan cowok itu,ia menjadi ingat sekarang kalau ia sempat membantu cowok itu kalau gak salah tepat dihari ia pulang dari perusahaannya.
"Oh lo,gue inget sekarang"ujar Zia pada Ken.
"Kamu memang bener bener pernah bantuin Ken,dek?"tanya Liona pada saudarinya itu memastikan.
"Iya,soalnya temen lo berdiri hadang mobil gue ditengah jalan jadi terpaksa berhenti"jelas Zia pada Liona.
"Wah parah lo bro,mobil orang pake lo hadang hadang segala.Kan kasian sama mobilnya lecet kalau nabrak lo"ujar Juna yang membuat Ken kesal seketika.
"Lo sahabat gue atau bukan sih,seharusnya lo khawatir sama gue bukan mobilnya"ujar Ken kesal pada Juna.
"Sorry ya soal itu,waktu itu gue buru buru banget soalnya ada janji ketemuan sama anggota tim basket sekolah yang lain dan tanks udah nolongin gue waktu itu"ucap Ken kali ini ke Zia sambil memberikan senyuman yang sangat manis dan mempesona menurut Liona serta penggemarnya tapi tentunya tidak bagi Zia.
"Sama sama,gue nolongin juga atas rasa kemanusiaan doang"balas Zia acuh,ia memilih melihat kearah saudarinya yang duduk di samping cowok itu.
"Lio,kak Ren gue sama Neta balik ke kelas dulu ya,udah mau bel nih"ujar Zia pamit kemudian berdiri hendak pergi dari sana.
"Ah iya bener udah mau bel masuk,Lio sama kak Ren trus kalian juga.Kita pamit balik ke kelas dulu"ucap Neta ikut berdiri dan berpamitan buat kembali ke kelas mereka.
"Iya dek"saut Liona.
"Belajar yang rajin adik adik gemas ku"ujar Rena kepada Zia dan Neta.
"Siap kak Rena yang cantik"ucap Neta dan Zia kepada Rena sambil berlagak hormat,kemudian keduanya langsung beranjak pergi dari meja itu kemudian meninggalkan area kantin untuk kembali ke kelas mereka.
"Zia beneran adik kamu Lio?"tanya Ken terus menatap Zia yang sudah menjauh dari sana.
"Iya emang kenapa?"tanya balik Liona.
"Gak papa tapi aku heran trus rada kaget aja,bukan nya kamu anak paling muda di keluarga kamu?"ujar Ken.
"Aku bukan anak paling muda tapi masih ada Zia anak papa sama istri keduanya,ya walaupun beda ibu tapi aku sama Zia masih dihitung saudara kandung karena satu ayah"jelas Liona kepada Ken.
"Parah lo Ken masa itu aja lo gak tau?"ejek Juna pada Ken.
"Emangnya lo tau?"tanya Ken ke Juna.
"Gue sih tau kalau Lio masih punya adik dari istri kedua papanya soalnya itukan udah bukan rahasia lagi,cuman gue baru kali ini liat mukanya kayak apa"jawab Juna.
"Juna bener,identitas Zia selama ini memang di sembunyiin sebelumnya.
Soalnya adik aku yang minta dan lagi sebelumnya dia memang tinggal di AS"jelas Zia ke Ken dan Juna.