One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 164



Zia dan Neta pergi mengganti baju seragam sekolah mereka yang masih melekat dibadan masing masing dengan pakaian biasa,dan seperti yang dikatakan sang mami tadi,Zia meminjamkan bajunya untuk sang sahabat pakai sebagai baju ganti.


Setelah selesai barulah keduanya turun kembali kelantai bawah dan langsung menuju keruang makan,Zia dan Neta langsung disuruh oleh mami Sela makan.Disana juga ada Liona yang bergabung untuk ikut makan juga,sesuai yang gadis itu katakan tadi kepada mamanya.


Zia,Neta,Liona,beserta nyonya Antara berkumpul diruang tamu setelah ketiga remaja perempuan itu selesai menghabiskan makanan mereka.Keempat perempuan itu duduk diatas sofa sambil menonton drama,Liona tadi yang menyarankan kegiatan ini.


"Neta main kesini,udah kasih kabar sama orang tua kamu belum.Takutnya orang tua kamu nanti khawatir?"tanya nyonya Antara.


"Belum tan,tapi biasanya aku kalau pergi main gak pernah kasih kabar dulu kok tan"jawab Neta.


"Loh kenapa?gak takut orang tua kamu khawatir?"tanya Nyonya Antara.


"Ortunya Neta gak bakal khawatir kok mi,jadi tenang aja kalah Neta gak ngasih kabar keorang rumahnya dulu sebelum main"bukan Neta yang menjawab melainkan Zia.


"Ish lo mah dek,Mama nanya sama Neta bukan ke lo"ujar Liona kepada adiknya itu.


"Gue cuma bantu jawab aja Lio"ujar Zia.


"Udah udah kalian ini"nyonya Antara menegur kedua putrinya itu sebelum mulai berdebat nantinya.


"Yang dibilang sama anak tante bener Neta?"tanya nyonyq Antara kepada sahabat putri bungsunya itu.


"Bener kok tan"jawab Neta.


"Loh kok gitu?"tanya nyonya Antara.


"Soalnya orang tua saya itu dua duanya kerja tan,pada sama sama sibuk juga.Jadi jarang dirumah deh mereka,makanya percuma saya kasih kabar juga tan"ujar Neta kepada mami dari sahabatnya itu.


"Orang tua kamu kerja apa emang kalau boleh tau?Soalnya dari perkataan kamu keliatannya,orang tua kamu kayaknya sibuk sekali"tanya nyonya Antara semakin penasaran dengan gadis yang menjadi sahabat putri bungsunya itu.


"Papa saya kerja kantoran tan,kalau mama kerja jadi pramugari disalah satu maskapai penerbangan.Papa juga satu tahun terakhir ini emang lagi banyak kerjaan diluar kota,trus mama juga lagi sibuk juga sama kerjaannya"jawab Neta yang sedikit menjelaskan tentang pekerjaan kedua orang tuanya.


"Kalau orang tua kamu kerja sesibuk itu,kamu dirumah ditemenin siapa dong?kakak kamu?"tanya nyonya Antara kembali.


"Saya ditemenin sama ART,tukang kebun,sama kang keamanan dirumah saya tan.Dan kebetulan juga saya anak tunggal,jadi gak punya saudara" jawab Neta.


"Tante yakin kamu pasti kesepian kalau begitu"tebak nyonya Antara.


"Kalau boleh jujur sih,saya emang sering ngerasain kesepian sih tan. Tapi itu sih dulu tan kalau sekarang mah jarang,kan sekarang ada Zia yang sering nemenin saya"ujar Neta sambil tersenyum.


"Maka dari itu mi,Zia ajak Neta kesini biar punya temen ngobrol dia.


Kasian kalau keseringan ngomong sama tembok kamarnya,nanti orang ngira dia stres lagi"ujar Zia tanpa beban.


Plak..Neta menggeplak mulut temannya itu dengan tangannya


"Mulut lo ya,lagian kita itu 11 12 tau gak.Gue ngomong sama tembok lo juga sering ngomong sama langit langit kamar lo"ujar Neta kepada Zia.


"Santai dong kawan,gak usah main geplak juga kali tuh tangan.Sakit tau"ujar Zia,yang terlihat mengusap ngusap mulutnya sendiri.


"Lagian lo ngomong suka gak sadar diri sih"saut Neta.


"Lo berdua sama aja berarti sama sama aneh plus kayak orang stres, yang satu ngomong sama tembok yang satu ngomong sama langit langit kamar.Kayak gak punya temen yang bisa diajak ngobrol aja lo berdua"oceh Liona melihat perdebatan dua bersahabat itu.


"2-in"sambung Zia.


"Udah udah"ujar nyonya Antara memutus topik itu.


"Makasih ya nak Neta,tante jadi seneng dan ngerasa tenang juga pas tau kalau Zia bisa punya sahabat yang baik buat dia"ujar wanita itu terdengar sangat tulus.


"Gak usah berterima kasih sama saya tan,lagian saya yang seharusnya bersyukur tuhan kasih saya sahabat kayak Zia.Ini bocah udah kayak jadi obat buat saya"balas Neta sambil tersenyum,kata kata gadis itu juga terdengar tak kalah tulusnya dari perkataan nyonya Antara.


"Aduh jadi terharu gue dijadiin obat sama Neta,lo juga udah kayak jadi obat buat gue kok Ta.Zia makin sayang Neta deh jadinya"ujar Zia yang terharu mendengar perkataan sahabatnya itu,gadis itu memeluk Neta.


"Neta juga makin sayang kok sama Zia"ujar Neta membalas pelukan dari sang sahabat.


Nyonya Antara memandang kedua bersahabat itu dengan perasaan haru,namun berbeda dengan anak perempuannya yang satu lagi.


"Idih,kok gue rada geli ya denger omongan kalian"ujar Liona yang mengeluarkan mode julidnya,padahal mah dia iri pengen dipeluk adiknya juga.


Suasana haru yang tadi sempat terciptapun seketika runtuh,Zia dan Neta melepaskan pelukan mereka kemudian menatap Liona dengan wajah datar mereka.


"Cks ngerusak suasana aja lo Lio"ujar Zia.


"Tau tuh,padahal kita udah berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan suasana haru"ujar Neta menambahkan.


"Gimana gue gak geli,lo berdua tiba tiba bilang sayang sayangan trus pake pelukan segala lagi"ujar Liona.


"Bilang aja lo irikan Lio,gak kita ajak pelukan juga?"ujar Zia.


"Mana ada gue iri,lagian dari pada pelukan sama kalian mending pelukan sama cowok cakep idaman"ujar Liona sambil senyum senyum sendiri.


"Maaf nih Lio,tapikan lo masih berstatus kaum jomblo.Jadi belum bisa peluk cowok cakep dong,ya gak Zia"ujar Neta.


"Ho oh,betul tuh yang dibilang Neta.Lo masih jomblo Lio"ujar Zia.


"Lo berdua ngatain gue jomblo,lo berdua juga masih jomblo kali"ujar Liona kepada Zia dan Neta.


"Gue sama Neta mah single ya bukan jomblo"bantah Zia


"Yoi,banyak yang ngantri buat jadi pacar kita berdua.Cuma gak pengen buka slot pacar aja"ujar Neta menyambung perkataan Zia.


"Trus lo berdua pikir gak banyak yang suka sama gue gitu?"ujar Liona kesal.


"Siapa bilang,banyak kok yang suka sama lo Lio.Tapi emang dasarnya lo udah bucin sih sama satu orang"ujar Zia mulai menggoda saudarinya itu.


"Tapi sayangnya"Neta menjeda kalimatnya.


"Sayang apa tuh?"tanya nyonya Antara ikut masuk kembali pada obrolan ketiga gadis muda itu.


"Tapi sayang tante,bucinannya Liona malah bucin sama yang lain"ujar Neta tanpa beban sekali.


"Oh ya,emang bener Lio?"nyonya Antara langsung bertanya kepada putri ketiganya itu untuk memastikan.


Jadilah Liona yang menjadi gelagapan dibuatnya.