
Mau tak mau pihak wartawan melakukan apa yang disuruh oleh laki laki itu demi bisa mendapatkan gambar dan berita bagus untuk pihak media mereka masing masing.
Zia dan Raka yang masih ada didalam mobil sedikit heran kenapa lama sekali mereka disuruh keluar,namun helaan nafas lega dicampur dengan rasa gugup yang menjadi jadi langsung terdengar dari keduanya saat kaca pintu mobil disamping Raka diketuk dan itu adalah isyarat keduanya sudah boleh keluar dari dalam mobil.
Raka dan Zia kembali menghela nafas guna mengotrol rasa gugup mereka,dan Raka melangkah keluar dari dalam mobil terlebih dahulu.Berusaha menghiraukan flas kamera yang tertuju kearahnya dan pintu mobil yang masih terbuka,ketua osis SMA HANTARA itu langsung mengulurkan tangannya dan jemari jemari putih nan lentik langsung meraihnya.
Bak adegan slow montion,Zia keluar dari dalam mobil dengan perlahan.
Suara flass kamera semakin ramai terdengar mengiri langkah kedua pasangan yang hadir sebagai rombongan perwakilan dari F"Company itu,Zia dan kak Anna sama sama berjalan sambil digandeng oleh pasangan masing masing yaitu Raka dan kak Teo.Seperti apa yang telah dikatakan oleh kak Teo diawal kepada pihak media,tidak ada satupun diantara para wartawan itu yang berani mengajukan pertanyaan karena takut mengganggu kenyamanan keempat orang yang baru saja masuk kedalam area dalam lokasi pesta.
Suasana yang mewah,elegan,dan super efektifnya pesta terasa sekali oleh Raka saat ia yang tengah menggandeng Zia itu saat pertama kali menginjakkan kaki masuk kedalam area pesta.
"Wah pesta perusahaan ANTARA GROUP memang selalu menakjubkan"terdengar suara kak Teo terdengar memuji penampakan area pesta perusahaan itu.
"Tentu,tidak mungkin tidak bagi perusahaan sebesar itu"ujar kak Anna menyauti perkataan kekasihnya,wanita itu kemudian menoleh kearah dimana pasangan palsu muda yang datang bersama mereka.
"Dilihat dari wajah kalian,kentara sekali kalau kalian berdua itu tipe remaja yang sangat jarang dan mungkin tidak pernah datang kepesta semacam ini.Benar bukan"ujar kak Anna.
"Kakak sudah tahu jawabanku bukan"saut Zia mendapat pertanyaan seperti itu.
"Gimana denganmu Raka?"tanya Zia pada Raka,Zia sengaja tidak menggunakan lo-gue karena mereka ada didalam area pesta.
"Pernah tapi bukan pesta seperti ini,ini sangat berbeda"jawab Raka.
"Pesta yang bagaimana dong?"tanya Teo ingin tahu.
"Acara militer"jawab Raka.
"Sudah tentu berbeda,dari judulnya saja sudah terlihat perbedaan yang signifikat"ujar Teo setelah mendengar jawaban Raka atas pertanyaannya.
"Sudah cukup membahas itu,sekarang bagaimana Zia?mau langsung ketempat keluargamu atau apa?"tanya kak Anna bertanya apa yang akan mereka lakukan selanjutnya kepada Zia.
Setelah mendengar jawaban Zia itupun kak Anna langsung setuju,keempat orang itupun akhirnya berpencar untuk sementara waktu dengan kak Anna bersama kak Teo sedangkan Zia akan bersama Raka.
"Ada usul?"tanya Zia kepada Raka disebelahnya.
"Cari minum dulu aja,gue masih gugup jadi haus"jawab Raka,cowok itu menggunakan gue-lo karena tidak ada tamu lain yang berdiri didekat mereka.
Baiklah akhirnya Zia dan Raka sepakat untuk mencari minum untuk menuntaskan rasa haus mereka dulu,Zia juga haus btw.Keduanya menghapiri salah satu meja tempat disajikannya berbagai macam makanan berupa cemilan cemikan kecil dan juga tempat dimana berbagai jenis minuman tersaji dan baik Raka dan Zia memilih untuk meminum jus dari buah buahan saja,keduanya tampak lebih suka minuman yang jelas sehat untuk tubuh.Meskipun niat awal kedua remaja itu hanya untuk mengambil minum saja namun keduanya akhirnya juga menyantap beberapa hidangan manis yang tersedia,btw pesta ini bertema standing party ya guys.
Kehadiran kedua remaja ini ditengah tengah pesta itu juga cukup menarik perhatian tamu lain yang hadir, mungkin itu karena banyak diantara mereka yang baru pertama kali melihat Zia maupun Raka hadir ke pesta yang diadakan oleh ANTARA GROUP.Zia dan Raka sendiri sudah mulai rileks dan terbiasa dengan suasana pesta ini,mungkin karena keduanya kini sama sama fokus menikmati aple pie yang menurut mereka sangat enak.
Jika Zia kini tengah sibuk menikmati enaknya aple pie yang ada dipesta itu bersama Raka,kini anggota keluarganya malahan terlihat tengah sibuk dan pusing karena belum melihat keberadaan sang bungsu keluarga Antara itu disana.Mungkin efek lokasi pesta yang bisa dibilang luas dan juga mereka dan Zia berada disisi area yang berbeda,hingga membuat anggota keluarga Antara yang lain tak dapat melihat keberadaan Zia.
"Ini adik kalian tadi benar benar setuju untuk datangkan?"tanya tuan Renal kepada anak anaknya yang lain,raut wajah pria itu nampak cemas kalau putri bungsunya tidak datang.
"Iya,Zia beneran bilang bakal datang kok pa"jawab Liona mewakili para kakaknya untuk menjawab pertanyaan papa mereka.
"Mungkin Zia datangnya agak lama pa,soalnyakan adek gak datang sendiri juga tapi sama bang Teo dan kak Anna juga.Atau bisa jadi Zia udah datang tapi belum ketemu aja sama kita"ujar Arga juga ikut bicara.
"Nah benar apa yang putra kamu bilang pa,sabar dulu aja"ujar nyonya Sela pada suaminya.
"Ada benarnya juga kamu Arga, sekarang coba kamu tanya pihak kita yang ngejaga diluar.Tanya apakah perwakilan dari F"COMPANY sudah datang"pinta tuan Renal kepada putra sulungnya,Arga-pun melakukan apa yang sang papa pinta.
Berbeda dengan keempat anggota keluarga mereka yang terlihat panik namun tak bergerak,Lyn dan Gia malah sudah pergi berkeliling untuk mencari keberadaan sibungsu meski tentunya inisiatif keduanya itu ada atas dasar dua alasan yang berbeda.
Lyn yang mencari atau memastikan adik bungsunya sudah datang belum karena khawatir adiknya itu belum datang atau sudah datang tapi kebingungan mencari letak keberadaan keluarga yang lain,sedangkan Gia sendiri bergerak pergi mencari Zia karena dirinya membutuhkan gadis itu nantinya untuk bertemu seseorang yang menjadi tamu pentingnya malam ini dan sekaligus ingin melihat apakah Jevan kekasihnya sudah datang apa belum.
Jevan sendiri sudah datang,kekasih dari putri pertama pasangan tuan Renal dan nyonya Sela itu kini tengah sibuk melihat lihat menu sajian yang tersedia didalam pesta itu.Awalnya pria itu tentu ingin menghampiri Gia kekasihnya terlebih dahulu,namun aroma makanan sajian nampaknya sedikit mengalihkan perhatiannya sejenak.