One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 264



Tuan Renal duduk disofa dengan raut wajah gelisah,laki laki paruh baya itu terus menatap kearah pintu masuk berharap putri bungsunya terlihat memasuki pintu itu.Yap tuan Renal tengah menunggu Zia putri bungsunya pulang.Nyonya Sela yang melihat gerak gerik sang suami sejak tadi menjadi cemas,ini pasti efek mimpi buruk yang dialami suami itu semalam.Wanita paruh baya itu sebenarnya tak tahu isi mimpi itu dengan jelas karena sang suami enggan bercerita,namun nyonya Sela tahu pasti kalau mimpi itu berhubungan dengan mendiang istri kedua suaminya yaitu Celine.


Bagaimana bisa nyonya Sela tahu itu padahal tuan Renal enggan bercerita akan mimpi yang dialami?jawabannya adalah karena wanita itu mendengar sendiri sang suami memanggil manggil nama mendiang ditengah tidurnya.


Nyonya Sela yang terbangun karena hal itu melihat raut wajah suaminya yang nampak ketakuan dan terlihat sangat cemas,apapun mimpi yang dialami suaminya tadi malam pasti buruk.


Jika tidak mana mungkin suaminya sampai membatalkan semua jadwalnya hari ini dan menyerahkan bawahannya untuk menghandle pekerjaan hari itu,


Sedangkan laki laki itu sendiri memilih meliburkan diri seharian dan duduk disofa didepan sana guna menunggu putri bungsu mereka pulang dengan gelisah seperti itu.


Nyonya Sela ikut menatap kearah pintu masuk,jujur dirinya juga tengah menunggu kepulangan sang anggota termuda keluarga ini.


Sejak pagi kematin tidak ada kabar sama sekali kecuali kabar menginap yang disampaikan oleh Liona putrinya,bahkan hari sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi namun Zia belum menunjukkan batang hidung kembali.


Disisi lain sebuah mobil terlihat melaju memasuki gerbang kediaman Hantara,mobil itu berhenti tepat didepan teras utama.


"Kamu yakin gak perlu kakak bantu masuk kedalam?"


"Gak usah,nanti mereka curiga.Lagi pula aku udah kuat kak"


"Baiklah,langsung beristirahat nanti dan berusahalah untuk memikirkan masalah apapun terlebih dahulu.Dan cepat beritahu kakak,kalau terjadi sesuatu"


"Iya aku paham"setelah mengatakan itu,ia berniat hendak turun namun ditahan oleh yang duduk dikursi pengemudi.


"Tunggu Zia"


"Ada apalagi kak?"


Yap yang bercakap didalam mobil itu adalah Zia dan Anna kakak angkatnya.


"Besok supir yang kamu minta sudah siap bekerja,akan kusuruh dia melapor padamu nanti siang"ujar kak Anna.


"Bagus kalah begitu,sampai jumpa kak.Hati hati dijalan"ucap Zia lalu berlalu keluar dari dalam mobil.


Zia berjalan dengan langkah pelan memasuki kediaman keluarganya,gadis remaja itu nampak menggunakan outfit yang semodel dengan outfit yang dia gunakan saat pergi kemarin pagi.


"Zia"


Zia terhuyung kebelakang dan nyaris terjatuh saat tiba tiba papanya entah datang dari mana langsung memeluknya erat.Zia yang mendapat pelukan dari papanya itu hanya diam saja tanpa berniat membalas pelukan itu


"Kenapa papa memelukku?"tanya Zia keheranan.


"Itu karena papa khawatir pada putri bungsu papa yang tidak pulang ataupun memberi kabar sejak kemarin pagi,kemana saja kamu nak?"tanya sang papa,sembari melepaskan pelukan itu.


"Aku ada urusan mendadak kemarin dan tak punya waktu untuk sekedar memegang hp"ujar Zia menjawab pertanyaan papanya.


"Lalu kenapa kamu tidak meminta kakak angkatmu saja untuk mengirim kabar pada kami?kalau tak bisa juga bagaimana dengan Teo?"tanya sang papa yang sepertinya tak puas dengan jawaban yang Zia berikan.


"Pa"panggil Zia.


"Iya kenapa?"


"Papa bisa simpan pertanyaan papa itu nanti saja tidak?Zia lelah ingin istirahat"ujar Zia.


Tuan Renal yang mendengar perkataan putrinya itu langsung terdiam berfikir sejenak,laki laki paruh baya itu menatap putrinya yang memang terlihat dari tatapan yang tak secerah biasanya.Jika diperhatikan lagi,tuan Renal sadar kalau sejak tadi putrinya itu berbicara dengan nada yang lemah tak ada tenaga.


"Baiklah,kamu istirahat dahulu saja"


putus tuan Renal.


Setelah mendapat jawaban dari papanya,Zia langsung melangkah dari sana menuju kearah pintu Lift.


Dan tak butuh waktu lama sebelum gadis remaja itu menghilang dibalik pintu lift yang menutup,dan tentunya pasti membawa gadis itu menuju kepantai atas dimana kamar sang gadis berada.


Sedangkan tuan Renal hanya diam menatap putri bungsunya itu pergi berlalu dari hadapannya,entah kenapa tapi laki laki itu merasa ada yang berbeda dari putri bungsunya itu.