
Semua anggota keluarga utama Antara sudah berkumpul lengkap dimeja makan,semuanya tampak menikmati semua hidangan yang tersaji diatas meja makan untuk hidangan makan malam hari ini.
Meski suasana meja makan nampak hening,itu bukan berarti penghuninya hanya fokus pada makanan masing masing karena nyatanya tidak.
Diantara kelima anak anak tuan Renal itu terlihat dua orang yang tidak bisa menikmati makanan mereka dengan hikmat,keduanya adalah siputri bungsu Gia dan Zia sibungsu.
Zia yang sejak tadi tak bisa berhenti melirik kearah kakak ketiganya entah kenapa,Lyn yang menjadi objek lirikan adiknya itu terlihat tak menyadari hal itu.
Jika Zia yang sejak tadi sibuk melirik Lyn kakaknya dan tak jauh berbeda dengan Gia,anak perempuan tertua Renal dan Sela itu sejak tadi terlihat tengah memikirkan sesuatu.
Dari raut wajahnya,Gia terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu namun tertahan.Begitu saja terus yang keduanya lakukan sampai kegiatan makan malam selesai.
"Ekhem"
Renal berdehem guna mengambil atensi fokus semua anggota keluarganya terfokus kepadanya,sepertinya kepala keluarga Antara itu ingin bicara.
"Kamu ingin bicara sesuatu sayang?" tanya Sela sang istri kepadanya.
Renal mengangguk menyauti pertanyaan istrinya,kemudian laki laki paruh baya itu menatap dua putrinya yaitu Gia dan Zia secara bergantian.
"Gia dan Zia sejak tadi kenapa,papa perhatikan kalian sama sekali gak fokus pada makan malam?"tanya Renal,
Renal ternyata sejak tadi diam diam memperhatikan tingkah kedua putrinya itu.
"Zia"panggil Renal kepada putri bungsunya.
"Ya pa"saut Zia.
"Kenapa kamu dari tadi papa perhatiin selalu ngelirik kakak kamu Lyn terus?"tanya Renal kepada putri bungsunya.
"Eh enggak kok pa,Zia cuma masih bingung aja kenapa Hpnya Zia ditahan sama kak Lyn.Trus kenapa dilarang liat sosmed buat sementara waktu" ujar Zia menjawab pertanyaan sang papa.
"Lyn,kenapa kamu tahan hp adik kamu?"tanya Renal meminta penjelasan pada putrinya itu.
Lyn mendongak dengan wajah datarnya, gadis itu menatap papanya
Mendengar jawaban gadis dingin itu, semua anggota keluarganya kini mengangguk paham apa yang tengah dimaksud oleh gadis itu kecuali Zia yang tengah memikirkan berita apa yang dimaksud kakak ketiganya itu.
Saat sedang berfikir,tiba tiba bayangan percakapannya dengan Neta diperpustakaan langsung terlintas dipikirannya
"Btw ngomong ngomong soal netizen, lo udah liat berita hot disosmed belum?ada berita baru keluar nih" tanya Neta
"Gue belum liat berita apapun hari ini, berita hot tentang apa emang?"tanya Zia balik.
"Liat aja,ini berita tentang lo loh"suruh Neta.
"Ooh palingan tentang berita dibandara kemarin"ujar Zia.
*Ahh pasti karena itu*batin Zia yakin.
"Zia paham sekarang,pasti karena berita yang berkaitan dengan kejadian dibandara tempo harikan?" tebak Zia bertanya kepada keluarganya.
"Lah lo udah tau dek?"tanya Liona kaget.
"Udah,dari tadi siang malahan.Neta yang kasih tau"jawab Zia santai.
"Kamu gak kenapa napakan,gara gara berita itu bocor?maaf papa gak berhasil menghentiin semua media buat nyebar kabar itu dek"kini Renal sang papa bicara.
"Zia gak papa kok trus papa juga gak usah minta maaf,lagian aku juga gak terlalu peduli sama hal hal kayak gitu"ujar Zia menyauti perkataan papanya.
"Kamu yakin sayang?"tanya sang mami.
"Hm yakin Mi,lagian bentar lagi beritanya pasti tenggelam"jawab Zia meyakinkan.
Mendengar perkataan gadis bungsu dalam keluarga itu membuat hampir semua anggota keluarganya lega,
dari tempatnya Gia memperhatikan adik pertamanya dengan tatapan yang sulit diartikan
*Kenapa Lyn sampai nahan hp anak itu hanya karena masalah ini,apa jangan2 dia udah mulai peduli sama anak itu?*batin Gia.