One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 230



"Ini ruangan pribadinya Zia,nona Gia langsung masuk aja kedalam.Soalnya yang punya ruangan masih ada diruang rapat sekarang"ujar Teo kepada Gia saat mereka sudah sampai didepan ruangan milik Zia.


"Baiklah,terima kasih sudah mengantar"ucap Gia pada Teo dengan sopan,mau bagaimanapun dirinya lebih muda dari Teo yang berarti ia harus sopan bukan?


"Sama sama,kalau begitu saya permisi.Saya harus lanjut bekerja"pamit Teo pada saudari tertua bosnya itu,laki laki itu membungkukkan badan sebentar kemudian berbalik dan berlalu pergi.


Ruangan Zia___


Gia melangkah masuk kedalam ruangan pribadi milik Zia,ia tak lupa menutup pintu kembali.


"Lumayan juga selera tuh bocah"gumam Gia mengomentari desain interior rungan Zia yang terlihat minimalis namun elegan itu,ruangan kerja yang nampak nyaman untuk bekerja dalam waktu lama didalamnya.


Semuanya juga tersusun sangat rapi dan fungsional,seperangkat sofa kecil disalah satu sisi ruangan, mesin kopi otomastis disalah satu sisi meja disudut,perangkat meja kerja,ada rak sekaligus kayu dan kaca juga disana serta beberapa khiasan dan pacangan yang sesuai dengan porsi ruangan.


Selesai mengamati desain interior ruangan,Gia berjalan mendekat ke arah meja kerja didepannya.


Terlihat sebuah Laptop dan cukup banyak tumpukan berkas diatas meja tersebut,kening Gia mengkerut saat menemukan sebuah bingkai foto yang terpajang diatas meja.


Tangannya terulur mengambilnya,Gia mengenali siapa yang ada didalam foto itu.Ada tiga orang disana,foto itu berisi kakek neneknya serta bocah pemilik ruangan ini.Namun wajah Gia langsung berubah masam saat melihat salah satu bagian sudut bingkai dimana ada sebuah foto berukuran kecil disana,itu adalah foto istri kedua ayahnya saat masih muda.


"Cih..cantik sih tapi pelakor"ujar Gia mendecih,dengan kesal ia meletakkan bingkai foto itu lagi ketempatnya semula.


"Benar kata Lio,ini bocah kayaknya terobsesi banget sama kesehatan" gumam Gia saat melihat dalam laci.


Laci itu penuh dengan berbagai pil vitamin terlihat dari merk pada kemasan dan juga banyak botol lain yang Gia tidak tahu apa kegunaan dan manfaatnya,tapi salah satu jenis botol berisi pil itu pernah tak sengaja ia lihat dulu saat gadis itu tak sengaja menjatuhkannya diruangannya.Gia sebenarnya penasaran kegunaan semua pil pil itu kecuali pil Vitamin yang dia kenali,namun dia bukan Lyn yang mungkin dapat menebak kegunaan obat obat itu dengan hanya melihat kandungan dalam obat obatan itu.


Ingin mencari diinternet malas,lagi pula apa pedulinya.


Setelah selesai mempeehatikan semua yang ada diruangan itu,Gia memilih duduk disalah satu sofa disana.


Ngomong-ngomong itu bocah kapan datangnya sih?Gia mulai bosan menunggu adik bungsu yang tak dianggapnya itu datang.


15 menit berlalu....


"Maaf kak,tadi ada sedikit problem yang harus diselesaikan"ujar Zia sesaat setelah ia masuk kedalam ruangannya.


"Lama banget sih lo,seharusnya lo bilang sama gue datang pas selesai jam makan siang aja.Gue bosen nungguin lo tau gak"omel kak Gia menatap kesal Zia.


"Sekali lagi sory kak,itu tadi problem dadakan.Gue aja tadi mesti izin pulang duluan dari sekolah karena problem itu"ucap Zia kembali minta maaf,gadis itu bergerak mengambil minuman kaleng didalam frezer kecil yang ditaruh bersebelahan dengan mesin kopi otomatis miliknya.


Glup...glup...glup...Zia meminum isi minuman kaleng itu sampai setengahnya,ia sudah menahan haus sejak tadi.