One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 290



Raka berjalan memasuki area kantin dengan satu tangan dimasukkan ke kantong,ketua osis SMA HANTARA yang akan segera menyelesaikan masa jabatannya ini terlihat menghampiri salah satu stand penjual dikantin.


"Mbak,roti yang itu tiga,nasi goreng tiga porsi dibungkus,es tehnya tiga,dan air mineralnya dua"Raka menyebutkan semua pesanananya sekaligus.


"Tunggu sebentar ya,mbak siapin dulu"ujar mbak penjual kantin,Raka menganggukkan kepala singkat petanda setuju untuk menunggu.Sembari menunggu pesanannya jadi,Raka memutuskan untuk bermain hpnya dulu.


Saat fokus pada hpnya,tiba tiba Raka mendengar kebisingan dari salah satu sisi kantin yang membuatnya mendongak untuk memeriksa apa yang terjadi.Takutnya nanti ada yang berkelahi,namun dugaannya salah. Tidak ada yang berkelahi melainkan kini Raka menyaksikan kapten basket sekolah tengah memegang bunga ditangannya sambil berdiri berhadapan dengan seorang siswi yang cukup Raka kenal.Itu Liona kakaknya Zia,buru buru Raka mengaktifkan kamera hpnya dan secara diam diam langsung merekam dan mengambil beberapa potret.


"Ini pesanannya dek,sudah mbak siapkan"


Raka menyimpan hpnya kembali kesaku celananya,ia meletakkan uang untuk membayar lalu meraih kantung plastik berisi pesanannya tadi.


"Kembaliannya ambil aja mbak, permisi"Raka langsung bergegas meninggalkan area kantin membawa makanan yang telah dia beli menuju tempat dimana dua orang cewek telah menunggunya sejak tadi.Selain itu ia membawa sebuah informasi yang mungkin akan penting diketahui oleh kedua gadis itu.


UKS___


Didalam ruang UKS yang sepi tanpa penjaga,terlihat dua siswi didalam sana.Satunya duduk diatas salah satu bangsal kecil disana,sedangkan satu orang lainnya duduk disebuah kursi didekat situ.Kedua siswi itu adalah Zia dan Neta.


"Raka lama banget deh,laper gue" keluh Neta yang sudah menahan rasa laparnya sejak tadi.


"Kenapa lo gak ikut kekantin aja tadi?"Zia menyauti keluhan sahabatnya itu.


"Kalau gue ke kantin,siapa yang bakal nemenin lo disini?gak mungkin gue tinggal lo sendirian.Lagian tangan masih dibalut gips kayak gini,agak mau juga gue kekantin"ujar Neta yang  langsung sedikit mengangkat lengan tangan kanannya yang dibalut gips dengan sempurna.


"Makanya lain kali hati hati kalau dikamar mandi tuh,belum tau aja lo berapa banyak orang yang lewat gara gara jatuh dikamar mandi"ujar Zia kepada Neta.


"Makanya lain kali jangan terlalu maksain diri dan lupa minum obat, liat noh sekarang lo jadi berakhir diUKS-kan.Kalau lewat gimana?"balas Neta membuat Zia mendengus kesal.


"Akhirnya lo datang juga Rak,mana pesenan kita"ujar Neta yang langsung menyambut kedatangan Raka disana,


lebih tepatnya sih menyambut kedatangan makanan yang ada ditangan Raka.


"Nih"Raka langsung meletakkan plastik berisi makanan itu keatas meja disana.Ia langsung menyerahkan satu kotak nasi goreng beserta satu botol air mineral ke Zia,sedangkan Neta dengan susah payah mengambil bagiannya.


"Raka"panggil Zia.


"Hm,kenapa?"saut Raka


"Tolong suapin best friend gue ini dong,noh tangan kanannya gak kepake"ujar Zia kepada Raka,ia meminta tolong kepada cowok itu untuk menyuapi Neta yang kini nampak kebingungan cara bagaiman dirinya bisa makan.


"Eh gak usah,tangan kiri guekan masih bisa berfungsi dengan baik"tolak Neta yang merasa tidak enak kepada Raka.


Namun Raka nampaknya memilih mendengarkan permintaan Zia dari pada penolakan Neta,terbukti dari kotak nasi goreng bagian Neta yang telah berpindah ditangannya.Raka menarik bangku lain kedekat bangku yang ditempati Neta berada.


"Oh iya,nih lo liat galeri hp gue sehabis makan..."Raka menyerahkan hp miliknya ke Zia "Kabar terbaru dari saudari lo itu,gue dapet dikantin tadi"lanjut Raka yang mulai menyuapi suapan pertama kepada Neta.


"Eang ada afa-ang?"tanya Neta dengan mulut yang masih berisi.


"Telen dulu makan lo"tegur Zia ke Neta.


"Liat aja,nanti kalian juga tau"ujar Raka kepada keduanya.