One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 204



"Cks,gue gitu juga karena baca chattingan lo sama doi lo"balas Liona tentunya dengan berbisik supaya tidak ada yang mendengar selain mereka.


"Siapa suruh liatin chattingan orang pacaran, makanya cari pacar"bisik Zia pelan meledek Liona saudarinya.


"Sombong amat lo,lagian gimana gue mau punya?orang crus gue aja masih galbut lo tolak"gumam Liona terbilang cukup pelan.


"Papa,bantuin mama ngangkat ini ketempat bakar bakar dong"suara sang mama terdengar.


"Baiklah"jawab tuan Renal menyauti sang istri,laki laki lima anak itu langsung bangkit dari tempatnya duduk mendekat kearah sang istri untuk melakukan apa yang diminta.


Zia melirik orang tua dan ketiga kakaknya yang lain nampak beranjak mengikuti sang mama kearah area samping villa yang menghadap langsung kepantai,setelah memastikan semuanya cukup jauh barulah Zia berujar


"Kalau gue terima pasti lo yang galbut,lagian banyak cowok lain didunia ini.Jangan hancur atau lemah cuma gara gara satu cowok"ujar gadis itu kepada sang kakak.


"Iya banyak yang naksir tapi masalahnya yang gue taksir cuma satu,nah yang satu itu malah naksir lo.Sial banget gak sih nasib gue tuh"saut Liona.


"Eh sorry dek,jangan tersinggung ya"lanjut Liona takut adiknya merasa gimana gimana.


"Bukan nasib lo yang sial kali Lio,cuma mungkin belum waktunya aja  ngurusin cinta cintaan.Lo masih kelas tiga SMA juga,fokus belajar aja yang bener"ujar Zia.


Liona menganga tak percaya di,, perkataan saudarinya yang seperti orang yang jauh lebih tua darinya, padahal lebih tua dia 8 bulan dibanding Zia.


"Gaya bicara lo kayak orang lebih tua dari gue aja padahal mudaan lo dari gue,trus kalau gue aja lo bilang belum waktunya ngurus cinta cintaan.Trus lo yang jelas lebih muda dari gue gimana?lo aja udah pacaran"protes Liona akan perkataan Zia.


"Ya maksud gue-kan gak ada kaitannya sama usia kayak gitu,kalau gue-kan udah jelas punya pacar yang naksir gue dan gue taksir sedangkan elo belum.Tadi niat gue cuma ngibur lo kali"ujar Zia beranjak dari tempatnya duduk.


"Cuma buat ngehibur gue toh"gumam Liona.


"Heh mau kemana lo?"tanya Liona pada Zia saat melihat sang adik yang melangkah pergi.


"Balik kamar"jawab Zia.


"Ngapain balik kamar,orang yang lain kesamping Villa?pasti mau tidur lagi ya?gak ada ya tidur tidur lagi"cerocos Liona.


"Gue mau mandi Lio,udah sore"jawab Zi seadanya,kemudian melanjutkan langkahnya menuju kekamarnya.


"Mau mandi,bilang kek dulu sama gue" ujar Liona gak jelas apakah Zia masih bisa mendengarnya atau tidak.


Ping...ping...ping...suara pesan pesan masuk secara beruntun terdengar melalui ponsel Liona yang terletak diatas meja,gadis itu cepat cepat meraih ponsel itu dan membuka lalu membaca pesan yang masuk itu saat melihat siapa pengirimnya.


Setelah membaca pesan yang masuk ke ponselnya,Liona langsung senyam senyum sendiri entah kenapa.


"Ini nih petanda cewek cakep kek gue emang gak ditakdirin buat jomblo terus,nih calon pacar idaman udah balik lagi"ujar Liona pelan masih sambil senyum senyum sendiri menatap room chat-nya dengan seseorang.


Room chat Wa Liona


Ken❤️:


Aku udah mikirin dari kemarin setelah kejadian penolakan dilapangan itu,kayaknya aku mutusin buat move on aja deh dari adik kamu.


✓✓


Aku juga sadar kenapa selama ini aku malah ngejar adik kamu yang gak pasti suka sama aku atau enggak.


✓✓


Lio,kamu mau gak bantuin aku buat move on dari adik kamu.


✓✓


Aku juga bakal kasih kesempatan buat kamu bikin aku balas perasaan kamu.


✓✓


Aku harap kamu mau Lio,kutunggu jawaban kamu


✓✓


^^^Liona:^^^


^^^Aku baik kok Ken.^^^


^^^✓✓^^^


^^^Aku juga mau kok bantuin kamu buat move on dari saudari aku.^^^


^^^✓✓^^^


^^^Ayo berusaha untuk kedepannya^^^


^^^✓✓^^^


Ken❤️:


Terimakasih Lio,ayo berusaha


✓✓