One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 41



"Dih udah gede kok ngambekan?pantes aja Zia gak mau panggil lo kakak,Ngambekan gini kayak bocah"ujar Rena membuat sang sahabat tambah cemberut dan tambah enggan menoleh kearahnya.


"Gue foto ah,trus kirim ke Zia.Biar lo dipanggil adik aja sama dia gak usah kakak"ujar Rena kembali,ia mengangkat kamera ponselnya berpura pura hendak memfoto Liona namun ponselnya itu langsung diturunkan Liona.


"Jangan macem macem lo,iya gue gak jadi ngambek elah"ucap Rena,gadis itu tak mau sampai beneran dianggap bocah sama adiknya sendiri.Mau ditaruh dimana harga dirinya kalau sampai itu terjadi.


"Heleh takut kan lo?"ujar Rena terkekeh pelan,sepertinya dirinya baru saja menemukan salah satu cara paling ampuh untuk mengatasi sahabat baiknya itu.


"Lagian ancaman lo gitu"saut Liona.


~Rumah sakit~


Zia saat ini sedang sibuk memakan sarapannya yang begitu familiar bagi penghuni rumah sakit sepertinya yaitu bubur khas rumah sakit dengan rasa yang memuakkan,saat pertama melihat bubur itu datang dibawa oleh suster masuk ke kamarnya saja sudah berhasil membuat Zia mendadak kehilangan nafsu makannya.


Beruntung suster yang ditugaskan mengawasi ruang rawatnya itu sangat handal dan baik dalam membujuknya, suster itu bahkan bersedia menyuapinya seperti saat ini sehingga ia mau menyantap bubur mengerikan itu.


Ngomong ngomong soal suster,suster yang saat ini sedang menyuapinya dengan telaten saat ini adalah orang yang sama dengan kakak perawat yang menghampiri dan menemaninya tadi malam saat melihat bintang dibangku taman rumah sakit.Zia memutuskan mengubah panggilannya dari kakak perawat menjadi kakak suster,soalnya kata suster itu sifatnya lebih spesifik yaitu merujuk kepada perawat perempuan.


"Kakak suster udah berapa lama kerja disini?"tanya Zia selesai menelan bubur dimulutnya.


"Sekitar hampir tahunan mungkin nona muda"jawab Suster itu.


"Ih suster jangan panggil nona dong,panggil nama aku aja Zia"pinta Zia kepada si suster.


"Baik Zia,tapi Zia panggil suster kakak aja kalau lagi seperti ini"ujar Suster itu setuju.


"Deal,Jadi kakak baru dong kerja disini?"tanya Zia.


"Iya Zia,soalnya kakak lulus kuliahnya juga baru tahun kemarin"


Jawab suster itu.


"Nama kakak siapa?"tanya Zia.


"Nama kakak Cahaya,tapi kamu panggil suster Aya/kak Aya soalnya itu panggilan umum kakak dirumah sakit ini"jawab Suster Cahaya,ia menunjuk pin name tagenya yang tertera diseragam kerjanya.


"Wih pantes kakak orangnya bersinar banget,karena nama kakak Cahaya toh"ujar Zia mencoba menggombali suster Cahaya.


"Kamu bisa saja,ayo buka mulut lagi"ujar suster Cahaya,Ziapun langsung menuruti dengan langsung membuka mulutnya menerima sendokan bubur terakhir yang tersisa.


"Sudah habis buburnya,Zia pinter banget sih"puji Suster Cahaya memuji Zia yang mampu menghabiskan satu mangkok bubur yang awalnya ditolak mentah mentah oleh remaja itu.


"Denger kak Aya muji kayak gitu,kok gue berasa jadi bocil yang dirawat karena demam panas ya"ujar Zia dengan bahasa informalnya,berhasil membuat suster Cahaya tersenyum mendengarnya.


"Dibanding sama kakak,usia kamu masih bocil"ujar suster Cahaya.


"Emang usia kakak berapa berapa emang?"tanya Zia penasaran karena suster itu bilang dibanding dengan umurnya,umur Zia masih bocil.


"Umur kakak 20 tahun"jawab Suster Cahaya.


"Dih apaan tuh,beda tiga taun doang"protes Zia.


"Sekarang kamu minum obatnya dulu,biar cepat pulih trus bisa pulang"ujar suster Cahaya menyerahkan obat berbentuk pil kepada Zia.


Ping...ping...ping...


"Bentar kak"pinta Zia,ia meraih hp miliknya yang baru saja berbunyi memeriksa pesan dari siapa yang masuk.Suster Cahaya menganggukkan kepala tanda setuju.


08xxxxxx;


P


P


P


βœ“βœ“


Hai Zia


Ini gue Ken,temennya kakak kamu Liona.


βœ“βœ“


Save ya😁


βœ“βœ“


^^^ZIA A.;^^^


^^^Lo dpt no.gue dr siapa?^^^


^^^βœ“βœ“^^^


08xxxxxx:


Dari kakak kamu


Aku yang minta


βœ“βœ“


Kening Zia langsung menyerngit membaca Chat yang masuk itu,kakaknya Lio kasih nomernya ke temannya itu tanpa izin atau bertanya dulu padanya.Bukankah itu tidak sopan?


"Ada Zia,apa ada yang salah"tanya suster Cahaya kepada Zia.


"Enggak kok kak"jawab Zia


"Obatnya mana kak?biar Zia minum sekarang aja"pinta Zia,suster Cahaya pun langsung memberikan obat yang tadi kepada Zia dan langsung ditelan oleh Zia dengan bantuan air putih.


"Udah kak"ucap Zia menyerahkan gelas tempat air putih yang baru diminumnya.


"Baiklah kalau gitu kakak tinggal dulu ya,biar Zia bisa istirahat"ujar suster Cahaya.


"Oke kak,sampai jumpa nanti"ucap Zia melambaikan tangannya kepada suster Cahaya yang sudah mulai meninggalkan kamar rawatnya.


Ping...hp Zia kembali berbunyi dan ternyata itu dari orang yang sama.


08xxxxxx;


Aku denger dr Lio kamu gak msk sklh ya,kenapa gak masuk?


βœ“βœ“


^^^Zia A.;^^^


^^^βœ“βœ“^^^


08xxxxxx;


Gak ada sih hehehe


Tapi pengen tau aja gitu


Ngomong2 no.gue kok blm disave


Save dong,kasih namanya Ken ganteng


βœ“βœ“


^^^Zia A.;^^^


^^^Lo siapa?apa pentingnya gue save no.lo?^^^


^^^βœ“βœ“^^^


08xxxxxx;


Gue Ken yg bakal jd temen dkt km


Dan suatu saat nanti bakal jd pacar kamu Zia❀️


βœ“βœ“


^^^Zia A.;^^^


^^^Mimpi!^^^


^^^βœ“βœ“^^^


08xxxxxx;


Sekarang mungkin cuma mimpi,tapi


gue yakin suatu saat nanti bakal terwujud.


Zia izinin gue buat deket sama lo,gue suka sama lo sejak kita kenalan dikantin.


Izinin gue buat lakuin pendekatan plis.


βœ“βœ“


^^^Zia A.;^^^


^^^No^^^


^^^βœ“βœ“^^^


08xxxxxx.;


Kenapa gak boleh?


Pasti karna Lio ya?


Gue sama Lio itu cuma temenan gak lebih,dulu gue emang tertarik sama dia tapi sekarang enggak semenjak ada lo.


Plis izinin gue buat buktiin kalau gue beneran serius suka sama lo.


Lo gak usah peduli dan khawatir soal Lio,gue tau dia suka sama gue tapi gue udah gak tertarik sama dia karena lo lebih cantik.


βœ“βœ“


^^^Zia A.;^^^


^^^NO!!!!!^^^


^^^βœ“βœ“^^^


08xxxxxx;


Zia


Zia


Zia


Hei kok gak dibaca?


Kok dibales juga?


βœ“


Zia menatap datar layar ponselnya itu dan tak punya berniat lagi menyauti orang yang masih saja menChatnya,apa apaan cowok ini?


Membaca ketikannya tadi saja sudah membuat Zia bisa langsung mengetahui kalau Ken itu tipe tipe cowok brengsek.


Zia mengirim screenshot dari Chatnya bersama Ken tadi kepada sahabatnya Neta dan tak sampai dua menit pesan itu terkirim serta dibaca,sahabatnya itu sudah menghubunginya melalui panggilan vidio alias VC.


Zia tentu saja langsung menerima panggilan Vidio itu


"Sumpah!Zi itu beneran?!"terlihat wajah sahabatnya itu sangat heboh dari layar ponsel pintarnya.


"Menurut lo gue bohong gitu?"ujar zia


"Gak lah!gak mungkin lo bohong"saut Neta dari seberang sana


"Gue cuma kaget aja tiba tiba lo kirim itu,trus abis gue baca langsung kata umpatan keluar dari mulut gue tau gak"ujar Neta.


"Berarti tebakan gue bener selama ini,itu cowok gak cuma narsis sok kegantengan tapi juga CLCB"lanjut Neta


"CLCB?"tanya Zia tak paham


"Iya CLCB,Calon Cowok Brengsek"jelas Neta.


"Ooh,tapi ini udah bukan calon lagi Ta.Tapi emang udah jadi cowok brengsek"ujar Zia


"Gue langsung emosi,pas dia dengan santainya bilang suka sama gue padahal kakak gue kayaknya udah cinta mati banget sama dia.Trus juga dia bilang udah gak tertarik sama Lio karna nganggep gue lebih cantik emang brengsek itu cowok,dia juga suruh gue buat gak usah peduliin Lio.Kan ANJ***"umpat Zia terdengar menahan geram.


"Tahan emosi lo Zia,inget kondisi lo sekarang.Jangan sampai lo kena darah tinggi"ujar Neta meminta Zia mengendalikan emosi dan mengingatkan akan kondisi sahabatnya yang masih belum stabil.