One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 101



Suasana parkiran sekolah SMA Hantara bisa di terbilang cukup ramai karena dijam jam seperti ini adalah jam jam rasial para murid untuk datang kesekolah,disalah satu sudut parkiran terdapat beberapa murid yang berkumpul seperti menunggu kedatangan seseorang.Dan jika dilihat dari adanya sosok Danil yang berdiri sebagai pemimpin ditengah tengah murid murid itu,sudah bisa dipastikan mereka adalah anak anak kelas 12 IPS 1 yang sedang menunggu kedatangan tiga murid yang juga anggota kelas mereka.


"Eh Ren,itu bukannya anak anak kelas adek gue ya?"tanya Liona kepada Rena.


"Kalau diliat liat sih iya Lio,apalagi ada Danil tuh disitu"jawab Rena.


Kedua gadis itu baru saja tiba disekolah,keduanya berangkat bareng menggunakan mobil Liona.


"Mereka ngapain ngumpul,diparkiran Ren?"tanya Liona.


"Gak tau,kita samperin yuk biar gak penasaran"ajak Rena kepada Liona.


"Yuklah"ujar Liona setuju.


Keduanyapun berjalan mendekat ketempat dimana teman teman sekelas Zia itu berkumpul.


"Eh itu bukannya kakaknya bos ya?"tanya Sarah melihat kedatangan Liona dan Rena menuju ketempat mereka.


"Hai guys,ada apa nih kalian ngumpul disini?"tanya Rena tak butuh banyak basa basi.


"Kita lagi nunggu orang nih girl"jawab Danil.


"Orang mana yang kalian tungguin sampai sampai ngumpul semua disini,orang pentingkah?"tanya Rena lagi,sedangkan Liona hanya diam saja membiarkan sang sahabat yang berbicara.


"Salah satunya emang orang penting dikelas kita"jawab Danil.


"Jangan bilang sibos"ujar Rena.


"Kok lo tau sih?"tanya Danil.


"Siapa lagi orang penting dikelas kalian selain dia"jawab Rena.


"Kalian ngomongin siapa sih?"tanya Liona akhirnya ikut bicara karena penasaran siapa orang penting yang dimaksud sahabatnya dan teman teman sekelas adiknya itu.


"Itu loh Lio,masih ingetkan berita yang gue ceritain lusa kemarin?"tabya Rena kepada Liona.


"Oh yang lo bilang ada orang kaya gabut yang beliin teman sekelasnya mobil sama motor ya"saut Liona masih mengingat pembicaraan mereka lusa kemarin.


"Nah yang itu,orang yang itu yang kita maksud"ujar Rena.


"Wah beneran orang kaya gabut yang dimaksud Rena itu dari kelas kalian,siapa orangnya gue kenal gak? Atau gue sama Rena boleh ikut nunggu gak soalnya kita penasaran juga"ujar Liona menatap satu persatu teman sekelas sang adik.Anak anak kelas 12 IPS 1 mendadak bingung sedangkan Rena hanya bisa menahan tawa melihat raut wajah bingung teman sekelas Zia itu.


"Loh kok pada diem,kalau gak boleh juga gak papa"ujar Liona melihat reaksi mereka.


"Eh boleh kok Liona,masa gak boleh orang kamu yang paling berhak ngeliat"ujar Abel.


"Maksudnya?"tanya Liona tak mengerti,belum sempat ada yang menjawab pertanyaannya suara klakson secara beruntun langsung mengalihkan atensi mereka.


Tit...tit...tit...brum...brum... suara motor terdengar memasuki area parkiran,terlihat sebuah motor sport keluaran terbaru meluncur dan berhenti tak jauh dari tempat anak anak kelas 12 IPS satu berkumpul lebih tepatnya dihadapan mereka.


Suara heboh dan penasaran murid murid lain langsung terdengar karena tidak ada yang mengenali sosok pengendara karena menggunakan jaket kulit dan full helm.


"Eh siapa tuh?"


"Keren cuy,murid barukah?


"Motornya keluaran terbaru"


"Cogan kah"


Beberapa suara yang terdengar.


"Yang pertama udah muncul,tinggal dua lagi berarti"ujar Danil.


Tit...tit...brum...brum...brum...


belum lagi hilang rasa penasaran murid murid yang akan pengendara motor sport itu sudah datang lagi dua mobil sport yang gak kalah bikin orang terkagum kagum terutama harga salah satu mobil itu bisa dibilang bernilai fantastis membuat suasana semakin heboh,dua mobil berjenis sport yang baru datang itu terparkir rapi dan tak lama setelah itu pintu kedua mobil itu terbuka.


"Anjay pentolan IPS satu toh"


"Yaampun Zia,harga mobil lo kayaknya lebih mahal dari harga diri gue"


"Gimana gak kece badai,orang ternyata anak pemilik sekolah yang mimpin"


"Katanya itu Zia yang beliin temannya loh"


"Serius?wah kayaknya uang dia udah kelebihan banget deh"


"Zia butuh beban hidup gak ya"


"Aduh Neta gue tau lo cakep tapi kok hari ini makin makin"


"Satu motor baru,dua mobil baru"


Teriak teriakan anak anak SMA Hantara melihat Zia dan Neta yang datang.


Sipengendara motor tadi langsung membuka helemnya dan menggantinya dengan kaca mata hitam kemudian berjalan mendekat kearah dua gadis itu.


"Wah itu Danangkan,kok makin berdemage ya?"


"Iya woi cakep"


"Baru sadar gue Danang itu cakep"


"Dari mana aja lo,Danang dari dulu emang cakep woi!"


"Pagi bos and Neta,gimana cocok gak gue make motor yang lo beliin?"tanya Danang datang menghampiri Zia dan Neta tanpa mempedulikan keributan orang orang yang meneriaki namanya.


"Cocok Nang,dan liat aja mulai hari ini fans lo bakal nambah banyak"ujar Zia.


"Yoi Nang,liat tuh cewek cewek pada histeris liat lo"ujar Neta.


"Aduh jadi malu gue"ujar Danang malu malu karena memang benar,banyak siswi yang meneriaki namanya dan memberinya pujian.


"Sabi tuh Nang,nanti pulang sekolah lo bawa satu buat isi jok belakang"ujar Neta.


"Oh kalau itu gak bisa,Sarah udah ada didaftar nomor satu soalnya"saut Danang.


Dipinggir parkiran teman teman sekelas ketiga artis dadakan itu melihat mereka bertiga,mereka semua geram dan mulai kesal menunggu ketiga orang itu yang tampaknya masih asik mengobrol disana.


"Kita udah nunggu karatan,mereka malah asik ngartis disana"ujar Danil.


"Tau tuh"ujar Abel.


Liona sendiri sudah bengong dari tadi,ia heran kapan adiknya ganti mobil?padahal mereka tinggal disatu tempat kok dia malah gak tau sih.


"Mereka ya yang kalian maksud?"tanya Liona kepada Rena.


"Iyalah,siapa lagi emang"saut Rena.


"Kok gue gak tau Zia beli mobil baru ya,padahalkan kita serumah?lo tau Zia beli mobil baru Ren?"tanya Liona lagi.


"Kalau Zia sih gue gak tau tapi kalau Zia yang beliin Neta sama Danang motor sama mobil baru gue tahu"jawab Rena,sedangkan Liona nampak sedikit kaget dengan penjelasan sang sahabat.


"Hah!itu motor yang cowok sama mobilnya Neta,adik gue yang biliin?!Gek salah"tanya Liona memastikan ia tak salah dengar.


"Iya,bahkan kemarin lusa sebenernya Zia juga nawarin ke gue cuma gue tolak soalnya takut tambah repot ngurusnya kalau nambah kendaraan"ujar Rena yang membuat Liona tambah kaget.


"Kok adik gue kaya banget ya?"tanya Liona.


"Lo lupa atau gimana sih Lio,Lo juga kan kaya"ujar Rena.