One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 206



Duar...duar...duar...suara kembang api meledak diatas langit pantai semala hampir 5 menit,bunga api berwarna warni menghiasi langit saat itu juga.


Duar...letusan kembang api terakhir dan disana dilangit langsung terpampang tulisan yang berbunyi


Happy 20th birthday


Mata Lyn tanpa sadar sedikit berkaca kaca melihat hal itu,memang benar kembang api itu memang khusus ditujukan untuknya sebagai tanda dirinya telah resmi menyandang usia yang ke-20 tahun.


"Bagaimana sayang kamu menyukainya?"


Tanya sang papa padanya,Lyn tak berkata kata melainkan hanya mengangguk pelan saja.


"Papa senang kamu menyukainya,itu ide dari adik bungsu-mu"ujar tuan Renal.


"Selamat ulang tahun putri ketiga papa,jadilah pribadi yang lebih baik"lanjut laki laki itu mengucapkan selamat ulang tahun kepada sang putri sambil memeluknya.


"Selamat ulang tahun juga sayang/dek/kak!"seru sang mama dan para saudaranya yang lain bergabung dalam pelukan itu.Pelukan keluarga yang hangat ditengah malam ditepi pantai yang indah,Zia tersenyum tipis akan pelukan bersama ini.


Adegan pelukan keluarga itu bertahan hampir sekitar setengah menit sebelum akhirnya satu persatu mulai melonggarkan serta melepaskan pelukan itu.


"Baiklah sekarang waktunya hadiah, kalian sudah menyiapkan hadiah untuk saudari kalian bukan?"tanya Sela sang mama kepada anak anaknya-Lyn.


"Udah dong pastinya,tunggu bentar biar kita ambil dulu"saut Arga mewakili para adiknya-Lyn,pemuda itu beranjak dari tempatnya berjalan memasuki villa tempat mereka menginap.


Bukan cuma Arga saja,namun ketiga saudarinya yang lain yaitu Gia, Liona,Zia juga mengekor dibelakang.


Tiga orang sersisa yaitu tuan Renal,nyonya Sela,dan Lyn sang anak ketiga menatap penuh nanti atas kepergian keempat orang itu kedalam Villa.


Lima menit berselang,ketiga orang itu sudah kembali dari dalam villa membawa sesuatu ditangan masing masing berupa kotak berbungkus kado dan sepertinya itu adalah hadiah yang telah masing masing mereka siapkan untuk Lyn yang sedang berulang tahun.


"Pasti yang kalian bawa itu kado ulang tahun untuk saudari kalian kan?"tebak tuan Renal membuat keempatnya anaknya itu mengangguk.


"Sekarang ayo berbaris,kalian bisa memberikan kado kalian itu dan jangan lupa ucapkan selamat ulang tahun serta do'a kalian untuk Lyn saudari kalian"pinta sang mama kepada mereka,membuat mereka mengangguk sekali lagi.


Arga,Gia,Liona,dan terakhir Zia berbaris rapi memanjang secara berurutan dari yang tertua hingga yang paling muda dihadapan Lyn yang sejak tadi setia duduk ditempatnya dengan wajah lempeng nan datar khas-nya.


Arga menyodorkan sebuah kotak berbungkus kado kepada sang saudari keduanya,Lyn langsung menerima itu.


"Ayo buka hadiahnya"pinta Arga.


Lyn menurut saja langsung membuka kotak hadiah ulang tahun yang diberikan kakak tertuanya itu,begitu kotak terbuka maka terlihatlah isi didalamnya yaitu sepasang anting dan gelang berkilau.


"Kakak tau kalau kamu memang gak terlalu suka perhiasan kayak Liona atau Gia,tapi begitu kakak liat kalung dan anting anting itu,kakak yakin bakal cocok dipakai sama kamu"ujar Arga membeberkan alasan kenapa ia memberikan itu sebagai hadiah.


"Terima kasih kak"ucap Lyn kepada kak Arga,membuat sang kakak mengangguk sebelum akhirnya mundur kebelakang memberikan yang lain giliran.


"Selamat ulang tahun dek,do'a kakak sama kayak Arga.Ini hadiah buat kamu semoga suka"ujar Gia tanpa basa basi langsung berbicara dan menyerahkan kotak kado berukuran cukup besar dan lumayan berat menurut Lyn saat menerimanya.


Sepasang sepatu dan sebuah buku adalah isi dari kado itu


"Tadinya kakak mau beliin kamu 


heel shoes,tapi kakak takut malah berakhir berdebu karena kamu gak suka sepatu model kayak gitu.Makanya kamu kakak beliin sepatu model sneekers aja biar bisa sering dipake"jelas kak Gia.


"Trus lo kasih buku buat Lyn,untuk apa dong Gi?"tanya Arga yang melihat buku yang juga menjadi bagian dari hadiah dari sang kembaran.


"Lyn-kan suka baca alias kutu buku, nah gue sengaja kasih buku berkaitan dengan kedokteran buat dia"jawab Gia.


Lyn menatap sepatu dan buku bidang kedokteran yang cukup tebal itu secara bergantian,gadis dingin itu meletakkan sepatu barunya didekat kado dari kak Arga disebelah kirinya sedangkan buku kedokteran itu diletakkan diatas meja didepannya dengan semangat.


"Kayaknya buku masih kalah deh kak dari sepatu"ujar Liona melihat hal itu.


"Iya kayaknya,tau gitu kakak beliin kamu dua buku aja sekalian dek.Gak usah beli sepatu segala"ujar kak Gia kepada Lyn adiknya.


"Seharusnya begitu,terima kasih kadonya kak"saut Lyn mengucapkan terima kasih atas kado dari kak Gia.


"Sama sama dek"balas Gia


"Yes 6 kata,lo tadi cuma dapat sautan 3 kata doang Ga"ujar Gia kepada Arga niat menyombongkan hal itu.


"Gak papa,tahun depan gue kasih toko buku buat Lyn biar dia ngomong panjang sama gue"saut Arga yang tengah menahan keirian.