
"Pa Ma,itu Zia udah datang"ujar Liona kepada kedua orang tuanya saat menjadi yang pertama menyadari kedatangan sang adik bungsu bersama saudari tertuanya.
Tuan Renal dan Nyonya Sela yang mendengar perkataan anak keempatnya itupun langsung menoleh kearah yang dimaksud oleh Liona,sepasang suami istri itu tersenyum lega karena akhirnya putri bungsu mereka terlihat juga.Keduanya juga menemukan Gia putri tertua mereka beserta Jevan sang kekasih disana.Jika kedua orang tuanya terfokus pada Gia,Jevan,dan Zia,Arga malah salah fokus pada satu sosok lain yang dirinya tak kenali berjalan disisi sang bungsu dan sambil bergandengan?apa apaan itu!
Disebelah Arga terdapat salah satu asiknya yaitu Liona tengah tersenyum saat mengenali siapa yang ada disebelah adiknya itu,dalam hati gadis itu bersyukur karena jika Zia seberani itu mengajak Raka untuk datang kepesta perusahaan keluarga,bukankah artinya Zia dan Raka benar benar tengah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih dan akhirnya semua keraguan dihatinya selama ini menguap seketika.
"Selamat malam semuanya"ucapkak Jevan kepada keluarga kekasihnya.
"Malam nak Jevan"saut Nyonya Sela menyauti.
"Malam pa,mi,Lio,maaf aku sedikit terlambat menghapiri kalian"ucap Zia kepada kedua orang tua dan saudari dan juga kakak pertamanya.
"Tak apa sayang,kamu pasti kesulitan untuk menemukan kami ditempat ini bukan?"ujar sang mami kepada Zia, membuat gadis muda itu mengangguk mengiyakan.
"Ekhem jadi siapa yang datang bersama-mu itu dek?"Arga tanpa basa basi langsung bertanya.Mendengar pertanyaan sang putra sulung juga membuat tuan dan nyonya Antara langsung sadar kalau ada sosok pemuda yang berdiri disamping putri bungsu mereka.
"Malam Raka,ternyata lo datang juga ya"sebelum Zia menjawab Liona terlebih dahulu sudah mengajak Raka bicara.
"Tentu,ini keinginan Zia"jawab Raka.
"Kenal lo dek?"tanya kak Arga pada Liona adiknya.
"Kenallah kak,gak ada murid HANTARA yang gak kenal sama Raka"jawab Liona.
"
"Siapa namamu nak? kamu temannya putri bungsu kami ya" tanya tuan Renal ramah.
"Salah pa,seharusnya bukan teman Zia tapi Raka itu pacarnya"ujar Liona mengoreksi perkataan papanya.
"WHAT!!"
tenang bukan tuan Antara yang berseru melainkan sisulung Arga,lihatlah raut wajah kaget itu tercipta dan sedetik kemudian tatapan meminta penjelasan yang sangat langsung ditujukan oleh Arga kepada Zia,berharap adik bungsunya itu mengatakan itu tidak benar.
"Muka lo kenapa keliatan syok banget sih Ga,kaget ya?btw ayo kenalan sama calon adik ipar lo nih,gue tadi udah kenalan"ujar kak Jevan sambil tersenyum penuh arti kearah kembaran kekasihnya itu,membuatnya mendapat tatapan tajam dari seorang Arga.
"apa benar kamu pacar dari putri bungsu saya?"tanya tuan Renal dengan tatapan penuh selidik.
Merasa sepertinya sudah gilirannya harus berbicara,Raka langsung melangkah maju membuat dirinya kini tepat dihadapan tuan Renal. Pemuda itu menjulurkan tangan kanannya kepada papanya Zia dan tuan Renal membalas juluran tangan itu sehingga kini kedua laki laki itu bersalaman.
"Halo tuan,perkenalkan nama saya Raka Barata.Nama panggilan Raka dan saya adalah kekasih dari putri bungsu anda yaitu Zia,hubungan kami sudah berlangsung beberapa bulan ini yaitu dimulai sekitaran kurang tiga bukan sebelum putri anda pindah keIndonesia.Salam kenal tuan"ujar Raka memperkenalkan dirinya langsung kepada tuan Renal.
Papanya Zia sedikit terkejut dengan keberanian dari pemuda didepannya ini karena Raka nampak tak terlihat takut atau ragu saat memerkenalkan diri sebagai kekasih putri bungsunya.Dan dari namanya sepertinya tuan Renal sedikit tahu dengan anak muda itu
Salam kenal anak muda"ucap Tuan Renal,setelah itu acara jabat tangan keduanya diakhiri.
Raka melangkah mundur kembali kesebelah Zia setelah selesai memperkenalkan dirinya kepada tuan Renal,sedangkan Zia langsung meraih telapak tangan Raka untuk digenggam.Mengingat betapa gugupnya mereka tadi selama diperjalanan tadi,Zia berharap itu bisa mengurangi kegugupan Raka dan terlebih tangan cowok itu terasa dingin sekarang.Dan sepertinya tebakan Zia benar karena Raka benar benar merasa gugup dan sedikit was was sekarang.Bukan ini bukan karena tuan Antara melainkan pemuda itu lebih was was kepada tatapan tak bersahabat dari putra tunggal keluarga Antara yang berdiri disamping belakang tuan Renal,Raka bahkan tak sadar menggenggam kuat tangan Zia.
"Kak Arga,bisa tidak tatapan kakak jangan seperti itu"suara Zia terdengar membuatnya lega.
"Kenapa dengan tatapan kakak,gak ada apa apa tuh?"ujar kak Arga kepada Zia.
"Tatapan kakak membuat kekasihku tak nyaman dan begitu juga denganku"ujar Zia sedikit meminimkan ekpresinya.
"Kakak gak ngapa ngapain loh dek"bantah kak Arga.
"Arga,jangan seperti itu kepada adikmu dan kekasihnya"ujar Nyonya Sela turun tangan menegur putranya.
"Tapi ma,pemuda itu.."
"Udahlah Ga,jangan ngusik hidup orang sekali kenapa sih"Gia ikut turun tangan,membuat Arga benar benar diam tak berkutik.
"Ini Lyn mana ma pa,kok gak ada?"tanya Gia saat menyadari tidak melihat keberadaan adik pertamanya diantara mereka.
"Ada apa?"entah dari mana namun Lyn tiba tiba datang langsung menyaut dari arah belakang Zia-Raka.
"Kakak dari mana aja?"tanya Liona pada kak Lyn.
"Cari Zia"jawab Lyn singkat,kini anak ketiga keluarga Antara itu sudah berdiri disebelah Raka membuat cowok itu langsung menyapa saudari Zia yang satu itu meski sudah bisa menebak bagamana reaksinya.
"Selamat malam kak,kita bertemu lagi"sapa Raka.
"Hm,malam"saut lyn singkat.
"Lah kamu kenal sama dia dek?"tanya Arga melihat respon adiknya yang satu itu.
"Raka.ketos Hantara.Kekasih Zia.Kelas 12 IPA 1"Lyn menjawab dengan langsung dengan poin poin inti.
"Kok..."baru saja Arga hendak bicara lagi namun sudah terpotong.
"Ma pa.Acara akan dimulai"ujar Lyn datar,gadis itu memberitahu orang tuanya kalau acara utama pesta akan dimulai.
"Ah benar juga sudah hampir waktunya,ayo kita segera berkumpul ketempat yang sudah disiapkan tim panitia"ajak tuan Renal mengajak seluruh anggota keluarganya beserta Jevan-Raka sebagai tambahan.