
Zia memasang wajah pasrahnya duduk dilantai yang beralaskan karpet diruang kumpul,kedua matanya menatap jengah ketiga orang tengah empat orang yang tengah cekikikan melihat kondisinya.Apa ketiganya tak khawatir jika masker yang tengah mereka kenakan pecah,didekat tiga orang yang tengah cekikikan menertawainya itu terdapat pula kakak ketiga Zia yang tengah mengerjakan tugas kuliah dengan sang sahabat yaitu kak Callie.Sesekali kak Lyn maupun kak Callie melihat kearahnya dan Zia menatap kedua orang itu untuk meminta pertolongan tapi keduanya hanya memberikan tatapan mata prihatin tanpa bisa berbuat apa apa untuk membebaskannya.Zia melirik kakak perempuan tertuanya sekarang,namun buru buru ia alihkan sorot matanya ketempat lain saat kak Gia menatapnya dengan tatapan mengejek seolah-olah mengatakan "Rasain lo"
Zia melirik kiri dan kanannya dimana ada tante Nada dan juga sang mami yang sibuk berkarya pada kuku kuku jari tangannya,gadis itu kemudian menatap laptop miliknya yang masih menyala menampilkan berkas laporan kerja perusahaan.
"Mami,tante,masih lama?"tanyanya pada kedua wanita dewasa itu.
"Belum"saut mami dan tantenya kompak.
"Sabar Zia,ini tante baru selesai tiga loh"Tante Nada.
"Mami juga baru selesai dua"mami Sela.
Zia merutuki nasibnya yang dijadikan tumbal untuk mencoba peralatan nail art yang baru dibeli oleh tante Nada saat sebelum kembali dari Australia.
Sebenarnya sepupu dari papanya itu bukan hanya membawa itu saja tapi masih banyak produk dan peralatan kecantikan lain seperti masker yang tengah digunakan oleh tiga orang yang sejak tadi menertawai nasibnya,
yaitu Liona,Neta,dan Rena.
Tante Nada memang akan menginap dikediaman utama keluarga ANTARA ini untuk seminggu kedepan,berhubung sang suami yang tengah punya pekerjaan dinegara ini.
Karena hari ini bertepatan dengan hari minggu,jadi tante Nada mempunyai ide untuk membuat Girl time.Bahkan tante Nada-lah yang meminta untuk Liona,Zia,dan kak Lyn untuk memanggil sahabat masing masing kesana.Itulah penyebab kenapa Neta,Rena,dan kak Callie ada disana.
Namun berhubung kak Lyn dan kak Callie tak ikut terlibat dalam kegiatan perawatan itu karena tugas kuliah mereka yang mendesak.Dan kak Gia yang harus mengangsur pekerjaan kantornya yang sedang menumpuk meski hari libur,jadi ketiganya hanya sekedar memakai masker pada wajah mereka.
Sedangkan Liona,Neta,Rena,selain memakai masker,mereka juga sibukĀ mencat kuku masing masing.
Yang jelas diantara para gadis disana,hanya Zia yang harus rela menjadi objek percobaan dua wanita dewasa disana.Padahal niat awalnya ia hanya ingin memakai masker saja sudah cukup dan mengerjakan pekerjaannya seperti yang kak Gia lakukan,tapi tiba tiba kedua tangannya yang tengah sibuk dengan keyboar laptop malah ditarik dan diambil alih oleh sang mami dan tante.
Zia sempat menolak dan lebih baik mami dan tantenya itu meminta salah satu dari saudari atau para sahabat yang ada disana saja,eh malah tak diterima dengan alasan dirinya yang termuda jadi harus menurut untuk kali ini.
"Sudah selesai"tante Nada menatap bangga hasil karyanya pada kelima kuku tangan sang keponakan.
Sesaat setelah tangan kanannya dilepaskan oleh tante Nada,Zia langsung merasakan pegal pada tangannya itu karena sejak tadi diposisikan agak terangkat.
"Baguskan?"tanya tante Nada pada Zia dengan mata penuh harapan.
"Bagus kok tan"ujar Zia mengiyakan sambil tersenyum setengah terpaksa.
"Hah?"
Zia cengo melihat bagaimana cepatnya tante Nada beralih tempat dari yang tadi duduk disampingnya dan kini berpindah ke belakangnya.
"Eh gak usah tan,nanti tante capek" ujar Zia setelah tersadar dari
kecengo-annya,ia berusaha menghentikan tanta Nada meski berujung gagal karena sang tante telah terlebih dahulu membuka ikat rambutnya.
"Siapa bilang tante bakal capek, padahal tante seneng banget loh"ujar tante Nada.
"Udah dek,nurut aja.Demi calon adik sepupu kita tuh"ujar Liona dari jauh,membuat Zia lagi lagi harus pasrah.
Satu fakta yang harus kalian ketahui adalah kalau adik sepupu papanya ini tengah hamil muda,dan semua rangkaian kegiatan yang mereka lakukan saat ini salah satu penyebab dilaksanakannya adalah tak lain dan tak bukan untuk menuruti keinganan sang calon bayi.Alias tanta Nada lagi ngidam.
"Zia,rambut kamu banyak yang rontok ya?"
"Hah mana?"tanya mami Sela.
Tante Nada menunjukkan hasil sisiran rambut Zia,dan memang terlihat jelas pada sisir yang digunakan terdapat rambut kecoklatan milik Zia yang rontok.
"Ya ampun bener sayang,rambut kamu cukup banyak yang rontok"seru mami Sela melihat apa yang ditunjukkan oleh adik sepupu suaminya itu.
Semua perhatian orang disana langsung tertuju pada penampakan rambut Zia yang rontok itu sedangkan sang pemilik mengusap rambut dikepalanya dengan pelan.
"Apa yang terjadi Zia,apa kamu salah menggunakan produk rambut atau kamu lagi sedang banyak pikiran?stres karena terlalu banyak pikiran soalnya juga bisa menjadi penyebab rambur rontok loh.Mau tante bawa buat pemeriksaan diklinik kecantikan gak?"ujar tante Nada.
Zia tersenyum tipis dan berkata
"Gak usah tan.Palingan gara gara akhir akhir ini aku lagi banyak pikiran tan,soalnya emang lagi sibuk sibuknya diperusahaan.Entar juga kalau udah santai dikit bakal berhenti.Biasanya juga gitu"ujar Zia dengan santai.
"Jadi sering kayak gitu dek?"tanya kak Callie dari tempatnya.
"Iya kak,ini sih gak parah.Dulu waktu di US,pernah rambut ku rontok trus jadi tipis banget.Tapi ya gitu penyebabnya sama,ini cuma bentaran doang kok"jawab Zia.
Semuanya menganggung mengerti akan penjelasan yang termuda itu,namun diantara mereka semua ada tiga orang yang malah menatap Zia dengan tatapan yang sedikit berbeda.