
Lyn berjalan menuju kamarnya untuk tidur,malam sudah sangat larut sebenarnya dan bisa dibilang terlambat untuk memulai istirahat malam ini.Namun apa boleh buat, perayaan ulang tahunnya baru selesai beberapa menit yang lalu dan jujur Lyn merasa sedikit hangat dihatinya sekarang.Hal ini jarang terjadi, sungguh sungguh jarang terjadi sejak beberapa tahun belakangan ini.
Ceklek...baru saja ia membuka pintu kamarnya dan hendak melangkah masuk kedalam,namun suara adik bungsunya terdengar memanggil namanya dengan cukup kuat.
"Kak Lyn!"seru Zia sambil berjalan cepat menuju kakak ketiganya,setelah sampai tepat dihadapan kakak ketiganya itu ia langsung mengukir senyumannya yang hangat dan manis.
"Ada apa?"saut Lyn bertanya dengan dingin dan datar namun entah kenapa masih terdengar kesan lembut yang terselubung dari perkataan itu.
"Maaf Zia nunda sedikit waktu istirahat kakak,aku cuma mau nyerahin ini aja"ujar Zia menyodorkan sebuah kotak kecil berbungkus kado sederhana.
Lyn menaikkan sedikit sebelah alisnya keatas karena merasa sedikit bingung,kotak kado lagi?bukankah tadi diriny sudah mendapat kado dari adik bungsuny ini?mana isinya juga bukan hal main main,sekarang dirinya mendapatkan kado lagi.
Zia tersenyum tipis menyadari kalau kakak ketiganya itu tengah dilanda kebingungan sampai sampai kotak kado yang dirinya sodorkan belum diterima juga,ia akhirnya bersuara lagi untuk menghilangkan rasa kebingungan sang kakak.
"Ini kado kedua eh tidak,ini adalah kado utama sedangkan kado yang tadi yang sudah kakak buka adalah kado kedua"ujar Zia sambil meraih telapak tangan kanan kakaknya dan meletakkan lado kecil itu disana.
Lyn mengeratkan genggamannya untuk memegang kotak kado yang diserahkan ditangan kanannya itu,ia memerhatikan kotak kado itu dengan seksama sampai sang adik bungsu mulai berbicara lagi.
"Harga materi isi didalam kotak kado itu mungkin gak sebanding dengan harga lado kedua dari-ku,tapi sejujurnya nilai isi didalam sana jauh lebih besar karena tidak bisa dibeli atau ditukar dengan apapun didunia ini.Aku harap kakak menyimpannya dengan baik sampai kapanpun"ujar Zia yang lebih terdengar sebagai sebuah harapan atau permintaan mungkin.
"Kakak pasti tahu apa isinya setelah membukanya nanti"ujar Zia yang tak menjawab pertanyaan dari sang kakak.
Gadis itu kemudian berbalik berjalan menuju kearah kamarnya sendiri,namun sebelum itu Zia mengatakan sesuatu lagi.
"Ah iya,itu sebenarnya bukan seutuhnya hadiah ulang tahun dariku kak.Karena aku lebih seperti perantara saja,Nikmati istirahatmu kak selamat malam dan sekali lagi selamat ulang tahun"ujarnya.
Setelah itu Zia benar benar beranjak dari sana.
*Apa maksudnya,dia hanya perantara saja?*batin Lyn kembali bertanya tanya maksud perkataan terakhir adik bungsunya itu.
Lyn akhirnya memilih untuk tak terlalu memikirkan hal itu,ia melanjutkan langkahnya masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya supaya tidak ada salah satu anggota keluarganya yang mengganggunya.Ini adalah kebiasaannya karena seagung dan sekeren apapun semua anggota keluarganya didepan publik,tapi jika didalam area lingkungan keluarga saja sifat tengil,jahil,dan tak terduga dari mereka perlu diwaspadai menurutnya.oke skip.
Lyn duduk dipinggiran tempat tidurnya,ia memutuskan untuk membuka kado yang katanya adalah kado pertama dari sang adik bungsunya itu malam ini juga.
"Kalung ini"gumam gadis itu langsung setelah melihat sebuah kalung yang cukup familiar diingatannya ternyata menjadi isi kotak kado kecil itu.