
"Zia,kamu tadi kemana mami kamu cariin tadi udah ngilang dari rumah?"
Zia yang tengah fokus pada piring didepannya langsung mendongak menatap sang papa,ah iya saat ini mereka tengah melaksanakan makan malam.
"Tadi ada urusan penting"
"Ada urusan penting atau janjian sama pacar,tadi kok pulang diantar pacar"kak Gia tanpa diundang turut bersuara,berhasil membuat Zia mendapat tatapan menuntut penjelasan dari papa mereka.
"Beneran ada urusan penting.Pas pulang enggak sengaja ketemu Raka,yaudah bareng dia bentar"Zia memberikan penjelasan singkat dari kepada papanya.
"Lain kali kalau mau pergi pergi,kasih tau mami-mu dulu.
Jangan langsung pergi begitu saja,tadi mami-mu panik loh sampai nelpon papa yang lagi dikantor.
Terlebih kamu baru pulang dari rumah sakit tadi siang,kalau memang mau ketemuan sama pacarmu juga papa tak marah.Suruh Raka datang kesini aja,jangan kamu yang keluar"ujar sang papa.
"Hm"
Hanya itu respon yang Zia berikan,gadis itu terlalu malas untuk berbicara banyak.Dari pada membalas perkataan papanya dengan kalimat panjang,lebih baik dirinya memperhatikan sekitar meja makan ini karena terasa ada yang kurang dan ya ternyata kakak ketiganya tidak ada disana.Baru saja Zia hendak bertanya akan keberadaan kakak ketiganya itu kepada yang lain,Liona telah terlebih dahulu mendahuluinya bertanya.
"Kak Lyn kemanan Ma,kok gak ada?"tanya Liona menatap sang mama.
"Kakak kamu katanya pulang malam hari ini,ada banyak tugas yang harus dia kejarkan untuk diselesaikan hari ini"jawab sang mama.
"Ya jelas pasti banyak tugasnya yang numpuklah,orang beberapa hari ini Lyn terus terusan cosplay jadi perawat orang sakit.Mana yang dijagain juga bukan orang penting"lagi lagi kak Gia bersuara,Zia tentu tau kalau yang dimaksud sang kakak adalah dirinya.
"Aku sudah selesai,Zia pamit istirahat dulu.Selamat malam semuanya"pamit Zia,kemudian gadis itu beranjak pergi meninggalkan meja makan.
"Jaga perkataanmu lain kali Gia"ujar Arga menegur kembarannya.
"Kenapa harus ku jaga,lagi pula bagiku tidak ada satupun perkataan yang salah.Lyn memang banyak menumpuk tugas karena menjaga adikmu itu.Bukan cuma Lyn tapi mama dan papa juga beberapa hari terakhir sering lupa kalau dirumah ini masih ada Liona yang butuh perhatian"Gia langsung meninggalkan meja makan tanpa pamit setelah mengatakan hal itu.
Tuan Renal,nyonya Sela,serta sang sulung Arga nampak menghela nafas berat.Liona memperhatikan hal itu.
Gadis itu sejak awal memang memilih diam saja tak terlibat bersuara dalam percakapan meja makan kali ini.Meski tak membenarkan perkataan kak Gia yang terdengar menyinggung adiknya,namun disisi lain Liona juga membenarkan satu pernyataan kakaknya itu.Liona memang sedikit merasa kalau beberapa hari terakhir kedua orang tua mereka sungguh jarang berada dirumah dalam waktu lama,mereka hanya pulang disaat hari sudah benar benar malam dimana artinya Liona sudah tertidur.Selain itu mereka hanya pulang sebentar untuk mengambil barang barang penting lalu kembali ke rumah sakit.
Kamar Zia_
Zia berbaring diatas tempat tidurnya menatap langit langit kamar,disalah satu sisi bantal tempat kepalanya berada terlihat hpnya yang menyala menampilkan wajah sang sahabat.
Saat ini Zia memang melakukan panggilan Vidio Cal dengan Neta,tapi mereka tak saling melihat wajah masing masing melainkan sepakat meletakkan hp mereka dengan posisi yang serupa yang seperti Zia lakukan pada hpnya.
"Apa kata dokter Linda saat lo ngerayu dia supaya diizinin pulang?"
suara Neta terdengar.
"Mana ada gue ngerayu"bantah Zia.
Neta.
"Dokter Linda nyuruh gue buat ektra lebih menjaga diri gue,beliau juga saranin supaya gue enggak bepergian keluar rumah sendiri"Zia.
"Pasti dokter Linda takut,sakit lo kumat dan kebetulan gak ada orang yang bisa ngasih pertolongan pertama"Neta.
"Begitulah,selain itu..."Zia menjeda perkataannya.
"Selain itu apa hm?"Neta.
"Ta,kayaknya lo harus lebih banyak luangin waktu buat sahabat tersayang lo ini deh"Zia.
"Lo bilang gitu pasti gara gara hasil pemeriksaan terbarukan?seburuk itukah?"Neta.
"Begitulah.Meski gue gak bisa nyuruh lo buat gak usah khawatir,tapi jangan bertindak gegabah yang bisa ngelukain lo ya Ta"pinta Zia.
"Hm,gue usahain deh Zi"
"Btw besok lo mau sekolah nggak Zi?" Neta.
"Rencananya sih iya.Kenapa emang,mau bareng?"Zia.
"Mau.Disupirin pak Hen-kan?"Neta.
"Iya-lah,gue udah mutusin buat pensiun nyetir kecuali bener2 genting"Zia.
"Bagus itu.Lagian aura CEO lo lebih keluar tau Zi kalau disupirin tuh"
Neta.
"Bisa aja lo,Hoam..."Zia.
"Udah ngantuk Zi?"Neta.
"Hm ya"Zia.
"Tidur yuk,besok supaya gak telat bangun"Neta.
"Oke.Selamat Malam Ta.Jangan mimpi buruk dan jangan takut sendiri lagi ya"Zia.
"Selamat malam juga Zi.Agak egois tapi mohon tetap berusaha bertahan ya kecuali kalau lo udah benar benar lelah,lo baru boleh istirahat"Neta.
Sebuab obrolan dua sahabat yang terdengar adem dan damai,namun jika kalian melihat ekpresi keduanya saat ini mungkin hati kalian akan ikut sakit.