One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 110



"Tadi sih mau ngajakin lo kekamar dek buat ngasih hadiah ulang tahun, tapi nanti aja deh soalnya keliatannya lo sibuk banget"jawab Liona.


"Kalau gitu tunggu bentar ya, soalnya nanggung tinggal dikit lagi"ujar Zia.


"Oke deh,kakak tunggu"ujar Liona, setelah itu ia berbalik mengambil posisi duduk diatas tempat tidur Zia sedangkan Zia sendiri kembali fokus pada laptopnya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.


Liona memperhatikan sekelilingnya, matanya mengamati satu persatu isi kamar saudarinya sambil menunggu.


"Dek"panggil Liona


"Hm"saut Zia


"Tapi Lo gak ada jadwal keperusahaan lo hari inikan dek?"tanya Liona


"Enggak"jawab Zia


"Kenapa nanya?"tanya Zia balik.


"Bagus deh,biar kakak ada temen aja dirumah"jawab Liona.


"Ooh,gue keperusahaan cuma disaat saat tertentu aja kok"jelas Zia.


Mari kita tinggalkan sejenak kedua putri termuda Antara ini,sekarang kita beralih kelantai bawah atau lebih tepatnya diruang tamu kediaman Antara.Disana terlihat beberapa orang muda mudi yang berstatus sebagai mahasiswa kedokteran yang berkumpul disana,mereka semua adalah teman sefakultasnya Lyn.


"Kalian semua mau minum apa?"tanya Callie kepada yang lain.


"Apa aja deh Cal,tapi kalau boleh es jeruk juga boleh"jawab salah satu cowok.


"Bilang aja lo mau es jeruk,pake basa basi segala"ujar cowok satunya ke cowok yang kedua.


"Eh tapi ngomong ngomong nih,gak salah lo yang nawarin minum Cal?"tanya seorang cewek.


"Lah emangnya kenapa?"tanya Callie kepada cewek itu.


"Lo kan bukan tuan rumah tapi tamu kayak kita"jawab cewek itu.


"Inisiatif mewakili tuan rumah aja Manda,lagian Lyn rada kurang bisa diharapin kalau soal beginian"jawab Callie merangkul Lyn,sedangkan Lyn hanya merotasikan bola matanya saja.


"Permisi non non dan aden aden semuanya,maaf bibik baru tahu ada tamu"ujar bik Muti datang menghampiri sekumpulan anak kuliahan itu.


"Nah kebetulan bibik datang,bik tolong buatin kita minuman yang seger seger dong dan jangan lupa camilannya juga"ujar Callie tanpa ragu kepada bik Muti.


"Baik non Callie,kalau begitu bibik permisi dulu"saut bik Muti sambil mengangguk sekilas kemudian beranjak pergi dari sana.


"Santai banget lo Cal ngomongnya, persis kayak ngomong sama pelayan sendiri"ujar Manda yang merupakan teman fakultas Callie dan Lyn.


"Gue udah biasa ketemu sama bik Muti soalnya,lagian setiap gue kesini pasti yang nawarin minum itu bik Muti bukan sahabat gue ini"ujar Callie sambil melirik kearah Lyn yang masih setia dengan wajah datarnya.


"Btw Ren Rey,kalian ngapain mepet mepet disitu.Itu masih ada satu sofa kosong loh?"tanya Callie beralih ke dua cowok dalam kelompok mereka itu.


"Enggak deh Cal,kita disini aja gak papa"tolak dua cowok yang bernama Rey dan Ren itu hampir bersamaan, keduanya itu merupakan anak kembar.


"Kalian mau mepet mepet mah gak masalah bagi gue,tapi itu kasihan si Manda yang duduk ditengah kalian jadi risih"ujar Callie kepada kedua cowok itu.


"Ren,sana pindah ke sofa sebelah"suruh Rey kepada Ren kembarannya.


"Kenapa harus gue,lo aja yang pindah"saut Ren tak mau pindah.


"Lo kan yang paling muda,jadi harus nurut sama gue"ujar Rey.


"Paling tua apaan,kita ini kembar dan itu artinya lo sama gue itu seumuran"bantah Ren.


"Ribut lagi ribut lagi,kalau lo berdua gak mau pindah biar gue aja"ujar Manda beranjak dari antara kedua cowok kembar itu,pindah ke sofa yang tadinya kosong.


Melihat Manda yang pindah,kedua cowok itu kompak hendak beranjak dari sana untuk duduk disebelah Manda.Tapi suara gadis dingin menghentikan niat mereka itu.


"Lo berdua duduk!"ujar Lyn dingin


"Nah kan,sahabat gue ngomong baru kicep kalian"ujar Callie kepada Rey dan Ren.


"Gue heran deh Man sama lo,kenapa lo betah banget sama dua curut"ujar Callie ke Manda.


"Betah apaan?yang ada gue risih, mereka aja yang hobi ngekorin ke gue"saut Manda.


"Gak boleh ngomong gitu dong bebeb Manda sayang,gue sama Ren itu bukan ngekorin kamu tapi jagain kamu"ujar Rey.


"Iya betul yang dibilang si Rey, lagian kita gini karena pengen ngejar cintanya bebeb Manda"ujar Ren menyambung omongan kembarannya.


"Ngejar cinta bapak lo!"saut Manda ketus.


"Cks cks cks,pakek pelet apaan lo Man sampai bisa ngegaiet sikembar?" tanya Callie kepada Manda.


"Mana ada gue pakai pelet"bantah Manda langsung.


Obrolan mereka berhenti karena kedatangan bik Muti


"Permisi,ini minumannya"suara bik Muti yang datang sambil membawa minuman dan camilan untuk mereka, semua itu diletakkan diatas meja disana.


"Makasih Bik"ucap semuanya serentak.


"Sama sama non dan aden semuanya" balas bik Muti.


"Masih ada yang diperlukan?"tanya bik Muti kepada majikan dan teman teman majikannya itu.


"Bik"suara Lyn terdengar datar.


"Iya nona"saut bik Muti.


"Mereka dimana?"tanya Lyn


"Semua saudari saudari nona tadi sudah pulang,tapi nona Gia tadi pamit pergi lagi.Sedangkan nona Liona dan nona muda Zia ada dikamarnya masing masing"jelas bik Muti.


"Zia?Zia adik bungsu lo itu kan Lyn?"tanya Callie kepada sang sahabat.


"Hm"dehem Lyn menanggapi.


"Bik boleh minta tolong sekali lagi gak?"tanya Callie kepada bik Muti.


"Boleh,memangnya non Callie mau minta tolong apa?"tanya bik Muti.


"Tolong panggilin Zia dong bik,saya udah dari kemarin mau kenalan soalnya"ujar Callie.


"Baik non Callie,sebentar bibik panggilkan"ujar bik Muti mengiyakan, setelah itu wanita paruh baya itu segera pergi memanggilkan nona mudanya itu.


"Gak papakan Lyn,gue panggil adik bungsu lo kesini?mau kenalan soalnya"tanya Callie kepada Lyn yang duduk disebelahnya.


"Terserah,yang penting jangan mengganggunya"jawab Lyn.


"Wah lima kata,rekor baru gue denger Lyn ngomong sepanjang itu kecuali lagi presentasi"ujar Rey


"Sama gue juga Rey"ujar Ren


"Kembar diem,Lyn marah tau rasa lo berdua"ujar Manda menegur kedua temannya itu,Rey dan Ren pun langsung diam setelah ditegur pawang mereka.


"Ayo buruan dek"


"Iya gak usah narik narik gue juga kali"


"Habisnya lo jalannya ragu ragu gitu sih"


"Bukan ragu Lio,inikan lagi nurunin tangga jadi harus hati hati gak boleh tergesa gesa.Nanti kalau gue jatuh gimana?"


Suara perdebatan dari dua orang gadis mengambil alih perhatian para anak kulaihan yang sedang berkumpul diruang tamu,terlihat kedua gadis itu menuruni tangga dan berjalan mendekat kearah mereka.Lyn menatap kedatangan dua gadis yang merupakan adik adiknya itu,mereka adalah Liona dan Zia.