One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 72



"Jadi?"ujar Neta kepada Zia.


"Jadi apa?"tanya Zia tak paham maksud Neta.


"Jadi karena lo udah disini sekarang,kenapa lo gak ceritain masalah apa yang lo maksud ditelpon tadi sama kakak lo"ujar Neta membuat Zia paham.


"Ooh itu,gue hampir lupa tujuan utama gue kesini buat ceritain masalah itu sama lo"ujar Zia,ia sedikit mendekatkan posisi duduknya kedekat sahabatnya itu siap untuk bercerita.


"Jadi gini,tadi waktu pulang sekolah lo masih ingetkan Lio nyamperin gue minta tolong buat bawa mobilnya balik karena dia diajak jalan sama Ken?"tanya Zia.


"Inget,trus apa masalahnya soal itu? Lo gak rusakin atau lecetin mobilnya Lio kan?"saut Neta.


"Enggak,bukan perkara mobilnya.Yang jadi masalah itu tujuan siKen ngajak Lio jalan,itu akar masalah kenapa gue jadi ngerasa rada gak enak sekarang sama dia"ujar Zia.


"Emangnya apa tujuan Ken ngajak jalan Lio?"tanya Neta.


Huf...Zia membuang nafasnya pelan kemudian mulai menceritakan kepada Neta sahabatnya itu semua yang diceritakan Liona kepadanya tanpa ada yang tertinggal sedikitpun.


Neta sampai menganga mendengar cerita sahabatnya itu,gadis itu merasa tak habis pikir dengan jalan pikiran Ken.


"Sumpah seriusan lo?Ken bilang langsung ke Liona kalau dia naksir sama lo.Secara langsung?"ujar Neta tak habis pikir.


"Iya"jawab Zia.


"Gila emang itu cowok,yakin gue si Ken gak ikut antri buat ambil pembagian otak dan hati kayaknya" komen Neta.


"Gue sependapat sama lo Ta"ujar Zia setuju.


"Trus reaksi Lio gimana?"tanya Neta.


"Ya reaksi Lio mah lo gak usah tanya lagi,dia nangis sejadi jadinya pas udah pulang kerumah,bayangin aja orang kalau lo ada diposisi dia gimana"ujar Zia.


"Saudari gue itukan udah masuk sekte bulol alias bucin tolol level akut sama si Ken,masih untung dia pinter jaga imege gak langsung nangis di cafe pas Ken bilang kayak gitu.Trus dia juga gak marah sama gue pas tau Ken suka sama gue bukan dia,kalau enggak udah fiks masalah gue makin banyak"lanjut Zia terdengar sedikit menyedihkan.


"Trus sekarang lo mau gimana Zi?"tanya Neta kepada Zia.


"Nah itu yang bikin kepala gue mumet sampai pusing sejak tadi siang Ta,gue bingung harus gimana"jawab Zia.


"Jujur aja nih ya,gue itu gak pernah punya pengalaman soal urusan percintaan sama sekali.Oleh karena itu lo harus bantuin gue Ta"ujar Zia merengek kepada Neta,supaya sahabatnya itu mau memberinya saran atau yang lebih bagus solusi.


"Iya gue bantuin"saut Zia setuju akan membantu sahabatnya itu.


"Nah gitu dong,gue tau lo emang paling bisa gue andalin Ta"ujar Zia senang.


"Jadi gimana caranya buat nyelesain masalah gue yang satu ini?"tanya Zia


"Kalau soal itu gue belum punya solusi sekarang,masih harus gue pikirin dulu"ujar Neta kepada Zia.


"Yah"ucap Zia kecewa.


"Gak usah kecewa gitu,secepat mungkin gue pasti dapat solusi masalah lo kok"ujar Neta menepuk bahu Zia.


"Tapi buat sementara waktu,lo gak usah nanggepin si Ken dulu.Baik pas dia chat lo atau pas ketemu langsung disekolah"lanjut Neta.


"Kalau soal itu gue tau kok,gue juga gak punya niat buat nyautin atau notice itu cowok bangsat.Udah seratus persen ilfil gue sama itu orang"ujar Zia kali ini seperti menahan emosinya.


"Nih coba lo baca chat yang dia kirim ke gue"suruh Zia ke Neta,ia menyerahkan ponsel genggamnya ke sahabatnya itu.


Neta tentu langsung saja membuka roomchat Zia dengan Ken dan ia langsung ingin ngakak melihat nama kontak Ken yang disave Zia didalam ponsel itu.


"Udah lo kasih label aja ini cowok, mana labelnya yang pernah gue kasih lagi"ujar Neta merasa lucu.


"Biarin,lagian label yang lo kasih cocok sama orangnya"saut Zia.


"Setuju sih"ucap Neta,setelah itu ia segera mulai membaca semua chat yang dikirim Ken pada sang sahabat.


(Room chat Zia-Ken)


KEN CLCB;


Hai Zia,selamat pagi🥰


Udah makan belum?


✓✓


*Basic banget*pikir Neta membaca pesan yang pertama.


KEN CLCB;


Zia kamu udah sampai kesekolah?


Mau aku jemput gak?


Kursi penumpang aku kosong soalnya


Kalau mau,aku jemput didepan pagar kediaman keluarga kamu.


✓✓


*Dih cowok kok cuma berani jemput cewek diluar pagar*ujar Neta setelah membaca pesan selanjutnya.


KEN CLCB;


Zia balas chat aku dong🥺


✓✓


*Dih kok gue mau muntah liat emotnya*pikir Neta.


"Nih ponsel lo"ujar Neta langsung melempar ponsel Zia kearah pemiliknya,hap untung saja Zia bisa menangkap ponselnya yang hampir saja jatuh kelantai.


"Gila ya lo?ponsel gue jatuh trus rusak gimana?"ujar Zia ke Neta.


"Kalau rusak lo tinggal beli yang baru aja,itu aja kok susah"ujar Neta enteng,tak menunjukkan raut bersalah sama sekali.


"Enteng banget mulut lo bilang tinggal beli,beli ponsel pakai uang woi bukan pakai daun.Lo pikir cari duit gampang apa?!"ujar Zia.


"Udah gak usah sensi gitu lo,duit lo itu banyak.Jadi kalau lo beli hp baru,gak bakal bikin lo bangkrut atau tidur dijalanan"ujar Neta.


*Iya juga sih,duit gue kan banyak* ujar Zia dalam  hatinya membenarkan ucapan Neta.


"Tapi ya tetap aja,kita gak boleh hamburin duit"ujar Zia kepada sahabatnya itu.


"Iya deh sorry"ucap Neta.


"Eh tadi lo udah selesai baca chat yang dikirim si Ken ke nomer gue gak?"tanya Zia ke Neta.


"Belum selesai"jawab Neta.


"Trus kenapa ponsel gue dibalikin kalau belum selesai?"tanya Zia.


"Baru beberapa yang gue baca tapi gue udah males plus jijik gue bacanya,itu cowok lama lama kayaknya bakal cosplay jadi jamet diroom Chat lo"ujar Neta Ke Zia.


"Lo yang baru baca beberapa aja udah kayak gitu responnya,gimana gue yang sepanjang hari diserbu chat gak berfaedah si Ken?"ujar Zia.


"Pastinya lo risih banget sih"ujar Neta,Zia mengangguk membenarkan.


"Eh ngomong ngomong,lusa lo mau nemenin gue pergi seharian gak Ta?"tanya Zia,ia tiba tiba mengingat sesuatu.


"Seharian?gue sih mau aja,tapikan lusa kita sekolah Zi"ujar Neta.


"Ya soal itu kita tinggal bolos aja sehari"ujar Zia enteng.


"Enteng banget mulut lo,ngajak gue bolos"ujar Neta menatap tajam sahabatnya itu.


"Sehari doang Ta"ujar Zia.


"Walaupun cuma sehari,tapi tetep aja ngerusak catatan absen gue yang bagus.Gak mau ah lo bolos aja sendiri"ujar Neta tak mau diajak bolos oleh sahabatnya itu.


"Gitu ya"ujar Zia menunduk.


Neta menyergit melihat muka sahabatnya itu yang mendadak terlihat sedih.