
"Mampir ke mall yuk,gue tiba tiba pengen makan ice cream.Sekalian mau beli baju ganti yang bisa dipakai buat acara makan malam keluarga gue nanti"ajak gadis itu kepada sang sahabat.
"Yuklah,gue juga mau makan ice cream"saut Neta langsung setuju, sahabat Zia itu langsung menjalankan mobil kearah mall terdekat dari posisi mobil yang mereka kendarai saat ini.
~Skip~
Seperti yang sudah mereka sepakati, Zia dan Neta sudah berada dimall sejak tiga puluh menit yang lalu.
Kedua bersahabat itu baru saja terlihat keluar dari salah satu toko baju yang cukup besar didalam mall itu,dan pastinya semua produk yang dijual disana harganya tidak begitu ramah bagi kantong pelajar biasa. Tentunya Zia dan Neta tidak masuk dalam kategori itu meski mereka memang masih berstatus pelajar tapi isi dompet dan atm mereka tak usah diragukan,khususnya bagi Zia sibocah kaya.
Sebenarnya Zia maupun Neta tidaklah membeli terlalu banyak pakaian ditoko itu,Zia hanya membeli sebuah dress ungu muda polos dan sebuah jaket kulit berwarna hitam yang memang menarik perhatiannya sejak awal memasuki toko.Sedangkan Neta sendiri juga membeli jaket yang sama dengan Zia namun hanya berbeda dari segi warnanya saja,jaket milik Neta berwarna coklat.Keduanya-pun juga membayar masing masing kali ini, tadinya sih Zia yang ingin menbayar semua tagihannya tapi dihentikan oleh Neta.Hal ini karena Neta merasa kalau Zia sudah terlalu sering mentraktirnya entah itu disekolah atau saat diluar seperti saat ini, lagian Neta juga pengen saldo ATM miliknya berkurang sesekali.
"Lo tunggu disini aja ya,biar gue aja yang antri beli ice creamnya.Lo disini jagain belanjaan kita"ujar Neta,sambil meletakkan paperbag belanjaannya tadi diatas salah satu meja tempat duduk disana.
"Kenapa gak gue aja,lo yang jagain belanjaan?"tanya Zia.
Zia langsung spontan melihat kearah bibirnya dengan menggunakan kamera depan ponselnya,benar yang dibilang Neta kalau bibirnya saat ini memang terlihat sedikit memucat.
"Hais bener ternyata"gumam gadis itu.
"Yaudah sana lo yang antri,jangan lupa gue pengen rasa Vanila"lanjut Zia kepada sang sahabat.
"Lo kira gue bohong,ia gue beliin rasa Vanila"ujar Neta.
Sebelum benar benar pergi mengantri ke stan penjual ice cream yang akan dibeli,ia berujar lagi
"Eh itu ditas sekolah gue ada liptin,pake aja itu buat nutupin bibir pucat lo"ujarnya,setelah itu Neta benar benar pergi dari sana untuk mengantri membeli ice cream.
Tanpa perlu tunggu lama lagi setelah mendengar perkataan sahabatnya,Zia langsung meraih tas sekolah milik Neta lalu mencari liptin yang tadi dimaksut oleh sang sahabat dan tak butuh waktu lama bagi Zia untuk menemukan benda itu.Dengan menggunakan kamera depan ponselnya sebagai pengganti fungsi kaca,Zia segera mengoleskan liptin berwarna pink natural itu dengan sempurna dibibirnya.Bibir Zia yang tadinya terlibat sedikit memucat langsung terlihat segar kembali karena tertutupi oleh liptint berwarna pink natural milik Neta tadi,Zia langsung menyimpan kembali benda itu ketempatnya semula setelah selesai menggunakannya.