One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 286



Dua laki laki dewasa penuh wibawa duduk berhadapan disebuah ruangan,


salah satu diantara keduanya nampak santai sekali sedangkan satu orang lainnya tampak memasang wajah tak bersahabat sejak memasuki ruangan itu.Yang jelas dua sosok ini memiliki nama besar masing masing didunia bisnis perusahaan,tuan Renal dan tuan Dirga.


"Jadi ada apa gerangan tuan Renal Antara yang terhormat datang bertamu kesini dan ingin menemui saya hm?"


tanya tuan Dirga mencoba beramah tamah dengan tamunya meski tak ingin sebenarnya.


"Jauhi putri bungsuku,Dirga"empat kata tegas yang terucap dari mulut tuan Renal sekarang.


Rupanya sosok laki laki didepannya ini tak mau diajak berbasa basi dulu ya,langsung to the poin dalam topik.


"Tidak mau"jawab tuan Dirga.


"Kau harus mau Dirga,atau tunggu apa yang akan aku lakukan padamu!"ujar tuan Renal yang meski baru awal awal percakapan tapi sudah terlihat menahan emosi.


"Kalau saya tetap tak mau,memangnya apa yang bisa kau lakukan padaku Renal?"tanya tuan Dirga dengan nada menantang.


"Akan ku buat kau menyesal!kau harus ingat siapa aku Dirga"saut tuan Renal.


"Kau tidak akan bisa membuatku menyesal Renal.Dan aku tau siapa kau Renal,kau adalah pengecut dari keluarga Antara"ujar tuan Dirga yang masih terlihat sangat tenang, berbanding terbalik dengan kondisi tuan Renal kini.


"Kau.."tuan Renal menunjuk tuan Dirga geram.Namun tangan laki laki yang terkenal dengan kewibawaan dan kehebatannya itu langsung ditepis oleh lawan bicara sekarang dengan santainya.


"Aku apa?aku mengatakan hal yang benar.Dan ya aku tahu seberapa menakutkannya nama keluarga ANTARA alias ANTARA GROUB bagi orang orang termasuk pengusaha pengusaha diluaran sana,tapi kau harus ingat Renal.Nama besar ANTARA tak berpengaruh bagi keluarga MAHARJA alias MAHARJA GROUB,posisi kita sama seimbang sampai kini Renal.Jadi kau tak bisa mengancam atau menggertakku seperti yang kau lakukan pada orang lain yang bermasalah denganmu"tandas tuan Dirga kepada tuan Renal.


Mendengar perkataan tuan Dirga itu membuat tuan Renal terdiam sejenak sadar apa yang dikatakan laki laki itu benar,ANTARA memang memiliki nama yang kokoh dan besar tapi MAHARJA selalu ada diposisi yang sama sejak dulu.


"Kau harus tetap menjauhi putri bungsuku,jangan menemuinya ataupun mengajaknya bertemu.Aku adalah papa kandungnya Zia,kau tak berhak menemui putriku jika aku melarang hal itu Dirga"ujar tuan Renal.Laki laki itu masih tetap pada tujuan awalnya untuk datang ketempat ini yaitu memberi peringatan kepada laki laki didepannya itu supaya tidak menemui putri bungsunya lagi.


"Aku mungkin bisa saja tak akan mengajaknya bertemu,tapi jelas aku sama sekali tak akan mau menolak jika keponakan kesayanganku itu yang mengajakku bertemu.Renal"ujar tuan Dirga.


"Kau tak mengerti? Keponakan kesayanganku itu yang mengajakku bertemu,bukan aku yang menghubunginya terlebih dahulu. Renal"ujar tuan Dirga pada tuan Renal.


"Kalau begitu pastikan mulai sekarang kau menolak setiap ajakan pertemuan yang diberikan oleh putri bungsuku"ujar tuan Renal.


Hahaha...tuan Dirga langsung tertawa pelan mendengar perkataan tuan Renal ini


"Kenapa harus aku yang melakukannya?


kalau kau memang tak ingin Zia bertemu denganku kenapa kau sebagai papanya saja yang melarangnya untuk bertemu denganku?ah atau kau tak berani melakukannya karena takut gadis kecil itu tak mau menurutimu"ujar tuan Dirga.


"Putri bungsuku akan menurutiku Dirga,tak mungkin dia menentang permintaan papanya"ujar tuan Renal yang tak terima akan perkataan tuan Dirga.


"Kalau begitu lakukanlah.Jangan larang aku menerima ajakan pertemuan dari putrinya Celine,pinta putri kalian itu untuk tak menemuiku lagi


Aku akan terima jika anak itu yang tak mau menemuiku Renal,tapi aku tak akan mau jika kau yang melarangku camkan itu"ujar tuan Dirga.


"Akanku lakukan lihat saja,putri bungsuku tak akan menemuimu lagi atau menghubungimu.Zia akan menurut pada papanya"ujar tuan Renal penuh percaya diri.


"Kau nampak percaya diri Renal.


Jadi baiklah mari anggap pembicaraan kita selesai,sekarang aku harus bekerja jadi tentu kau masih ingat letak pintu keluar dimana bukan?"


tanya tuan Dirga,dari perkataan laki laki itu terlihat jelas kalau dirinya tengah mengusir tuan Renal secara halus dan tentu tuan Renal sadar akan hal itu.


"Tak perlu kau usirpun,aku tak akan bersedia lama lama diperusahaanmu ini Dirga"ujar tuan Renal kesal merasa tak dihargai oleh situan rumah.Tanpa permisi atau ada kata pamitan terlebih dahulu,tuan Renal langsung saja beranjak dari tempatnya dan langsung meninggalkan ruangan itu.


Tuan Dirga nampak langsung memasang senyum miring sekepergian tuan Renal dari ruangannya,laki laki itu kemudian bergumam


"Pengecut itu nampak percaya diri, tapi mari kita lihat apakah kepercayaan dirinya itu berbuah baik untuknya"