
~Pulang Sekolah~
Zia berjalan setengah berlari menuju keparkiran,dirinya harus cepat karena tidak mau Neta terlalu lama menunggunya.
"Hai so-sory te-telat hah..hah..hah.."ucap Zia kepada sang sahabat dengan nafas yang tersengal sengal.
Puk puk puk...Neta menepuk nepuk pundak sahabatnya itu dengan pelan
"Kenapa lari lari sih,kalau lo kenapa kenapa karena kecapean larikan bahaya?"tanya gadis itu kepada sang sahabat.
"Takut lo nungguin lama"jawab Zia,nafasnya sudah tidak tersengal sengal lagi.
"Lagian tubuh gue gak selemah itu kali,lari dikit udah kambuh aja"sambung gadis itu.
"Iya gue juga tau lo gak selemah itu,tapi apa salahnya antisipasi alias jaga jaga dulu dari pada kejadian benerankan gawat" ujar Neta menyauti perkataan sahabatnya itu.
"Ah bener juga sih"gumam Zia.
"Yaudahlah,yuk mending kita berangkat sekarang aja dari pada nanti telat"ajak Zia kepada Neta.
"Yuklah,orang yang mau kita temuin juga tadi udah kirim pesan buat nanyain kita jadi datang atau enggak"saut Neta langsung setuju.
Kedua gadis bersahabat itupun langsung masuk kedalam mobil milik Zia,Neta memang sengaja tidak membawa mobil hari ini karena supaya lebih efisien dan simple aja nanti saat pergi sepulang sekolah dengan Zia kesuatu tempat.Sesuai dengan rencana mereka kemarin,hari ini Neta akan menemani Zia untuk bertemu pertama kalinya dengan psikiater yang selama ini merawat dirinya yaitu kak Ilen.
"Tadi gimana pembicaraan lo sama Indri kapten basket lo?"tanya Neta memulai percakapan didalam mobil.
"Loh kok gitu,biasanya anak kelas tiga kalau mau keluar dari eskul apapun disekolah pasti gampang?" tanya Neta yang heran.
"Kata kak Indri sih alasannya buat jaga jaga aja sampai dia sama pelatih bisa nentuin anggota pengganti dari angkatan bawah kita buat ngisi kekosongan tim,selain itu kak idri sama pelatih masih perluain keberadaan gue buat acara pertandingan persahabatan yang bakal diadain sehabis ujian UTS ini"jelas Zia.
"Gitu ya,yaudah deh mau gimana lagi.
Lagian selama lo cuma ditempatin dikursi cadangan sih,menurut gue gak papa.Kan itu artinya kemungkinan lo diturunin kelapangan gak bakal banyak"ujar Neta.
"Ya sekarang gue cuma bisa doa aja semoga pas pertandingan persahabatan yang dibilang kak Indri tadi,keadaan semua anggota tim inti lagi fit fitnya dan moga gak ada yang codera atau kena masalah.Biar gue gak ikut tanding"ucap Zia.
Zia dan Neta terus mengobrol sepanjang perjalanan agar tidak bosan,sehingga saking asiknya ngobrol mereka tak sadar kalau mereka telah sampai ditempat tujuan mereka.Btw meskipun mereka pergi menggunakan mobilnya Zia,tapi kali ini Neta yang berada dikursi pengemudi.Hal ini karena dirinyalah yang tau alamat rumah sakit dimana tempat kak Ilen bekerja,Psikiater yang akan mereka temui.
Zia berdiri memandangi area bangunan berlatar cat putih hampir diseluruh bagian bangunannya,ia berdiri disebelah Neta.
"Lah kok kita malah ke RSJ sih?" tanya Zia menatap ngeri tempatnya berada saat ini.
"Lah tempat tujuan kitakan emang kesini"jawab Neta dengan santai.
Zia sontak langsung menoleh dan menatap sahabatnya itu dengan muka syok
"Kok lo gak bilang sih?lagian emang gak ada tempat konsul yang lebih bagus gitu dari pada disini?"tanya Zia dengan muka cemberut.
"Gue kan udah bilang tadi,kalau kita bakal pergi salah satu tempat prakteknya kak Ilen.Dan tempat prakteknya itu disini kebetulan hari ini"jawab Neta.