One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 205



Malam yang cerah dihiasi rembulan dan banyak bintang menjadikan malam semakin indah dijadikan sebagai payung semesta pada malam ini,


Suasana langit yang sangat mendukung untuk acara kecil kecikan khas keluarga yang diadakan oleh seluruh anggota keluarga inti Antara.


Tuan Renal dan nyonya Sela bersama kelima anak mereka tengah melaksanakan bakar bakaran kecil disamping Villa yang menghadap langsung bibir pantai,acara kecil ini juga dibuat untuk merayakan ulang tahun sang anak ketiga dikeluarga siapa pagi kalau bukan Lyn Antara.Tepat jam dua belas malam ini,putri ketiga tuan Renal itu akan resmi bertambah usia menjadi usia 20 tahun.Dan semua anggota keluarga ini memang sepakat untuk bergadang sampai moment spesial sekali setahun bagi seorang manusia ini tiba,yaitu detik detik resminya bertambah usia dari seorang Lyn Antara.


Semua anggota keluarga tampak sibuk dengan tugas masing masing,Zia-Liona yang sibuk menata hidangan serta hiasan meja kayu panjang disana, Arga dan sang papa yang sibuk ditepi pemanggangan untuk menjaga makanan yang dipanggang tidak gosong serta bara api tidak padam,dan yang terakhir Gia dan sang mama yang sibuk dimeja kecil tak jauh dari alat pemanggang.Disana sang mama dan Gia putri tertua tengah sibuk menyiapkan minuman serta keperluan pelengkap untuk makan malam,seperti membuat berbagai jenis persaosan dan salad.


Lyn?


Kalian semua pasti penasaran kemana perginya sosok yang akan segera merayakan ulang tahunnya ini-kan?


Lyn gak kemana mana kok,gadis itu ada disana duduk tenang diatas karpet kecil yang dibentangkan diatas pasir pantai.Tidak Lyn bukannya menjadi sosok pemalas yang hanya memilih duduk diam ditengah kerempongan keluarganya,hanya saja gadis ber-aura dingin serta wajah minim ekspresi itu harus tetap duduk diam disana tak melakukan apa apa karena perintah dari orang tua dan saudarinya.Dari siapa ide ini berasal?ide ini berasal dari Zia yang mengatakan orang yang berulang tahun tidak boleh ikut langsung dalam persiapan perayaannya, alasannya?supaya lebih terasa spesial bagi yang berulang tahun.


Dan entah karena pikiran satu keluarganya sejalur semua,tapi semuanya setuju dengan ide sang adik bungsu bahkan termasuk Gia sang kakak yang biasanya paling menentang hal hal apapun berbau sibungsu.


Lyn dengan tampang datarnya hanya menggerakkan lehernya agak kaku kiri kanan memerhatikan kesibukan keluarganya,gadis itu merasa aneh karena untuk pertama kalinya ia bisa melihat kesibukan orang orang tersayangnya untuk merayakan ulang tahunnya.Padahal ditahun sebelum sebelumnya,dirinya tercatat sebagai anggota keluarga yang tak pernah menggelar pesta ulang tahun mau sekecil atau sebesar apapun pestanya.Satu alasannya mungkin karena sifat introvet yang mendarah daging,sehingga ia hanya punya satu orang diluar keluarganya yang bisa diundang jika pesta ulang tahunnya ada.Berbeda dengan para saudara-nya yang masih tergolong ekstrovert, sehingga memiliki banyak teman sekolah yang sesuai diundang untuk pesta.Dirinya?selain Callie,ia hampir tak peduli siapapun manusia didekatnya saat diluar rumah.Lyn bahkan hanya bisa mengingat nama wali kelasnya saja saat sekolah,guru lain?gadis itu tak punya keinginan sama sekali untuk mengingatnya.


Itu kemungkinan alasan pertama, sedangkan kemungkinan alasan keduanya adalah karena Lyn sendiri bisa dirinya katakan tak memiliki satupun anggota keluarga yang bisa dibilang sangat dekat dengannya bahkan termasuk dengan orang tuanya sendiri.Lyn dekat dengan keluarganya tapi tidak bisa dibilang sangat dekat,maksudnya jika Arga kakaknya condong lebih dekat dengan sang ayah dan Gia condong lebih dekat dengan mama mereka,atau mungkin Liona yang condong dekat dengan mama dan termasuk kedua kakak mereka,Lyn?tidak seperti itu.Ia tak memiliki kecondongan dekat dengan siapapun dikeluarganya selama ini sebelum Zia tinggal serumah dengan mereka,gadis itu hidup sangat individual dan tertutup bahkan ditengah rumah keluarganya sendiri.


Jadi ditahun tahun yang telah berlalu,Lyn tak begitu mau memedulikan jikalau ulang tahunnya adalah salah satu hari spesial yang sering tak sengaja terlupakan oleh keluarganya.Makanya dirinya sedikit kaget saat Zia yang bisa mengingat ulang tahunnya dengan baik bahkan sebelum hari itu tiba,ah pandangan Lyn jadi terfokus pada adik bungsunya itu sekarang.


Sosok paling muda dikeluarga itu tengah sibuk mengurus meja kayu panjang yang akan digunakan sebagai tempat utama acara malam ini,tiba tiba Zia menoleh kearahnya membuat pandangan mereka bertemu.kedua sudut bibirnya secara otomatis sedikit terangkat tanpa sadar saat sang adik bungsunya itu melempar senyuman cerah yang sangat khas baginya, pandangan terputus saat Zia kembali fokus pada kegiatannya sedangkan Lyn memilih mandongak keatas menatap langit malam yang indah dimalam ini.


Area meja kayu panjang__


"Lo udah siapin hadiah dek,buat kak Lyn?"suara Liona didekat meja panjang membuat Zia menoleh memutus pandangannya dari sang kakak ketiga.


"Udah"jawab Zia kembali fokus pada tugasnya.


"Oh ya,lo kasih hadiah apa sama kak Lyn kalau boleh tahu?"tanya Liona kepo.


"Rahasia"jawab Zia sekenanya.


"Bukan karena gue bilang rahasia yang buat lo penasaran Lio,tapi lo emang dasarnya aja kepo-an setengah mampus"jawab Zia.


"Lo mah gitu"ujar Liona cemberut.


"Gak usah cemberut,kebiasaan lo.


Lo sendiri gimana udah sipain hadiah?jawab dulu biar gue jawab balik nanti"tanya Zia kepada Liona.


"Udah kok,gue nyiapin.."Liona menjeda kalimatnya kemudian melirik kearah Lyn kakaknya kemudian lanjut bicara dengan suara pelan supaya tak bisa didengar oleh kakaknya yang sedang berulang tahun itu.


"Gue beliin sepatu sama alat MakeUp buat kak Lyn"ujar Liona pelan setengah besbisik.


Padahalmah kalau dia ngomong dengan volume suara yang sebelumnya juga kakaknya Lyn gak bakal denger juga,orang jarak antara meja tempatnya sama Zia dengan karpet tempat Lyn kakaknya duduk lumayan juga.


"Oh itu"komen Zia mendengar jawaban dari Liona.


"Nah gue udah jawab,giliran lo sekarang bilang hadiah apa yang lo kasih sama kak Lyn"pinta Liona.


"Hadiah gue gak banyak kok,cuma kalung sederhana sama beberapa lembar kertas HVS doang"jawab Zia.


Kening Liona langsung mengkerut mendengar jawaban Zia tentang hadiah beberapa lembar kertas HVS


"Kertas HVS,itu lo nulis surat?" tanya Liona mencoba menerka.


"Bukan,cuma kertas HVS yang diketik biasa aja"jawab Zia seadanya menolak untuk menjelaskan lebih detail.


Jadilah kening Liona tambah berkerut karena mencoba berfikir keras maksud dari hadiah kertas hvs itu,gak mungkingkinkan cuma sekedar kertas HVS doang.Agak mustahil bagi seorang Zia,jika hanya memberikan itu sebagai hadiah apalagi kesaudari sendiri.


"Udah gak usah lo pikirin,kasian gue liat muka lo.Nanti juga tahu sendiri lo"ujar Zia kepada Liona.