One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 272



Arga berjalan mendekati ruangan papanya,laki laki muda itu mengetuk pintu ruangan sang papa beberapa kali setelah berdiri didepan pintu kemudian tangannya bergerak membuka kenop pintu.


"Permisi,Papa memanggil Arga kemari?"tanya putra pertama tuan Renal Antara itu.


Tadinya Arga tengah melakukan pekerjaannya seperti buasa diruangan kerja,namun tiba tiba ia mendapat panggilan dari sekretaris sang papa yang mengatakan kalau papanya memanggil dirinya untuk datang keruang pimpinan saat itu juga.


Tentu saja Arga sedikit kaget dan heran kenapa dirinya mendapat panggilan tiba tiba itu,untuk menuntaskan rasa penasaran dikepalanya juga maka oleh karena itulah Arga berada diruangan itu sekarang.


"Arga,masuklah"tuan Renal memersilahkan putra sulungnya itu masuk kedalam ruangannya.


Semasuknya Arga didalam ruangan sang papa,ternyata Gia kembarannya juga sedang ada disana.


"Duduk,tunggu papa selesai bicara dengan saudarimu terlebih dahulu" ujar sang papa.Arga mengangguk pelan menuruti perkataan papanya itu,laki laki muda itu kemudian duduk disalah satu sofa kecil diruangan itu dan memerhatikan sang kembaran dan sang papa yang tengah membicarakan sesuatu.


"Jadi bagaimana tuan tentang dokumen yang telah saya kerjakan tadi siang?"tanya Gia.


*Tunggu kenapa kembarannya itu memanggul papa mereka dengan panggilan Tuan?*batin Arga saat mendengarnya.


"Saya sudah membaca dan menimbang nimbang berkas yang anda ajukan nona Gia,isinya sangat bagus dan mungkin ada sedikit bagian yang lebih baik direfisi terlebih dahulu supaya berkas yang anda susun untuk rancangan proyek kerja sama yang anda tangani sempurna"Tuan Renal.


"Baiklah akan saya revisi lagi tuan"ujar Gia.


"Pilihan bagus,saya sudah menandai bagian yang sebaiknya direvisi tersebut.Jika sudah selesai berikan kepada saya kembali dan akan saya bubuhi tanda tangan persetujuan didalamnya"Tuan Renal menyerahkan map berisi berkas rancangan proyek yang telah disusun oleh sang putri.


"Baik tuan,paling lama empat puluh menit dari sekarang akan saya antar kembali berkas ini kerungan Anda"Gia


"Akan saya tunggu"ujar tuan Renal.


"Kalau begitu saya permisi kembali keruangan saya kembali"ucap Gia undur diri meninggalkan ruangan kerja milik pimpinan perusahaan itu.


Siapa lagi kalau bukan papanya sendiri yaitu tuan Renal Antara.


Tuan Renal tersenyum melihat putrinya meninggalkan ruangan kerjanya,laki laki paruh baya itu senang karena putrinya itu memiliki kemajuan yang sangat pesat.Namun senyuman itu hanya bertahan beberapa saat sebelum akhirnya tuan Renal menoleh dan menatap kearah putra sulungnya dengan tatapan yang agak dingin.


"Duduk"tuan Renal menunjuk kearah kursi yang tadinya ditempati oleh putri tertuanya,menyuruh putra sulungnya yaitu Arga untuk duduk disana dan tentu saja Arga langsung menuruti perkataan sang papa.


Brak...


Tubuh Arga langsung tersentak kaget saat sang papa tiba tiba membanting sebuah map dihadapannya,ia menatap map yang cukup familiar itu.Bukankah itu hasil kerjanya yang dia serahkan kemarin kepada papanya.


"Pa bukanya itu..."


"Itu adalah laporan yang kamu berikan kemarin,kamu tahu hampir saja perusahaan ini rugi karena keteledoran yang kamu lakukan saat membuat isi laporan itu.Beruntung Saya Memeriksa Ulang Terlebih Dahulu Sebelum Diproses,Kalau Tidak Perusahaan Ini dan Beberapa Pihak Terkait Bisa Terancam Rugi Besar Arga.RUGI BESAR!"Tuan Renal terlihat sedikit emosi.


Arga terdiam mendengarkan perkataan papanya,kedua matanya menatap map yang ia kerjakan sekuat tenaga sampai bergadang dan papanya bilang hasilnya hampir membuat perusahaan rugi besar.Lidah Arga terasa kelu tak tahu harus berkata apa,ini pertama kalinya ia melakukan kesalahan besar yang membuat sang papa sampai terbawa emosi begini.


Arga merasa bingung dan kecewa pada dirinya sendiri.